Halaman

Sabtu, 24 November 2018

Sebuah Lorong di Kotaku



Judul         : Sebuah Lorong di Kotaku
Jenis          : Novel
Penulis       : Nh. Dini
     
Novel ini menceritakan seorang kedua orang tua yang mengagumi pendapa lindung adem. Kami hidup tentram dalam bimbingan ibu yang penuh kelembutan dan ayah yang bijaksana. Suatu hari mereka pergi ke rumah kakek yang ada di desa dengan menumpang kereta api dan andong. Karili sangat gembira setelah sampai di rumah kakek. Ayah pun tak lupa menanyakan kesehatan sang kakek. Hari kedua aku diajak paman Sarosa melihat isi kebun kakek. Banyak yang saya lakukan di rumah kakek. Lalu kami langsung ke Madiun pergi ke rumah Pakde. Selesai berkunjung ke rumah Pakde, Dini dan keluarganya kembali pulang ke rumahnya.
Suatu hari ketika saya asyik bermain bersama teman-teman, Maryam memaksa pulang karena kami akan mengungsi ke kampung Batan. Semua kantor dan sekolah ditutup. Kekurangan bahan makanan mulai terasa. Indonesia tidak lagi diduduki Belanda melainkan oleh Jepang. Belanda menyerah kepada Jepang dan seluruh daerah jajahan Belanda jatuh ke tangan Jepang. “Bangsa berkulit kuning yang datang dari utara akan tinggal disini seumur jagung”. Sekali lagi saya tidak mengerti maksud kata-kata itu. Kuterka sebuah pertanyaan, satu ketidakpastian mengenai apa yang bakal terjadi.


Novel ini bertemakan mengenai kasih sayang yang diberikan kepada Dini. Kasih sayang tersebut digambarkan dengan perlakuan ibu dan ayah terhadap anak-anaknya terutama kepada Dini. Latar saat itu juga masih saat terjadi penjajahan oleh Belanda dan Jepang. Ditengah suasana yang seperti itu dapat diambil pelajaran yaitu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, mengajarkan untuk hidup sederhana dan taat pada aturan yang berlaku, memiliki rasa peduli, dan tolong menolong antar sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar