Halaman

Sabtu, 24 November 2018

Kubah



Judul         : Kubah
Jenis          : Novel
Penulis       : Ahmad Tohari

      Novel ini menceritakan mengenai Karman yang menjadi tahanan politik selama dua belas tahun. Marni, istri Karman memutuskan untuk menikah dengan Parta setelah lima tahun ditinggalkannya karena sudah tidak mampu menghidupi keluarganya tanpa seorang suami. Saat muda, Karman adalah anak yang baik, rajin, dan taat beribadah. Ia bekerja di tempat Haji Bakir dan menjadi teman anaknya, Rifah. Haji Bakir memperlakukan Karman dengan sangat baik layaknya anaknya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, Karman mulai mencintai Rifah. Ia pun melamar Rifah tetapi terlambat karena Rifah sudah dipersunting Abdul Rahman. Ia juga marah lantaran lamarannya ditolak Haji Bakir. Datanglah Margo yang memprovokasi Karman dan mengatakan bahwa Haji Bakiradalah orang yang jahat. Hal itulah yang menjadi titik awal Karman terpengaruh ajaran Margo. Sekarang Karman sudah tidak mau beribadah di masjid Haji Bakir. Lama kelamaan ia pun mulai meninggalkan perintah agamanya dan telah masuk menjadi anggota partai komunis. Ia  juga menikah dengan Marni, wanita yang taat beragama, tertapi tidak pernah mempermasalahkan Karman yang tidak pernah beribadah lagi.
            Pada saat orang-orang partai komunis ditankap, Karman bersembunyi selama berhari-hari. Sampai akhirnya dia ditangkap dalam keadaan sakit-sakitan dan kemudian ia dipenjara selama dua belas tahun. Saat sudah keluar dari penjara, ia pulang ke rumah sepupunya dan menjumpai anak sulungnya, Rudio.
Suatu ketika, Tini, anak kedua Karman dengan Marni dilamar oleh Jabir yang merupakan anak dari Rifah dan Abdul Rahman cucu Haji Bakir. Meski Abdul Rahman sudah meninggal, Karman merasa sangat sungkan bersama Haji Bakir karena pernah mencintai Rifah dan perbuatannya yang sangat keterlaluan dengan kebaikan yang telah Haji Bakir berikan. Haji Bakir telah melupakan semua kejadian itu dan memaafkan Karman, ia pun lemerasa lega. Karman telah kembali berbaur seutuhnya dengan masyarakat desa Pegaten, ia juga membantu merenofasi masjid Haji Bakir dengan membuatkan kubah yang indah untuk masjid itu.


Yang menarik dalam novel ini adalah alur yang dipermainkan oleh Ahmad Tohari. Walaupun permainan alur ini sering dimainkan, hal itu tidak membuat bingung pembacanya justru menjadikan novel ini unik dan menarik untuk dibaca dengan kisahnya yang sangat bagus dan bahasanya yang mudah untuk dipahami. Selain itu, pada novel ini juga banyak terkandung nolai-nilai moral dan sosial yaitu dengan memaafkan orang yang berbuat salah, senantiasa menerima kembali niat baik orang yang dulunya sempat keluar dari tata karma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar