Judul : Sebuah Lorong di Kotaku
Jenis : Novel
Penulis : Nh. Dini
Novel
ini menceritakan seorang kedua orang tua yang mengagumi pendapa lindung adem.
Kami hidup tentram dalam bimbingan ibu yang penuh kelembutan dan ayah yang
bijaksana. Suatu hari mereka pergi ke rumah kakek yang ada di desa dengan menumpang kereta api
dan andong. Karili sangat gembira setelah sampai di rumah kakek. Ayah pun tak
lupa menanyakan kesehatan sang kakek. Hari kedua aku diajak paman Sarosa
melihat isi kebun kakek. Banyak yang saya lakukan di rumah kakek. Lalu kami
langsung ke Madiun pergi ke rumah Pakde. Selesai berkunjung ke rumah Pakde, Dini dan
keluarganya kembali pulang ke rumahnya.
Suatu hari ketika saya
asyik bermain bersama teman-teman, Maryam memaksa pulang karena kami
akan mengungsi ke kampung Batan. Semua kantor dan sekolah ditutup. Kekurangan
bahan makanan mulai terasa. Indonesia tidak lagi diduduki Belanda melainkan
oleh Jepang. Belanda menyerah kepada Jepang dan seluruh daerah jajahan Belanda
jatuh ke tangan Jepang. “Bangsa berkulit kuning yang datang dari utara akan
tinggal disini seumur jagung”. Sekali lagi saya tidak mengerti maksud kata-kata
itu. Kuterka sebuah pertanyaan, satu ketidakpastian mengenai apa yang bakal
terjadi.
Novel ini bertemakan
mengenai kasih sayang yang diberikan kepada Dini. Kasih sayang tersebut
digambarkan dengan perlakuan ibu dan ayah terhadap anak-anaknya terutama kepada Dini. Latar saat itu juga masih saat terjadi penjajahan oleh
Belanda dan Jepang. Ditengah suasana yang seperti itu dapat diambil pelajaran
yaitu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, mengajarkan untuk
hidup sederhana dan taat pada aturan yang berlaku, memiliki rasa peduli, dan
tolong menolong antar sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar