1. Judul : Salah
Asuhan
Penulis : Abdoel Moeis
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini
menceritakan tentang Hanafi yang melecehkan adat dan budayanya sendiri. Hal
tersebut terjadi lantaran saat kecil ibunya ingin agar Hanafi mendapat
pendidikan yang layak dengan menyekolahkannya di HBS dan menitipkannya dengan
orang barat (Eropa) sampai-sampai gaya hidupnya melebihi orang Eropa asli.
Hanafi sangat mencintai Corrie, tetapi Corrie meminta untuk memutuskan
pertalian dengan Hanafi, hal itu membuatnya kecewa, sedih, marah, dan merasa
dipermainkan oleh Corrie sampai-sampai ia sakit. Saat itu, ibu Hanafi
mendesaknya agar menikah dengan Rapiah.
Setelah menikah dan mempunyai anak laki-laki
bernama Syafei, Rapiah selalu menjadi tumpuan kemarahan Hanafi. Ibunya
menasihati Hanafi tetapi dia hanya menanggapi dengan cemoohan. Saat itulah
seekor anjing gila menggigit tangannya yang menyebabkan Hanafi harus berobat ke
Betawi. Di Betawi dia bertemu dengan Corrie. Hanafi memohon kepada Corrie untuk
mau bertunangan dengannya, karena rasa ibanya, Corrie akhirnya menerima ajakan
tersebut. Sampai akhirnya Hanafi dan Corrie menikah.
Namun, rumah tangga mereka sudah tidak
terntram karena Hanafi yang menuduh Corrie berzina dengan orang lain. Corrie
pergi ke Semarang untuk menghindari Hanafi. Hanafi mencari Corrie di Semarang
dan mendapat berita bahwa Corrie terkena penyakut kolera hingga nyawanya tidak
dapat tertolong. Setelah kepergian Corrie, Hanafi kembali ke ibunya di Solok.
Akibat hancur perasaannya, dia meminum
ramuan berbisa yang menyababkan terus muntah darah dan akhirnya merenggut
nyawanya.
Komentar:
Novel ini menarik untuk dibaca, dengan
menyajikan cerita mengenai kisah cinta yang dibatasi oleh perbedaan
kewarganegaraan antara Hanafi dan Corrie. Dalam novel tersebut mengajarkan
kepada kita akan pentingnya memiliki rasa nasionalisme yang tinggi agar tidak
terlarut dalam permasalahan. Hal tersebut dikarenakan untuk Hanafi menikah
dengan Corrie menimbulkan masalah, yaitu mengenai perbedaan status persamaan
hak (warga negara) dan persoalan tersebut berkaitan dengan politik kolonial
Belanda yang saat itu menggambarkan perbedaan antara pribumi dan non pribumi.
Dari novel tersebut dapat diambil pengajarannya yaitu sebaiknya kita mencintai
budaya sendiri, menyukai budaya lain boleh saja asalkan jangan sampai
meninggalkan budaya sendiri. Di sisi lain pula, kita tidak boleh menjadi anak
yang durhaka kepada orang tua kita.
2. Judul : Karena
Mentua
Penulis : Nur Sutan Iskandar
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini menceritakan Marah Adil dan istrinya
Ramalah. Mereka hidup harmonis dengan mengerjakan sawah dan ladangnya. Hal itu
membuat mentua Marah Adil, Mak Guna tidak senang bermantukan dirinya karena
miskin. Suatu hari, Marah Adil pergi merantau ke Lampung guna membahagiakan
mentuanya terutama Ramalah istrinya. Saat Marah Adil pergi, Mak Guna sangat
senang, ia menginginkan agar Ramalah menikah dengan Sutan Malaka tetapi Ramalah
menolaknya.
Marah Adil sekarang telah memiliki modal walau
sedikit bisa untuk menjadi saudagar kecil di daerahnya. Walaupun begitu, Mak
Guna tetap tidak menyukainya. Suatu ketika Mak Guna bertemu dengan Mak Amin, ia
berniat menjodohkan Ramalah dengan Ramli anak Mak Amin. Walaupun mereka sudah
memiliki suami dan istri, Mak Guna dan Mak Amin sepakat untuk menjodohkan mereka.
Dengan pertengkaran Mak Guna dan Marah Adil,
akhirnya Ramalah dan Marah Adil bercerai. Akibatnya, Marah Adil menghilang.
Saat hari pernikahan Ramli dan Ramalah, tiba-tiba Marah Adil muncul dengan
membawa pisau guna menikam Mak Guna. Namun, tikaman yang hendak ditujukan
kepada mak Guna dihalangi oleh Ramalah sehingga Ramalah menjadi yang tertikam.
Akibat rasa yang sangat bersalah, Marah Adil mengambil pisau itu dan menikam
dirinya sendiri. Akibatnya, mereka mati bersama. Tidak lama setelah kejadian itu,
Mak Guna juga meninggal akibat penyakit jantung.
Komentar:
Menurut saya, novel ini menggambarkan tentang
sesuatu yang dimiliki kebanyakan manusia, yaitu tentang sifat yang maklum
dimiliki oleh manusia, tamak akan harta. Manusia rela untuk mengobarkan sesuatu
yang dimilikinya termasuk orang yang disayanginya untuk memeroleh sesuatu yang
lebih besar lagi. Hal yang dapat dipelajari dari novel ini adalah janganlah
kita memiliki sifat tamak karena ketamakan dapat menimbulkan bencana yang tidak
diharapkan, seperti kisah dari Marah Adil, Ramalah, dan Mak Guna yang akhirnya
mati semua akibat ketamakan Mak Guna.
3. Judul : Dian
Yang Tak Kunjung Padam
Penulis : Sutan Takdir Alisjahbana
Penerbit : PT Dian Rakyat
Diawali dengan pertemuan Yasin dan Molek di
dekat sungai saat sedang ada festival layangan. Rupanya mereka saling jatuh
cinta pada pandangan yang pertama. Namun, hubungan cinta keduanya tidaklah
berjalan mulus karena perbedaan status sosial yang mencolok antara keduanya
yaitu Molek adalah seorang putri bangsawan, sedangkan Yasin hanyalah orang
miskin. Keduanya menyadari hal itu, tetapi mereka tidak mengidahkannya. Kisah
cinta mereka dilangsungkan melalui surat secara sembunyi-sembunyi.
Pernah suatu hari Yasin mencoba melamar Molek
terapi ditolak mentah-mentah oleh orang tuanya, bahkan mereka mencemooh dan
menjelek-jelekan Yasin. Akibatnya, orang tua Molek menjidohkan Molek dengan
saudagar keturunan Arab yang kaya raya. Setelah menikah dengan keturunan Arab
itu, Molek tiada pernah tersenyum, dia menjadi lebih pendiam dari biasanya.
Suatu ketika, Molek mengajak Yasin untuk bertemu. Siapa sangka jika pertemuan
itu adalah pertemuan terakhir antara mereka. Molek memutuskan untuk mengakhiri
hidupnya yang menyebabkan Yasin hidup sendiri tanpa adinda kesayangannya.
Komentar:
Menurut saya, novel ini menyajikan cerita yang
selalu saja menyedihkan. Setiap tokohnya selalu saja dihadapkan dengan
permasalahan yang membuatnya menderita bahkan hingga pada akhirnya salah satu
diantaranya mati. Pada cerita ini terdapat kaitannya dengan di masa sekarang
ini yaitu dengan adanya pernikahan antar golongan yang sepadan yaitu jika kaya
harus menikah dengan orang yang kaya pula. Selain itu, perjodohan paksa yang
dilakukan orang tua juga masih ditemukan pada zaman sekarang ini. Novel ini
juga mengajarkan kepada kita agar tidak menjadikan bunuh diri atau keputusan
untuk mengakhiri hidup sendiri sebagai keputusan yang tepat akibat tidak dapat
menghadapi permasalahannya.
4. Judul : Kubah
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel ini
menceritakan mengenai Karman yang menjadi tahanan politik selama dua belas
tahun. Marni, istri Karman memutuskan untuk menikah dengan Parta setelah lima
tahun ditinggalkannya karena sudah tidak mampu menghidupi keluarganya tanpa
seorang suami. Saat muda, Karman adalah anak yang baik, rajin, dan taat
beribadah. Ia bekerja di tempat Haji Bakir dan menjadi teman anaknya, Rifah.
Haji Bakir memperlakukan Karman dengan sangat baik layaknya anaknya sendiri.
Seiring
berjalannya waktu, Karman mulai mencintai Rifah. Ia pun melamar Rifah tetapi
terlambat karena Rifah sudah dipersunting Abdul Rahman. Ia juga marah lantaran
lamarannya ditolak Haji Bakir. Datanglah Margo yang memprovokasi Karman dan
mengatakan bahwa Haji Bakir adalah orang yang jahat. Hal itulah yang menjadi
titik awal Karman terpengaruh ajaran Margo. Sekarang Karman sudah tidak mau
beribadah di masjid Haji Bakir. Lama kelamaan ia pun mulai meninggalkan
perintah agamanya dan telah masuk menjadi anggota partai komunis. Ia juga menikah dengan Marni, wanita yang taat
beragama, tertapi tidak pernah mempermasalahkan Karman yang tidak pernah
beribadah lagi.
Pada saat
orang-orang partai komunis ditangkap, Karman bersembunyi selama berhari-hari.
Sampai akhirnya dia ditangkap dalam keadaan sakit-sakitan dan kemudian ia
dipenjara selama dua belas tahun. Saat sudah keluar dari penjara, ia pulang ke
rumah sepupunya dan menjumpai anak sulungnya, Rudio.
Suatu ketika,
Tini, anak kedua Karman dengan Marni dilamar oleh Jabir yang merupakan anak
dari Rifah dan Abdul Rahman cucu Haji Bakir. Meski Abdul Rahman sudah
meninggal, Karman merasa sangat sungkan bersama Haji Bakir karena pernah
mencintai Rifah dan perbuatannya yang sangat keterlaluan dengan kebaikan yang telah
Haji Bakir berikan. Haji Bakir telah melupakan semua kejadian itu dan memaafkan
Karman, ia pun lemerasa lega. Karman telah kembali berbaur seutuhnya dengan
masyarakat desa Pegaten, ia juga membantu merenofasi masjid Haji Bakir dengan
membuatkan kubah yang indah untuk masjid itu.
Komentar:
Menurut saya,
yang menarik dalam novel ini adalah alur yang dipermainkan oleh Ahmad Tohari. Ahmad
Tohari menggunakan alur campuran yaitu maju-mundur-maju-mundur-maju. Walaupun
permainan alur ini sering dimainkan, hal itu tidak membuat bingung pembacanya
justru menjadikan novel ini unik dan menarik untuk dibaca dengan kisahnya yang
sangat bagus dan bahasanya yang mudah untuk dipahami. Selain itu, pada novel
ini juga banyak terkandung nilai-nilai moral dan sosial yaitu dengan memaafkan
orang yang berbuat salah, senantiasa menerima kembali niat baik orang yang
dulunya sempat keluar dari tata karma.
5. Judul : Tenggelamnya
Kapal Van Der Wijck
Penulis : Hamka
Penerbit : PT Bulan Bintang
Novel ini diawali pertemuan antara Zainuddin dan Hayati yang saling jatuh
cinta tetapi hubungannya tidak disetujui oleh keluarga dari Hayati, karena
Zainuddin dianggap tidak mempunyai suku dan berbeda adatnya dengan keluarga
Hayati. Sampai akhirnya, Hayati menikah dengan Azis, kakak Khadijah. Diawal
pernikahan Hayati dan Azis sangat bahagia karena Azis pandai sekali
menyenangkan hati Hayati. Namun, Hayati tidak tahu jika Azis suaminya itu
adalah tipe orang yang suka membuang uang, berjudi, mabuk-mabukkan dan senang
main perempuan.
Setelah beberapa kali berusaha akhirnya Zainuddin menjadi penulis yang
terkenal di tanah Jawa. Seiring berjalannya waktu juga akhirnya Azis bangkrut
karena sifatnya itu hingga bunuh diri di sebuah hotel. Zainuddin menolak untuk
menerima Hayati demi membalas dendamnya terhadap Hayati atas pengkhianatan yang
dilakukan Hayati.
Zainuddin
menginginkan Hayati untuk pulang ke daerah asalnya. Akhirnya Hayati kembali
dengan perasaan sedih menaiki kapal Van Der Wijck. Kapal tersebut tenggelam
dalam perjalanan tetapi Hayati berhasil selamat. Dia meninggal setelah bertemu
Zainuddin. Zainuddin setiap hari mendatangi kubur Hayati, hingga semakin rapuh
dan sakit-sakitan. Setahun kemudian Zainuddin meninggal dunia. Zainuddin pun dikubur
bersama cintanya yang abadi di samping kubur Hayati.
Komentar:
Novel ini menarik dari segi ceritanya yang menceritakan kisah cinta dengan
melibatkan tragedi pada sebuah Kapal Van Der Wijck. Saya pernah menonton film yang diambil dari
novel ini, sayangnya saya menemukan kekurangan pada film yang saya lihat
tersebut karena akhir cerita yang terjadi di novel dan di film berbeda mengenai
kematian Zainuddin. Diceritakan dalam novel Zainuddin meninggal, sedangkan di
film Zainuddin masih hidup dan ia hidup dengan baik sesekali mengunjungi makam
Hayati. Novel ini mengajarkan kita agar tidak berbuat jahat kepada orang lain
walaupun orang lain itu telah mengejek bahkan menghina kita, juga mengajarkan
agar tidak selalu terpuruk saat tertimpa musibah atau kesedihan dan berusaha
bangkit untuk mengatasinya.
6. Judul : Di
Bawah Lindungan Ka’bah
Penulis : Hamka
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini menceritakan seorang Hamid yang merupakan anak yatim dan miskin.
Dia dianggap seperti keluarga sendiri oleh Haji Jafar yang kaya-raya. Hamid
sangat menyayangi Zainab, yang merupakan anak dari Haji Jafar. Ketika keduanya
beranjak remaja, dalam hati masing-masing mulai tumbuh perasaan lain. Hamid
tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada Zainab sebab dia menyadari bahwa
Zainab merupakan anak orang terkaya dan terpandang, sedangkan dia hanyalah
berasal dari keluarga biasa dan miskin.
Tanpa memberi tahu siapa pun, Hamid meninggalkan kampungnya menuju Siantar,
Medan. Setelah Haji Jafar, orang yang selama ini banyak menolongnya, berpulang
ke rahmatullah, tak lama kemudian ibu kandung yang dicintainya juga meninggal.
Hamid kini tinggal sebatang kara. Ayahnya telah meninggal ketika ia berusia
empat tahun. Dalam kemalangannya itu, Mak Asiah dan anaknya, Zainab, tetap
menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Oleh karena itu, Mak Asiah begitu yakin
terhadap Hamid untuk dapat membujuk Zainab agar mau dikawinkan dengan saudara
dari pihak mendiang suaminya. Dengan berat hati, Hamid mengutarakan maksud itu
walaupun yang sebenarnya, ia sangat mencintai Zainab.
Setelah melakukan perjalanan ke Medan, Hamid meneruskan perjalanannya ke
Singapura dan akhirnya ia sampailah di tanah suci, Mekah. Di Mekah ia tinggal
dengan seorang Syekh, yang pekerjaanya menyewakan tempat bagi orang-orang yang
akan menunaikan ibadah haji.Tanpa diduga, teman sekampungnya, menyewa pula
tempat Syekh itu. Orang yang baru datang itu bernama Saleh, suami Rosna, yang
hendak menuntut ilmu agama di Mesir setelah ibadah haji selesai. Dari pertemuan
itu, Saleh menyampaikan berita tentang Zainab-yang sejak ditinggalkan Hamid dan
tidak jadi dikawinkan dengan saudara ayahnya itu, kini sedang dalam keadaan
sakit-sakitan dan keadaannya semakin parah. Tidak lama pula, kesehatan Hamid
juga terganggu. Walaupun demikian, Hamid tetap menjalankan perintah suci itu.
Sekembalinya Hamid dari Arafah, ia semakin sakit ditambah dengan berita
mengenai kematian Zainab.
Ketika hendak
mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali, tepat di antara pintu ka’bah dan batu
hitam, Hamid mengulurkan tangannya, memegang kiswah sambil memanjatkan doa yang
panjang, semakin lama suara Hamid semakin terdengar pelan. Sesaat kemudian,
Hamid menutup matanya untuk selama-lamanya.
Komentar:
Novel ini menceritakan permasalahan cinta yang terhalang oleh kesungkanan
dan ketidakberanian kedua tokoh untuk saling jujur dalam mengungkapkan
perasaannya, sehingga menyebabkan keduanya saling menderia. Hal yang menarik
dari novel ini adalah ketika dilanda rasa penyesalan Hamid ketika ia tidak
berani mengungkapkan perasaannya kepada Zainab, ia memutuskan untuk belajar
agama, mendalami ilmu agama, dan memperbanyak beribadah kepada yang Maha Kuasa.
Novel ini mengajarkan kita untuk selalu bersabar menghadapi persoalan hidup
yang dialami dan jangan mudah berputus asa karena setiap permasalahan pasti ada
jalan keluarnya asalkan kita mendekatkan diri kepada-Nya.
7. Judul : Anak
Semua Bangsa
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Novel Anak Semua Bangsa karangan Pramoedya Ananta Toer, adalah tetralogi
Pulau Buru, sekuel dari novel sebelumnya, yaitu Bumi Manusia. Masih
mengambil settingan tempat yang sama, yakni Surabaya dengan kurun waktu
1898-1918.
Berawal dari Minke yang harus merelakan istri tercintanya Annelies Mellema
untuk pergi ke negeri Belanda. Untuk memantau keadaan istrinya, dia telah
menyuruh teman baiknya Robert Jan Dapperste atau Panji Darman untuk mengikuti
Annelies dan selalu berkirim kabar lewat surat.
Setelah Minke mendapatkan kabar dari Panji Darman bahwa istrinya tersebut
telah sampai di negeri Belanda, tidak beberapa setelah itu Minke harus menerima
kenyataan pahit bahwa sang istri tercinta akhirnya meninggal dunia dan
dimakamkan di negeri tersebut. Kehidupannya terus berjalan tanpa Annelies,
tetapi Minke tetap tinggal di rumah Wonokromo bersama sang mertua Nyai
Ontosoroh.
Di sela-sela rasa kagumnya akan usaha pergerakan negeri-negeri lain di belahan dunia timur dalam mencapai kemajuan,
Minke dihadapkan pada sebuah kritikan dan saran yang cukup tajam dari rekan
karibnya sendiri, Jean Marais. Marais menyarankan Minke untuk mengenali lebih
dalam bangsanya sendiri dan menulislah menggunakan bahasa yang dimengerti oleh
bangsanya. Selama ini dia dinilai hanya mengagumi bangsa barat dan hanya mau
menulis dalam bahasa Belanda saja. Berita mengenai pemberontakan para petani
Tulangan melawan tuan tanah pabrik gula pun membuat Minke tersentuh, dia
menyadari betapa terpuruknya pribumi bangsanya yang tidak bisa berbuat apa-apa
di tanahnya sendiri.
Sekembalinya
Minke ke rumah Wonokromo, sang mertua Nyai Ontosoroh harus kembali menerima
kekalahan dari pengadilan kulit putih mengenai aset usaha perkebunan. Rumah perkebunan Boerderij
Buitenzorg yang dikelola dan dibesarkan oleh Nyai Ontosoroh harus diserahkan
kepada Mauritz Mellema, anak sah Herman Mellema dan kakak tiri Annelies. Hal
tersebut merupakan gambaran sifat tamak dan sewenang-wenang dari bangsa
kolonial terhadap pribumi yang tidak dapat berbuat apa-apa.
Komentar:
Untuk pertama kalinya, saya keliru membaca novel ini karena ini adalah
novel Tetralogi. Saya membaca novel ini pertama sebelum saya pernah membaca
novel Bumi Manusia yang seharusnya saya baca terlebih dahulu agar lebih
mudah dalam mengerti dan memahami alur dalam novel ini. Secara keseluruhan
novel ini mengandung tema sosial, budaya, ekonomi dan politik. Untuk nama-nama
tokohnya terkadang sulit untuk mengingatnya karena nama yang terkesan panjang
dan sulit diucapkan. Namun, dilihat dari cerita novel ini yang berhubungan
antara kebudayaan Jawa dan Belanda, ditambah dengan adanya interaksi dari tokoh
utama “Minke” dengan kehidupan Belanda. Kehidupan Minke di Belanda tidak lepas dari
memperjuangkan hak-hak pribumi yang tak lepas dari unsur politik dan ekonomi.
8. Judul : Bukan
Pasar Malam
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Roman ini bercerita tentang seorang pemuda tentara revolusi yang baru saja
keluar dari penjara di Jakarta lalu dihadapkan pada keyataan ayah yang sedang
sakit keras. Dalam keadaan yang serba kekurangan karena baru keluar dari
penjara, tokoh aku mencoba mencari pinjaman uang dari teman-teman untuk biaya
pulang ke Blora, tempat ayahnya dirawat. Setelah didapatkannya uang itu, dengan
cepat ia memboyong istrinya untuk pergi ke Blora. Ia sangat prihatin melihat
keadaan rumah yang sudah tidak layah huni, ditambah dengan keadaan adik
perempuannya yang juga sakit terbaring lemas dan tak berdaya.
Kemudian ia pergi ke rumah sakit dan melihat ayahnya yang dulu gagah berani
dan kini kurus kering bagaikan sebilah dipan dan kelihatannya sudah tidak
adaharapan untuk sembuh lagi. Ketika ia ditawari oleh sang paman untuk pergi
berobat ke dukun, ia mau saja, walaupun sebenarnya ia tak percaya dengan
hal-hal yang berbau mistis, tetapi ia lakukan demi kesembuhan sang ayah. Tidak
ada perubahan pada sang ayah, penyakitnya malah bertambah parah. Ia tak tega
ketika melihat sang ayah yang selalu batuk. Di tambah lagi dengan sang istri
yang mengajak kembali ke Jakarta.
Hari ke hari
keadaan sang ayah semakin parah, semua anak-anaknya selalu berusaha untuk
memenuhi permintaan ayahnya. Ketika kedaan bertambah buruk ayahnya memilih
untuk pulang dan dirawat di rumah. Setelah beberapa hari di rumah akhirnya sang
ayah menghembuskan nafas terakhir. Ketika semua teman-teman almarhum datang
melayat, mereka membiacarakan kematian. Mereka mempertanyakan megapa manusia
harus lahir dan mati seorang diri. Mengapa manusia tidak labir ramai-ramai dan
mati ramai-ramai. Hidup ini bukan pasar malam, orang beruduyun-duyun datang dan
berduyun-duyun pergi.
Komentar:
Menurut saya, novel ini enak untuk dibaca karena jumlah halamannya yang
tidak terlalu tebal dan jalan ceritanya yang tidak membingungkan sehingga
pembaca mudah memahami cerita yang ada di novel ini. Penggunaan konflik dalam
roman ini lebih banyak ditekankan pada konflik batin, terutama pada tokoh
utamanya. Roman ini mengingatkan kita bahwa disetiap tanah yang kita injak
terdapat darah para pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya untuk tanah yang
dicintai. Untuk itu, hargailah jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang
untuk kemerdekaan negeri ini.
9. Judul : Si
Jamin dan Si Johan
Penulis : Merari Siregar
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini menceritakan si Jamin dan si Johan yang tinggal bersama ayah dan
ibu tirinya. Kehidupan mereka tidak seindah apa yang diharapkannya karena ayah
mereka, Bertes adalah seorang pemabuk berat. Ibu mereka yang baik, bernama Mina
yang telah meninggal dunia. Ayahnya menikah lagi dengan Inem, seorang wanita
yang buruk tingkah laku dan bicaranya yang juga tukang menghisap candu. Jamin
dipekerjakan sebagai seorang peminta minta dan jika Jamin pulang dengan uang
yang diperoleh kurang dari yang diinginkan Inem maka Johan tidak segan segan
dipukulinya dan bahkan mengancam bahwa adiknya akan dibuang ke sungai. Begitu
juga dengan ayahnya yang sering memukuli mereka karena tidak sadar diri dalam
keadaan mabuk.
Suatu ketika Jamin pergi dan belum mendapatkan apa-apa, ditambah saat itu
hujan dan dia belum makan karena tidak mendapat sedikitpun uang, ia tidur di
depan toko milik Kong Sui, yang dikenal sebagai orang yang sangat baik. Melihat
kondisi Jamin, mereka memberi makan dan baju ganti, serta beberapa uang dan
makan untuk adiknya. Dalam saku celana yang diberikan nyonya Fi tertinggal
sebuah cincin. Dan si Jamin dan Johan bergegas untuk mengembalikan kepada
nyonya Fi. Dalam perjalanan Jamin tertabrak trem karena menyelamatkan si Johan
dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Cincin yang dibawa Jamin terjatuh. Johan
mengambilnya dan mengembalikan pada nyonya Fi. Johan sangat sedih karena pada
akhirnya ia harus ditinggalkan oleh kakaknya untuk selama lamanya. Ketika kabar
kematian itu di dengar oleh ayahnya, dia hanya bisa terdiam dan menyesali
perbuatannya yang telah ia lakukan selama ini. Jamin dimakamkan di sebelah
makam ibunya.
Kini Johan
tinggal bersama Kong Sui dan Nyonya Fi. Terdengar kabar bahwa Inem ibu tirinya
telah meninggal dunia karena mati lemas. Sekarang hidup Johan sudah membaik
setelah tinggal di rumah Kong Sui, kini Johan juga sudah bersekolah dan Bertes
mendapat pekerjaan. Johan pun tidak akan pernah melupakan semua kebaikan Kong
Sui dan Nyonya Fi dan berharap agar dapat membalas kebaikan mereka.
Komentar:
Cerita yang disajikan dalam novel ini menarik, yaitu tentang dua anak yang
bernama Jamin dan Johan. Untuk anak seumuran mereka sudah memiliki sifat yang
mampu berpikir secara dewasa terutama Jamin yang menjaga dan merawat adiknya di
tengah permasalahan rumah tangga kedua orang tuanya. Novel ini memberikan gambaran kapada kita
untuk sesama sudara haruslah saling menyayangi. Selain itu, janganlah melakukan
perbuatan yang dapat menyebabkan kondisi psikis anak menjadi buruk apalagi
dengan kekerasan secara fisik, dan apabila kita melakukan kesalahan segera
bertaubat sebelum terlambat. Sebaiknya, kepada sesama baiklah kita saling
menolong terutama saat seseorang itu tengah dilanda kesusahan. Dalam novel ini
banyak sekali nilai moral yang dapat diambil, untuk itu, buku ini menarik untuk
dibaca karena sarat dengan ajaran-ajaran yang baik.
10. Judul : Harimau-Harimau
Penulis : Mochtar Lubis
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Novel ini menceritakan mengenai tujuh orang pria yang terdiri dari Pak Haji
Rakhmad, Wak Katok, Pak Balam, Sutan, Buyung, Talib, dan Sanip telah seminggu
lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar untuk mencari nafkah demi
istri dan anak-anaknya, terkecuali Buyung, yang paling muda diantara mereka dan
belum menikah. Wak Katok merupakan pemimpin rombongan pendamar itu. Mereka
semua bermalam di sebuah pondok di ladang milik Wak Hitam.
Wak Hitam mempunyai empat orang istri, namun istri yang paling mudalah yang
menemaninya di huma. Ia bernama Siti Rubiyah. Ia masih muda dan cantik. Wak
Katok maupun muridnya yang muda-muda diam-diam menyukainya, tetapi sebenarnya
mereka takut pada Wak Hitam yang mempunyai ilmu sihir yang hebat. Siti Rubiyah
dipaksa orangtuanya menikah dengan Wak Hitam. Ada cerita yang mengatakan bahwa
Wak Hitam bersekutu dengan iblis, setan, dan jin, dan dia memelihara seekor
harimau siluman. Saat itu Wak Hitam sedang sakit demam yang tak kunjung sembuh.
Di antara mereka bertujuh tengah berburu rusa, tetapi kerap merasakan bahwa
harimau mengikuti mereka. Akibatnya, nyawa Pak Balam, Talib, dan Sutan tak
dapat diselamatkan akibat diserang oleh harimau itu. Yang tersisa hanyalah Pak
Haji, Wak Katok, Sanip dan Buyung. Wak Katok marah, ia tidak senang setelah Pak
Balam di masa kritisnya sebelum meninggal, ia menceritakan segala dosa-dosanya
yang terdahulu kepada teman-temannya. Mulai dari situ terbongkarlah sosok Wak
Katok yang sesungguhnya. Selama ini ia berpura-pura menjadi orang yang ahli
silat, ia juga sebenarnya dukun palsu dan menembak Pak Haji dengan senapannya
sampai meninggal.
Dari kejadian itu Buyung dan Sanip mengatur strategi untuk bisa mengambil
senapan itu dari tangan Wak Katok. Diikatnya Wak Katok dan ia dijadikan umpan
agar harimau itu dapat Buyung bunuh. Sebelum meninggal, Pak Haji pernah berkata
bahwa “Bunuhlah lebih dahulu harimau dalam
hatimu dan percayalah pada Tuhan”. Kata-kata itu menyadarkan Buyung bahwa ia
harus percaya adanya Tuhan yang selalu melindungi dan jangan menaruh dendam
pada orang lain. Akhirnya, Buyung berhasil menembak mati harimau itu sebelum ia
menyerang Wak Katok.
Komentar:
Novel ini mengungkapkan sifat manusia yang mungkin dimiliki sebagian orang,
yaitu ingin terpandang sebagai orang yang baik di hadapan orang lain sedangkan
sifat aslinya keluar ketika ia tidak diperhatikan oleh orang banyak. Novel ini
mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang wajib melawan keburukan di manapun
itu berada. Salahlah bagi orang yang tidak peduli dan tidak mau mengingatkan
orang lain untuk memperbaiki keburukan mereka. Manusia di mana juga di dunia
harus mencintai manusia, dan untuk menjadi manusia, haruslah membunuh harimau
di dalam dirinya yaitu perasaan yang menimbulkan dosa. Dengan ungkapan
“bunuhlah harimau dalam hatimu”, yang dapat diartikan bahwa haruslah kita
belajar dari kesalahan dan kekurangan orang lain dan janganlah menaruh dendam terhadap
orang lain.
11. Judul : Di
Kaki Bukit Cibalak
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel ini terdiri atas tiga belas bagian yang menceritakan secara
keseluruhan mengenai pemuda yang bernama Pambudi yang lahir dan dibesarkan di
alam pedesaan, di Kaki Bukit Cibalak. Semua berawal dari peristiwa diketahuinya
penggelapan uang desa yang dilakukan Pak Dirga, tetapi ia menolak untuk berada
dipihaknya. Hal itu membuatnya dimusuhi oleh Pak Dirga dan pengikutnya, sampai
pernah ia disantet agar menghilang dari desa itu.
Akhirnya Pambudi memutuskan untuk hijrah ke Yogyakarta untuk mencari
pengalaman hidup dan menuntut ilmu. Ia bertekad untuk membongkar semua
kebusukan yang dilakukan oleh Pak Dirga dengan cara menulis opini di surat
kabar yang pernah membantunya ketika mengumpulkan sumbangan untuk salah seorang
tetangganya yang dioperasi. Surat kabar itu menjadi senjata ampuh dan efektif
untuk mengkritik kebobrokan pemerintahan di desanya hingga akhirnya Pak Dirga
dapat ditahan.
Saat di Jogja
ia juga bertemu dengan seorang perempuan bernama Mulyani yang merupakan anak
pemilik toko tempat kerjanya dahulu. Mulyani juga sempat menyatakan perasaan
kepadanya, tetapi Pambudi gamang untuk meninggalkan desanya, Cibalak.
Komentar:
Dengan menceritakan permasalahan sosial, yaitu dengan keberanian
mengungkapkan kebenaran di antara godaan-godaan yang bisa berupa suap dan
lainnya yang menggugah nafsu untuk mencegah terkuaknya sebuah kebenaran dan
tetap merahasiakan keburukan yang ada. Novel ini bernuansakan pedesaan dan
pembelaan seorang Pambudi terhadap orang kecil yang sebetulnya sebagai wujud
kritik sosial yang terjadi di struktur pemegang kekuasaan yang korupsi hingga
ke desa kecil sekalipun. Bahasa yang digunakan dalam novel ini sederhana sehingga
mudah untuk dipahami. Selain itu, novel ini memberikan pengajaran bagi
pembacanya bahwa kebenaran dan kejujuran dapat mengalahkan ketidakadilan.
12. Judul : 5 cm
Penulis : Dhonny Dhirgantoro
Penerbit : PT Grasindo
Novel ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup lima orang pemuda
yang bersahabat selama tujuh tahun semasa awal perkuliahan sampai saat ini.
Kelima anak muda tersebut ada Zafran, Genta, Arial, Ian, dan Riani. Mereka
begitu akrab dan selalu menjalani aktivitas sehari-hari bersama. Begitu
seringnya mereka bersama, titik jenuh menghampiri mereka. Dalam hubungan
persahabatan pun kejenuhan pasti ada walaupun sedikit. Ketika mereka menyadari
bahwa hal-hal yang mereka lakukan bersama-sama selama ini terasa hambar dan
biasa saja, Genta berinisiatif untuk tidak saling berkomunikasi satu sama lain.
Genta membuat keputusan ini dikarenakan hubungan mereka yang terasa hambar dan
biasa saja, dan juga masih ada mimpi-mimpi yang belum terlaksana diantara
mereka, terutama Ian, yang sampai saat ini belum menyelesaikan studi S1 nya di
Universitas Indonesia.
Awalnya usulan Genta ini tidak disetujui oleh teman-temannya, tetapi setelah
rasionalisasi dilakukan, kelimanya sepakat untuk tidak bertemu dan tidak berkomunikasi
selama tiga bulan. Selama tiga bulan inilah mereka saling mendewasakan pribadi
masing-masing. Ian fokus kepada tugas akhirnya, Genta fokus kepada proyek Event
Organizernya, Arial fokus terhadap pacar barunya, Zafran semakin mendalami
kecintaannya pada sastra, dan Riani yang fokus terhadap pekerjaannya sebagai
pegawai swasta.
Tiga bulan pun
berlalu, dan akhirnya mereka berjanji untuk bertemu di sebuah stasiun. Mereka
membawa perlengkapan-perlengkapan yang telah direncanakan oleh Genta. Genta
enggan untuk mengatakan hendak kemana mereka. Namun, ketika sampai pada tempat
tujuan yakni di kota Malang Jawa Timur, barulah Genta mengatakan tujuan mereka.
Genta berencana untuk melakukan reuni bertemunya mereka dengan melakukan
perjalanan menuju puncak tertinggi di pulau Jawa yaitu di puncak Mahameru.
Dalam perjalanan menuju Mahameru, mereka mendapatkan pengalaman yang luar biasa
yang mampu mempererat persahabatan mereka.
Komentar:
Novel ini menarik untuk dibaca, dengan menghadirkan cerita tentang
persahabatan yang sangat cocok dibaca oleh anak-anak muda. Sayangnya dalam
novel ini konflik yang dihadirkan begitu sederhana yaitu ketika mereka jenuh
dalam menjalani aktivitas bersama-sama, sehingga mereka memutuskan untuk
berpisah sementara sampai pada saat mereka bertemu kembali. Konflik ini begitu
sederhana dan sangat tidak umum untuk dijdikan sebagai klimaks dari sebuah
cerita dalam novel. Namun, dalam novel ini mengandung kata-kata yang
menginspirasi dan memotivasi dalam menjalani hidup dengan penuh semangat dan
pantang menyerah terutama pada aspek persahabatan dan semangat dalam mengejar
mimpi-mimpi. Pemilihan diksi dan gaya bahasa yang digunakan menggunakan
kata-kata kekinian yang mudah dipahami oleh pembaca terutama dikalangan pemuda
dan juga penempatan setting waktu dan latar diceritakan dengan detail dan
otentik serta tidak terkesan kabur.
13. Judul : Laskar
Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Novel ini diawali dari sebuah sekolah di daerah Belitung, yaitu Sekolah
Dasar Muhammadiyah yang terletak di Gantung, Belitung Timur. Ketika itu
merupakan detik-detik yang sangat menegangkan yang di rasakan oleh para
anak-anak yang ingin sekolah di sekolah dasar tersebut. Kesembilan murid yang
sudah mendaftar diantaranya Lintang, Ikal, A Kiong, Sahara, Syahdan, Borek,
Trapani, dan Kucai merasa gelisah karena sekolah yang akan mereka tempati akan
ditutup apabila muridnya tidak mencapai sepuluh orang murid.
Mereka sangat cemas karena takut sekolahnya ditutup. Sekolah dasar
Muhammadiyah ini merupakan sekolah dasar Islam yang paling tua di Belitung. Oleh
sebab itu apabila sekolah ini benar-benar ditutup, keluarga yang pra sejahtera
akan kesulitan mencarikan sekolah untuk anak-anaknya selain di sekolah dasar
Muhamdadiyah ini. Hanya di sekolah dasar inilah anak-anak yang kurang mampu
hanya bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar mereka.
Di tengah suasana yang sangat gelisah dan cemas itu, datanglah Harun,
seorang anak yang memiliki kekurangan mental. Dia menjadi penyelamat bagi
kesembian sahabat dan juga orang tuanya, karena dengan datangnya Harun jumlah siswa
yang mendaftar di sekolah dasar Muhammadiyah genap menjadi sepuluh. Hingga
akhirnya sekolah ini tidak jadi ditutup.
Dari inilah petualangan sepuluh anak itu dimulai. Hal-hal bodoh yang
diperbuat Borek, pemilihan ketua kelas diprotes oleh si Kucai, bakat yang
dimiliki Mahar yang sangat luar biasa, Ikal yang pernah mengalami jatuh cinta,
hingga Lintang yang mempertaruhkan nyawanya yang setiap harinya bersepeda
pulang pergi dari rumah ke sekolah yang jaraknya 80 km. Mereka memiliki guru
yang sangat baik, guru itu bernama Bu Muslimah atau sering dipanggil Bu Mus
inilah yang memberikan nama Laskar Pelangi untuk mereka. Laskar Pelangi menjadi
pilihan karena kesepuluh anak itu sangat suka sekali dengan pelangi.
Lintang tidak pernah sama sekali merasa mengeluh akan keadaannya itu meski
ketika menuju ke sekolah dia harus melewati danau yang ada buayanya. Lintang
bisa dibilang murid yang cerdas. Itu karena Lintang memiliki alasan yang kuat
yaitu supaya dia bisa belajar. Hal ini dibuktikan ketika dia mengikuti lomba
cerdas cermat bersama Ikal dan Sahara. Ikal dan timnya bisa mengalahkan tim
dari Drs. Zulfikar yang merupakan guru sekolah orang kaya SD PN yang memiliki
ijazah dan juga sangat terkenal, dengan jawaban tim Ikal yang membawa timnya
menjadi juara.
Selang
beberapa hari, Lintang tidak pernah masuk sekolah, pada akhirnya sahabat
Lintang dan Bu Mus memperoleh surat dari Lintang. Alasan Lintang tidak bisa ke
sekolah lagi disebabkan karena ayah Lintang telah meninggal. Beberapa tahun pun
berlalu sampai mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka semuanya memperoleh
pengalaman yang tak ternilai dari peristiwa yang dialami ketika mereka belajar
di SD Muhammadiyah. Sebuah ketulusan, persahabatan yang ditunjukkan dan juga
dicontohkan oleh Bu Mus, dan juga mimpi yang terus mereka wujudkan. Akhir
cerita Ikal melanjutkan sekolahnya di Paris, Sedangkan teman-teman lainnya
menjadi orang yang sukses dan membanggakan Belitung.
Komentar:
Novel ini sangat menarik untuk dibaca. Dengan menceritakan mengenai
permasalahan pendidikan yang ada di daerah Belitung yang merupakan pedesaan
yang kebanyakan masyarakatnya kurang memahami akan pentingnya pendidikan.
Walaupun begitu, anak-anak yang ingin sekali belajar tetap berjuang keras
dengan selalu rajin belajar. Banyak hal yang dapat diambil dari cerita ini,
yaitu bukan dengan fasilitas yang bisa menjadikan seseorang itu pintar dan juga
sukses, akan tetapi dengan kemauan yang tinggi dan bekerja keras yang bisa
mewujudkan impian yang kita impikan. Jangan mudah menyerah dalam menggapai
impian walaupun menemukan banyak rintangan yang menghalangi, berusaha
menghadapi masalah bukan malah menghindarinya.
14. Judul : Padang
Bulan
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Cerita bermula ketika Syalimah (ibu Enong) sedang diberikan kejutan oleh
Zamzami suaminya, yaitu sebuah sepeda yang sebenarnya diminta oleh Syalimah
empat tahun lalu. Tidak lama setelah itu, Syalimah mendengar kabar bahwa
Zamzami tertimpa longsor dengan posisi terlentang. Di hari pemberian hadiah
itu, Zamzami meninggal. Hal itu membuat Enong, anak pertama mereka, harus
mengadu nasib ke Tanjong Pandan demi menghidupi kembali keluarganya
menggantikan posisi ayahnya. Tak seorang pun yakin dengan dirinya karena ia
masih terlalu kecil, maka dia pulang dengan tangan hampa tanpa mendapat
pekerjaan.
Enong harus memikirkan pekerjaan lain. Mendulang timah adalah pilihan
terakhir yang menjadi solusi atas persoalan berat yang dihadapinya. Demi
mendulang timah, dia harus meninggalkan sekolah. Hebatnya, dia tak meninggalkan
minatnya pada bahasa Inggris. Peninggalan ayahnya yang paling berharga Kamus Bahasa Inggris Satu Milyar Kata menjadi
peledak semangatnya di kala sulit.
Di sisi lain di Pulau Belitong itu, Ikal, sedang didera cemburu karena baru
saja mendapat kabar dari detektif kontet yang terkena penyakit gila nomor 31
bernama M. Nur yang berkata bahwa A Ling akan menikah dengan Zinar. Segala
usaha dilakukan Ikal untuk mengalahkan Zinar dan merebut kembali A Ling. Apa
yang diikuti Zinar, maka Ikal adalah lawannya yang pertama. Ikal akan balas
dendam.
Pada pertandingan catur, Ikal kalah telak. Tak boleh menyerah, Ikal ikut
pula pertandingan Voli. Namun, dia ditolak untuk bergabung dengan tim karena
lompatannya (dengan tangan terangkat) tidak berhasil melewati net voli. Masih
ada pertandingan ping pong yang membuat Ikal percaya diri, karena ia sudah
menggulung banyak sekali orang kampung di atas meja tenis itu. Ternyata yang
terjadi lain ceritanya. Ia harus bersembunyi dibawah meja untuk menghindari
pukulan Zinar yang cepat dan tajam. Hingga yang tersisa hanyalah sepak bola,
tetapi sepanjang permainan, dia hanya duduk di bangku cadangan. Maka putuslah
harapan Ikal untuk bisa melipat-lipat Zinar di hadapan A Ling.
Enong suka sekali mengumpulkan katalog produk terutama yang berbahasa
Inggris. Ketika mereka bertemu, Ikal secara tak sengaja melihat katalog peninggi badan milik Enong, hal itu membuat Ikal ingin
lebih tinggi dari Zinar. Setelah membaca testimoni dari para pengguna, Ikal
segera mengirimkan uang untuk memesan alat bernama peninggi badan bernama
Ortoceria.
Ketika produk itu sampai, Ikal langsung mencobanya di sebuah gudang
pencucian timah yang sudah lama ditinggal orang. Alat itu sangat sederhana,
memanfaatkan gravitasi untuk menarik badan pengguna supaya tinggi, serupa
dengan korset yang digantung dengan pemberat dibawahnya. Akhirnya, Ikal menggunakan
alat itu, lehernya terjerat. Untunglah Enong melihat kejadian itu, maka ia
menyelamatkan ikal dari maut dan cengkraman alat itu.
Ikal
sebenarnya sudah beberapa kali berencana pergi ke Jakarta untuk bekerja, tetapi
dia tidak jadi pergi demi A Ling. Harapan dengan A Ling sudah sirna. Ikal membulatkan
tekad sekali lagi untuk meninggalkan Belitong demi sebuah pekerjaan. Dia tak
mau setiap hari selalu dimarahi ibunya. Hingga pada akhirnya, datanglah A Ling
sebelum Ikal berangkat. Dengan kesal memarahi Ikal karena tidak berpamitan
terlebih dahulu sebelum pergi. A Ling menjelaskan jika Zinar hanyalah sanak
saudaranya. Ikal terkejut karena selama ini ia salah paham akibat perkataan detektif
kontet bernama M. Nur itu.
Komentar:
Novel ini menyajikan
keterkejutan yang sangat menghibur yaitu ketika Ikal mengetahui jika Zinar
hanya saudaranya A Ling. Dari novel ini juga dapat diambil pelajarannya, yaitu
jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain yang belum tentu benar
sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan juga kita jangan menyerah dalam
memperjuangkan sesuatu. Hal ini juga dapat terjadi pada zaman ini yaitu ketika
munculnya berita-berita bohong (hoaks). Untuk itu, kita harus senantiasa
berhati-hati dengan penyebaran berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. Selain
itu, kerja keras dan perjuangan yang dilakukan Enong mengajarkan kita bahwa
meskipun dalam keterbatasan, semangat belajar dan kerja keras tetap menyala.
15. Judul : Berkisar
Merah
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel ini menceritakan
mengenai kehidupan masyarakat
Karangsonga. Sebagian besar
bekerja sebagai penderas nira kelapa yang dibuat menjadi gula merah, jadi mayoritas mereka adalah kalangan bawah yang hanya untuk makan saja susah. Dalam novel
ini diceritakan pasangan suami istri
bernama Darsa dan Lasi yang harus menanggung kehidupan yang berat. Darsa yang
penderes, beristerikan Lasi yang cantik dan berkulit putih. Ternyata Lasi merupakan keturunan campuran antara mbok Wiryaji dengan
seorang tentara Jepang yang setelah pernikahannya tidak pernah kembali ke desa
dan hilang.
Masyarakat Karangsonga harus bertaruh nyawa ketika sedang memanjat pohon
kelapa untuk mengambil nira. Karena jatuh,
Darsa sempat menderita kelainan di sekitar alat reproduksinya, lemah pucuk. Dia hanya dirawat oleh seorang dukun bayi, Bunek. Lasi dengan
setia tetap menemani suaminya meski dalam kondisi lemah dan selalu ngompol.
Setelah Darsa pulih kembali, Bunek minta agar dicobakan pada Sipah, perawan tua
anak Bunek sendiri. Darsa berada pada pilihan sulit akhirnya mau menerima
tawaran itu. Hingga berujung pada kepergian Lasi ke kota untuk
meninggalkannya. Ia pun menikah dengan anak Bunek.
Cerita lalu banyak membedah batin Lasi. Sebagai perempuan desa yang cantik
yang telah terbiasa hidup dengan segala kemiskinannya selama dua puluh empat
tahun, secara tiba-tiba dihadapkan dengan norma-norma kehidupan kota besar yang
amat sangat asing baginya. Dia yang ditampung sementara oleh ibu Koneng,
pengelola warung tempat para sopir truk mampir yang juga menjadi tempat
berpangkalnya para perempuan “pacar” para sopir truk, menyaksikan nilai-nilai
sosial yang teramat sulit dipahami oleh seorang perempuan desa yang sederhana
dengan tingkat pendidikan yang rendah. Misalnya, keintiman lelaki dan perempuan
yang selama ini dipahami sebagai perilaku yang didasari oleh percikan jiwa dan
cinta, di warung itu bisa terjadi dengan begitu gampang, oleh siapa saja, dengan
dasar beberapa lembar uang kertas.
Lasi akhirnya
dikawini Pak Handarbeni, ia menikmati segala kemewahan materi yang tidak pernah
terbayangkan oleh bekas seorang isteri penderes nira dari desa Karangsoga.
Namun di balik segala kemewahan materi, penderitaan batin Lasipun amat berat. Dia merindukan desanya, emaknya, dan Kanjat, teman sepermainannya waktu
sekolah yang sekarang sudah menjadi mahasiswa dan hampir lulus. Pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh lama dalam hidupnya membuat Lasi
makin linglung karena berdiri di antara dua nilai kehidupan yang dipisahkan
oleh jurang yang teramat dalam.
Komentar:
Novel ini menceritakan dengan jelas dalam menggambarkan perbedaan situasi
dalam kehidupan di pedesaan dan perkotaan, menggunakan alur yang jelas sehingga
pembaca mudah untuk mengikuti jalan ceritanya. Dari novel
ini, dapat diambil beberapan pesan yang
disampaikan oleh penuls bahwa kehidupan kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang berada di atas kadang berada dibawah, menumbuhkan
sifat setia kepada pasangan, dan perjuangkan tujuan hidup yang diimpikan sampai
mampu untuk meraihnya.
16. Judul : Negeri
5 Menara
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel ini menceritakan tentang Alif yang dari kecil sudah bercita-cita
ingin menjadi B.J Habibie. Selepas tamat SMP, Alif berencana melanjutkan
sekolah ke SMU negeri di Padang yang akan memuluskan langkahnya untuk kuliah
dijurusan yang sesuai. Namun, Amak menginginkan Alif jadi penerus Buya Hamka,
membuat mimpi Alif kandas.
Alif diberi pilihan sekolah di sekolah agama atau mondok di pesantren.
Sempat marah tapi akhirnya Alif ikhlas karena tidak ingin mengecewakan harapan
orang tua khususnya ibunya. Atas saran
dari pamannya di Kairo alif kecil pun memutuskan untuk melanjutkan sekolah di
pondok yang ada di Jawa Timur, yaitu Pondok Madani.
Awalnya Alif setengah hati menjalani pendidikan di pondok karena dia harus merelakan cita-citanya yang ingin kuliah di ITB dan
menjadi seperti Habibie. Kalimat bahasa Arab yang didengar Alif dihari pertama
mampu mengubah pandangan alif tentang melanjutkan pendidikan di pesantren sama
baiknya dengan sekolah umum. Man jadda
wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil.
Di Pondok Madani, Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari
Sumenep, Atang dari Bandung dan si jenius Baso dari Gowa, Sulawesi. Ternyata
kehidupan di pondok tidak semudah
dan sesantai menjalani sekolah biasa. Hari-hari Alif dipenuhi kegiatan hapalan
Al Quran, belajar siang-malam, harus belajar berbicara bahasa Arab dan Inggris
di enam bulan pertama, karena pondok mewajibkan semua murid berbahasa Arab dan
Inggris. Belum lagi peraturan ketat yang diterapkan PM pada murid yang apabila
melakukan sedikit saja kesalahan dan tidak taat peraturan yang berakhir pada
hukuman yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya.
Hal yang paling berat dijalani di pondok adalah pada saat ujian, semua murid belajar 24 jam nonstop dan hanya
beberapa menit tidur. Mereka benar-benar harus mempersiapkan mental dan fisik
yang prima demi menjalani ujian lisan dan tulisan yang biasanya berjalan selama
15 hari. Ditahun kedua dan seterusnya kehidupan Alif dan rekan-rekannya lebih
berwarna dan penuh pengalaman menarik. Semua terasa begitu kompak dan
bersahabat, sampai pada suatu hari yang tak terduga, Baso, teman alif yang
paling pintar dan paling rajin memutuskan keluar dari pondok karena permasalahan ekonomi dan keluarga.
Kepergian
Baso, membangkitkan semangat Alif, Atang, Dulmajid, Raja dan Said untuk
menamatkan pondok dan menjadi
orang sukses yang mampu mewujudkan cita-cita mereka menginjakkan kaki di benua Eropa
dan Amerika. Kini semua mimpi mereka telah menjadi nyata. Mereka berenam telah berada lima negara yang
berbeda. Alif berada di
Amerika, Raja di Eropa, sementara Atang
di Afrika, Baso berada di Asia, sedangkan Said dan Dulmajid sangat nasionalis
mereka di Indonesia tercinta. Di lima
menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun.
Tuhan sungguh Maha Pendengar. Man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh
akan berhasil.
Komentar:
Novel ini
sangat menarik untuk dibaca, dengan menghadirkan kisah seorang Alif yang
memiliki cita-cita tinggi ingin menjadi seperti Habibie dan tidak terkecuali
dengan teman-temannya. Ada hal yang sangat saya sukai di novel ini, yaitu
mantra “man jadda wajada” yang berarti barang siapa yang
bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Hal ini dapat menjadi motto hidup
siapa saja yang ingin berhasil mencapai cita-citanya karena untuk mencapai
cita-citanya diperlukan kerja keras dan usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
17. Judul : Ranah
3 Warna
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Dikisahkan, Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Selepas dari pesantren, Alif dilingkupi banyak cita-cita, salah satunya
adalah melanjutkan pendidikan di bidang teknologi tinggi di Bandung, sukses
seperti Pak Habibie lalu merantau ke Amerika Serikat. Namun, keinginan Alif
tersebut tiba-tiba membuat ia sadar bahwa ia tak memiliki ijazah, karena pada
saat itu pondok pesantren belum berwenang untuk menerbitkan ijazah
layaknya sekolah yang disubsidi pemerintah. Tapi hal tersebut tidak
menggoyahkan cita-cita Alif. Dengan kerja kerasnya ia kemudian berhasil meraih
ijazah melalui ujian persamaan SMA.
Selanjutnya, Alif ikut UMPTN dan berhasil kuliah di Bandung, tepatnya di
jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjajaran. Meski tidak berhasil
masuk ITB, tapi bagi Alif tak mengapa. Ia tetap menjalani kuliahnya
sungguh-sungguh. Meski ia sering mengalami berbagai masalah seperti
keuangan dan semacamnya. Ditambah lagi, ayahnya meninggal pada saat
Alif kuliah di Bandung. Awalnya Alif hampir menyerah, hanya saja ia
kembali teringat mantra yang ia dapat di pesantren, yaitu ”Man Shabara Zhafira”
yang artinya, siapa yang bersabar akan beruntung. Ia pun memilih untuk berjuang
dan bersabar. Ia terus membela impiannya, walau badai silih berganti menghadang
kehidupannya.
Pada akhirnya,
Alif berhasil memperbaiki masalah keuangannya dengan menulis. Bahkan dengan
hasil menulis itu, ia bisa mengirimkan sedikit uang bagi keluarganya di
kampung. Seiring berjalannya waktu, Alif tiba pada keberuntungannya yang
pertama dimana ia terpilih sebagai mahasiswa utusan dalam program pertukaran
pelajar ke Benua Amerika. Alif memilih negara Kanada. Di sana, ia tinggal
bersama keluarga angkat. Mereka sangat dekat. Saat tiba
waktu Alif kembali ke Indonesia, keluarga angkatnya di Kanada sangat sedih.
Alif meninggalkan janji untuk mereka, bahwa kelak ia akan kembali ke Kanada.
Janji tersebut ditepatinya sebelas tahun kemudian. Ia kembali
berkunjung ke Kanada bersama isterinya.
Komentar:
Novel ini sangat menarik untuk dibaca, sebagai lanjutan dari novel Negeri
5 Menara. Seperti dalam novel sebelumnya, ada hal yang sangat saya sukai di
novel ini, yaitu mantra “man shabara zhafira” yang berarti barang siapa yang bersabar akan beruntung. Hal ini dapat juga menjadi motto
hidup siapa saja yang ingin berhasil mencapai cita-citanya tetapi terhalang
oleh hambatan dan rintangan yang ada. Dikatakan juga bahwa kita tidak boleh
mudah menyerah, kita harus senantiasa bersabar dan terus berusaha demi
mewujudkan cita-cita.
18. Judul : Rantau
1 Muara
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel ini
menceritakan tentang usaha Alif untuk membiayai keluarga,
hidup dan kuliah. Awal mula
usaha Alif menjadi mahasiswa setelah lulus dari pondok Madani. Alif merantau ke
kota untuk melanjutkan sekolahnya dan diaber diam diri di rumah sewaan. Sudah lama Alif tinggal di kos dan diajugaakan lulus, tapi untuk membiayai
semua itu Alif tidak sanggup. Hal ini di sebabkan saat Alif ke Kanada. Uang
Alif di ke kedua orang tuanya dan oleh-oleh buat semua orang-orang
dekatnya.
Namun, semua itu bias ditangani Alif. Pada saat Alif
pergi ke rumah tetangga untuk meminjam uang dan ternyata tetangga itu tidak mau meminjami. Ia mengingatkan
kepada Alif bahwa Alif sering mengirim artikel ke koran di Bandung dan semua itu dimuat selama Alif tidak ada di Indonesia. Setelah itu, Alif bergegas pergi ke kantor redaksi untuk mengambil honor. Alif tidak
menyangka bahwa dirinya bisa mengelilingi separuh dunia tanpa membayar sepeser
pun dan telah sukses membiayai hidup, keluarga dan kuliah sendiri sampai lulus
S1.
Alif hanya bisa menjadi penulis dan wartawan, mungkin dengan tulisan itu
dan karya jurnalistiknya yang berguna dan abadi. Pada akhirnya
Alif bergabung dengan “Derap” (Majalah Berita). Alif pindah ke
Jakarta untuk melaksanakan tugas Derap nya. Dengan Itu
Alif harus tinggal di sebuah rumah kecil di Jakarta, rumah itu sangat kecil. Pada saat Alif tugas wawancara, Alif minta tolong kepada temannya untuk
menjadi partner latihan wawancara bahasa inggris.
Setelah
beberapa hari bertugas wawancara akhirnya Alif dapat sekolah di salah satu
universitas di Washington DC untuk melanjutkan S2 nya. Alif bersyukur perlu sepuluh tahun untuk bisa kuliah di negeri orang. Ketika Alif sakit orang yang membuat Alif lebih baik adalah mas Gondo, Mbak
Hilda dan Mas Nanda. Tapi ia dapat kabar baik dari Dinara yaitu ia mendapatkan
beasiswa ke Inggris. Sampai di
tanah air Alif dan Dinara tidak bisa melupakan peristiwa selama hidupnya di
Negeri orang dan mereka bisa bersyukur bisa bekerja sekaligus menjadi mahasiswa
yang bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga di rumah.
Komentar:
Novel ini sangat menarik untuk dibaca, sebagai lanjutan dari novel Negeri
5 Menara dan Ranah 3 Warna. Seperti dalam novel sebelum-sebelumnya, ada hal
yang sangat saya sukai di novel ini, yaitu mantra “man saara ala darbi
washala” yang berarti barang siapa yang berjalan di
jalannya akan sampai di tujuan. Hal ini dapat juga menjadi motto hidup karena
dengan berjalan pada arah yang benar akan mengantarkan kita kepada tujuan kita.
19. Judul : Salah
Pilih
Penulis : Nur Sutan Iskandar
Penerbit : Balai Pustaka
Di sebuah tempat bernama Sungaibatang, Maninjau, Suku Minang, Sumatera
barat, tinggal sebuah keluarga yang terdiri atas seorang ibu, seorang anak
laki-laki dan seorang lagi perempuan, serta seorang pembantu. Ibu itu bernama
Mariati, si lelaki, Asri, dan yang perempuan, Asnah. Sementara pembantu itu
bernama Liah dan dua anak itu biasa memanggilnya Mak Cik Lia. Asri dan Asnah
semakin lama semakin dewasa dan semakin akrab sebagai saudara. Mereka terbiasa
jujur satu sama lain, bahkan Asnah mengetahui rahasia kakaknya yang tidak
diketahui sang bunda, begitu juga sebaliknya.
Namun, ada satu hal
yang sangat dirahasiakan Asnah, dia menyayangi Asri lebih dari seorang kakak,
melainkan rasa sayang seorang kekasih. Gadis itu sangat terpukul ketika sang
ibu meminta anak lelakinya untuk segera menikah, dia tahu bukan ia yang akan
menjadi pendamping Asri karena adat melarang pernikahan sesuku seperti mereka.
Asri menjatuhkan pilihan pada seorang putri bangsawan yang cantik, adik kandung
mantan kekasihnya. Gadis itu bernama Saniah. Mereka bertunangan lalu menikah
setelah melewati beberapa adat Minangkabau. Keduanya
memiliki perbedaan yang sangat kuat dalam masalah adat.
Saniah selalu disetir sang ibu untuk mengikuti adat yang sangat kaku dan
kuno menurut Asri, karena Asri sudah terbiasa dengan pendidikan luar yang
bebas. Ia sangat menghormati adat, namun ia tidak suka terlalu dikekang dan
dipaksa-paksa seperti yang dilakukan Saniah padanya. Selain itu, Saniah adalah
wanita yang sombong, keras kepala, membedakan kelas sosial masyarakat, dan
tidak suka bergaul dengan tetangga. Saniah sangat cemburu dengan keberadaan
Asnah dan ia ingin menyingkirkan gadis itu dengan berbagai cara, tentunya peran
sang ibu tidak tertinggal.
Suatu hari penyakit bu Mariati menjadi sangat parah. Asnah beserta Mak Cik
Liah bergantian menjaganya, tak lupa juga Asri lebih sering mengunjungi ibunya
yang telah diasingkan Saniah di bagian rumah mereka yang lain. Penyakit bu
Mariati tidak dapat disembuhkan dan nyawanya telah lepas dari raga. Sebelum
meninggal, ibu itu berpesan kepada anaknya, ia menyesal telah meminta Asri
menikah, apalagi dengan Saniah. Wanita itu juga menjelaskan adat Minang yang
tidak melarang Asri dan Asnah menikah karena mereka tidak sedarah. Wanita itu
berpesan agar anak lelakinya itu menikah dengan anak angkatnya, Asnah yang
sifatnya sangat mulia dan dimata semua orang.
Setelah kematian sang bunda, Asri selalu memikirkan petuah terakhir itu.
Dan ia baru menyadari perasaan sayangnya kepada Asnah yang lebih setelah teman
lamanya, Hasan Basri datang kepadanya untuk meminta izin memperistri Asnah. Ia
sangat cemburu dan tidak bisa mengambil keputusan, sehingga segalanya ia
serahkan kepada Asnah. Asri sangat lega ketika Asnah menolak pinangan teman
lamanya itu. Tanpa saling bicara, keduanya bisa mengerti bahwa ada cinta
diantara mereka. Saniah menangkap keganjilan pada suaminya sehingga ia
memaki-maki Asnah sebagai wanita yang tidak tahu diri. Kejadian itu diketahui
Asri sehingga ia sangat marah kepada Saniah dan keduanya bertengkar hebat, sementara
Asnah memilih pergi dari rumah itu dan tinggal bersama bu Mariah, adik ibu
Mariati. Semenjak kepergian Asnah, Asri tetap sering bertengkar dengan Saniah
hingga ia tidak betah lagi berada di rumah gadang itu.
Suatu ketika bu Saleah, ibu dari Saniah mendapat kabar bahwa anak lelakinya
akan menikah dengan gadis biasa di perantauan. Ibu itu merasa geram, ia tidak
mau mempunyai menantu miskin dan dari suku lain, kemudian ia mengajak Saniah
beserta pembantu mereka pergi ketempat putranya untuk menggagalkan pernikahan
itu. Saking geramnya, bu Saleah meminta sopir mobil yang ia sewa untuk mengebut
walaupun jalanan sangat sulit. Alhasil, mobil yang mereka tumpangi kurang
kendali sehingga masuk jurang lalu Saniah dan ibunya meninggal dunia.
Semenjak Asri
menduda, banyak wanita yang datang menghampirinya, tetapi ia tidak pernah goyah
untuk mencintai Asnah, walaupun wanita-wanita yang menghampirinya lebih cantik.
Asri tidak bisa lagi menahan cintanya. Setelah berunding dengan bibinya yang
sekarang merawat Asnah, ia memutuskan menikah dengan Asnah dan meninggalkan
segala harta dan jabatannya untuk merantau ke Jawa, karena jika tidak pergi
dari situ, maka keduanya akan dikeluarkan dari suku secara tidak hormat.
Perantauannya menghasilkan sesuatu yang baik. Asri punya kedudukan yang baik
dan keduanya mempunyai banyak teman di sana. Ditengah rutinitas mereka di Jawa,
tepatnya di Jakarta, tiba-tiba datang surat dari Maninjau meminta agar keduanya
kembali ke sana dan Asri diminta untuk menjadi kepala pemerintahan. Tanpa pikir
panjang mereka setuju untuk kembali ke Maninjau walaupun berat juga
meninggalkan kawan-kawannya di Jakarta, mereka sangat rindu dengan kampung
kelahirannya itu. Setibanya di Maninjau, mereka disambut meriah oleh warga yang
sangat menghormati Asri atas jasa-jasanya sebelum ia merantau dulu dan atas
kelembutan tabiat Asnah. Berawal dari Asri yang salah pilih istri, ia menjadi
tahu siapa orang yang sebenarnya ia cintai dan dengan berusaha keras ia mampu
hidup bersama sang kekasih dalam mahligai rumah tangga yang penuh cinta di
kampung halaman tercinta.
Komentar:
Novel tersebut
masih menggunakan gaya bahasa Melayu yang
menjadikannya sulit dipahami untuk pembaca, sehingga
dalam membaca novel ini diperlukan kehati-hatian dalam membacanya. Dalam novel ini digambarkan adat istiadat suku Minang yang ketat, tetapi seorang
yang berpendidikan seperti Asri mampu meluruskan adat tersebut, jika ada yang
tidak logis, maka tidak perlu dipakai lagi. Kebaikan keluarga ibu Mariati dan
Asnah patut dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Novel tersebut mengajarkan kita untuk tidak serakah
dan congkak, serta saling mengasihi sesame keluarga
20. Judul : Bumi
Manusia
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera
Dipantara
Novel ini berisikan sebuah cerita tentang perlawanan kaum pribumi melawan
kolonialisme belanda. Cerita ini bermula saat pribumi bernama Minke pemuda
pribumi putra seorang bupati yang berkesempatan menempuh pendidikan di H.B.S
merupakan salah satu siswa yang pandai. Karakter minke adalah pribumi yang
cerdas dan berani melawan penindasan terhadap dirinya. Ia diperolok temannya
karena kulitnya berbeda dengan temannya keturunan belanda. Minke sangat
mengagungkan Eropa dan
melupakan budayanya karena merasa eropa jauh lebih baik dalam segala hal.
Minke diajak temannya berkunjung ke Wonokromo sebuah perusahaan dan
perkebunan tebu milik Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh dipaksa menikah orang
tuannya kepada orang Belanda, dan
dijadikan gundiknya. Awalnya Nyai Ontosoroh menolak dan benci kepada sang suami
(Tuan MellemaDari sang suami pula Nyai Ontosoroh belajar tentang perusahaan
hingga benar-benar berpengalaman sampai seluruh perusahaan yang mengendalikan
adalah Nyai Ontosoroh meskipun pada akhirnya . Pernikahan itu melahirkan
Annelies yang cantik jelita keturunan Jawa-Belanda. Pertemuan itulah adalah
pertemuan pertama yang membuat Annelies dan Minke jatuh cinta. Suatu hari Minke diminta Nyai Ontosoroh untuk
datang kembali ke Wonokromo karena sejak kepergiannya Annelies sering melamun
dan pekerjaannya banyak yang salah. Minke menjadi tempat curahan hati Annelies
ia bercerita tentag keluarganya bahwa karena suatu hal ayahnya yang dulu baik
berubah karena suatu hal. Yaitu saat anak papanya datang dan memperolok papanya
serta menghina mamanya dan menuntut haknya. Sejak itu sang papa jarang pulang
dan Nyai Ontosoroh yang mengurus seluruh perusahaan dan perkebunan. Minke
semakin dekat dengan keluarga itu. Bahkan Minke dan Annelies diperbolehkan
tidur bersama satu ranjang.
Minke dikejutkan saat suatu pagi ia dijemput agen polisi untuk dibawa ke
kantor polisi, kemudian Minke naik dokar dan ternyata menuju ke gedung bupati
kota B. ternyata saat itu adalah saat dimana ayah Minke diangkat menjadi
bupati. Ayahhanda Minke sangat marah karena Minke tak pernah membalas surat
dari sang ayah. Selesai berurusan di kota B Minke kembali ke Surabaya namun
karena suatu hal demi menjaga kebaikan semuanya Minke tidak ke Wonokromo. Suatu
hari Minke mendapat kabar bahwa Annelies sakit keras karena merindukan Minke.
Nyai Ontosoroh memasrahkan Annelies pada Minke. Setelah kedatangan Minke
Annelies sembuh. Berbagai masalah datang dalam kehidupan Minke dan Annelies.
Minke melanjutkan pendidikannya hingga lulus sebagai lulusan terbaik H.B.S ia
tak menyangka seorang pribumi berada diatas eropa. Dan di hari bahagia itu
minke dan annelies mengumumkan pernikahannya. Pesta pernikahan besar-besaran
digelar dengan tata cara islam.
Enam bulan
telah terlewati. Keluarga itu lagi-lagi dihantam badai. Annelies dan Nyai
menghadap ke pengadilan putih yang memutuskan semua hak-hak kuasa kekayaan Tuan
Mallema jatuh pada anak kandungnya. Hal itu membuat keluarga itu sangat
terkejut. Juga surat yang menunjukkan bahwa Mauris Mellema menjadi wali bagi
Annelies. Dan pengasuhnya di Nederland. Hal ini membuat Minke hampir pingsan.
Sejak saat itupun kesehatan Annelies mulai terganggu. Nyai sudah menyepa
advokat untuk membantu. Inilah perkara bangsa kulit putih yang menelan pribumi.
Nyai dan Minke tak ingin menyerah dalam perkara ini. Mereka terus melawan.
Pribumi harus mempertahankan hak-haknya tidak boleh ditindas eropa saja. Semua
hal dilakukan Minke untuk mempertahankan Annelies dari menulis, berdemo hingga
mengajak forum islam yang membela Minke. Hari terus berlalu sampailah pada
saat-saat terakhir dimana Annelies akan pergi Annelies mempunyai permintaan
terakhir kepada mamanya untuk mengasuh seorang adik perempuan mirip Annelies.
Perempuan erop mulai menarik Annelies ia berjalan lambat-lambat menuruni tangga
dalam tuntunan orang eropa. Badannya Tampak sangat
rapuh dan lemah. Annelies pun pergi
menuju dimana Ratu Wilhelnima
berkuasa.
Komentar:
Kisah yang disajikan dalam novel ini mengalir begitu saja, sehingga
membuat pembaca merasa ketagihan untuk megetahui kelanjutan dari kisah Minke
ini. Penggambaran kehidupan masyarakat di masa pendudukan Belanda dan
perkembangan teknologi, sosial, dan budaya yang ada juga digambarkan cukup
jelas oleh penulis. Novel ini menunjukkan mengenai pentingnya belajar, karena
dengan belajar mampu mengubah nasib seseorang. Dibuktikan dalam novel ini yaitu
Nyai Ontosoroh yang tidak bersekolah dapat menjadi wanita dan guru yang hebat
bagi Minke.
21. Judul : Anak
dan Kemenakan
Penulis : Marah Roesli
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini menceritakan Mr. Muhammad Yatim, dr.Aziz, Puti Bidasari, dan
Sitti Nurmala. Selain hubungan persahabatan, diantara kedua pasangan anak muda
itu juga terjalin hubungan antara kekasih. Mr. Muhammad Yatim mencintai Puti
Bidasari sedangkan Sitti Nurmala menjalin hubungan dengan dr. Aziz. Ayah Mr.
Yatim, ingin menikahkan Yatim dengan Bidasari, tetapi lamaran Sutan Alamsyah
ditolak, karena mereka tahu asal-usul Mr. Yatim yang bukan anak kandung Sutan
Alamsyah tetapi anak dari tukang pedati yang miskin.
Sebuah rencana pernikahan yang tidak
disukai oleh keempat orang itu telah direncanakan. Namun, tiba-tiba beredar
kabar pula bahwa Yatim merupakan bangsawan. Hal itu membuat semua kembali
seperti semula. Akhirnya Mr.
Yatim dapat bersama dengan Bidasari.
Komentar:
Novel ini berbeda dengan kebanyakan novel
pada zamannya waktu itu. Dikarenakan dalam akhir novel ini diakhiri dengan
happy ending. Berbeda dengan karya Marah Roesli yang lain yaitu Sitti Nurbaya
yang memiliki akhir yang menyedihkan. Hal yang dapat
dipelajari dari novel adalah bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan
yang setimpal. Tuhan pasti akan memberikan jalan setiap kita mengalami
kesulitan. Kita harus taat dan patuh kepada orang tua, dan yang paling penting
amanat dari novel ini adalah setelah kita menjumpai kesulitan pasti ada jalan
keluarnya. Oleh karena itu, janganlah kita berputus asa dan sedih dalam
menghadapi masalah yang menimpa kita.
22. Judul : Larasati
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera
Dipantara
Novel ini menceritakan perjalanan Larasati, seorang bintang film termashyur
pada saat itu, dari Yogya ke Jakarta untuk menemui sang ibu tercinta yang sudah
tidak ditemuinya selama satu tahun. Dari awal cerita kita disuguhkan dengan
suasana hati Larasati yang tidak pernah tenang, ia selalu merasa curiga dan
ketakutan, takut dimata-matai. Alasannya karena ia tahu, meskipun ia seorang pelacur, ia tetap seorang republikein, sebutan bagi orang-orang yang mendukung Pemerintah Indonesia.
Begitu masyhur Ara di kalangan masyarakat, hingga perjalan lanjutannya dari
Cikampek menuju Jakarta terus dielu-elukan oleh banyak orang, terutama para
pemuda. Salah seorang diantara pemuda tersebut memberikan sebuah selendang
merah untuk Ara kenang. Pemuda-pemuda
itu tetap mengharapkan kesetiaan dan pertunjukannya kembali.
Sampai di Jakarta Ara bertemu dengan kawan lamanya yang ia kenal sebagai
penjilat, Mardjohan namanya. Marjodhan saat itu telah mendapat kedudukan dari
Belanda sebagai seorang produser film dan hendak mengajak Ara untuk bermain sebuah
film propaganda Belanda, jelas Ara menolak. Akibat penolakannya
tersebut, Ara menerima begitu banyak tekanan. Tekanan terberat baginya adalah diperlihatkan betapa busuknya kondisi
penjara Belanda saat itu. Tanpa disangka, di penjara ia bertemu degan ajudan
Opsir kenalannya di Cikampek, kondisinya sungguh mengenaskan. Badannya begitu
kurus, nafasnya kembang kempis dan nyata benar di kedua tangannya terdapat
bekas tali gantungan, dan pada akhirnya di depan mata Ara ajudan yang bernama
Ketut Suratna itu muntah darah dan menghembuskan nafas untuk yang terakhir
kalinya. Ara lemas dan jatuh pingsan karena tak kuasa melihatnya. Setelah Ara
sadar, ia diantar pulang ke rumah ibunya.
Dalam perjalanan pulang, Ara dikejutkan kembali dengan fakta bahwa
Martabat, supir yang mengantarnya ke rumah ibunya adalah seorang republikein
dari Sorong yang tengah menyamar diantara orang-orang NICA. Martabat meminta bantuan pada Ara untuk menghubungkannya dengan orang
pedalaman dan Ara kemudian memberitahukan bahwa Martabat dapat bertemu dengan
para pejuang yang berada di seberang kali Bekasi.
Sampai di
rumah ibunya, Ara terkejut karena mendapati bahwa ibunya tinggal di sebuah
gubuk yang sangat renta dan mejadi seorang babu di rumah keluarga Arab. Meski
begitu banyak hal getir yang telah dilalui Ara, hal tersebut tidak membuat jiwa
seorang republikeinnya kendur. Ketika raganya
sudah tak berdaya, jiwanya tetap mengidamkan revolusi. Betapa sedihnya
Ara saat mendengar Yogya jatuh ke tangan Belanda, dan betapa senang hatinya
saat Belanda akhirnya menyerah.
Komentar:
Novel ini
menceritakan mengenai nasionalisme di masa-masa penjajahan. Dari novel Larasati ini banyak nilai yang dapat diambil, diantaranya sosok
Ara yang sangat teguh pada prinsipnya untuk mendukung revolusi menunjukkan
bahwa bagaimanapun, kita tidak boleh menggadaikan jiwa nasionalisme kita hanya
karena lapar, kedudukan, atau harta. Kita tahu bahwa perjuangan untuk
benar-benar sampai pada tahap merdeka bukanlah perjuangan yang singkat dan
mudah, banyak nyawa yang rela gugur untuk mempersembahkan tanah air ini untuk
anak-cucunya, bahkan yang belum sempat mereka kenal. Dengan begitu,
novel ini mengajarkan kepada kita untuk menghargai jasa pahlawan dan senantiasa
memiliki nasionalisme yang tinggi.
23. Judul : Sanu
Infinita Kembar
Penulis : Motinggo Busye
Penerbit : Balai Pustaka
Berkisah tentang sosok Sanu yang hidup pada masa perang dengan komunis.
Sanu yang dicari-cari karena dianggap komunis, berusaha mencari penyelesaian
dari masalah yang dihadapinya itu. Mulai dari bergabung dalam perpolitikan
hingga ia mempelajari seni bela diri yang membuat indera keenamnya semakin
peka. Cerita dilanjutkan dengan perjalanan Sanu bersama dua infinitanya. Tidak
jarang terjadi hal-hal magik di luar logika. Sosok Sanu
yang menyadari kedua infinitanya, pergolakan emosinya, bagaimana dia berpikir dan
bertindak dengan situasi yang hadapinya.
Komentar:
Dalam membaca
novel ini, terkadang kita perlu membaca ulang cerita untuk
lebih memahami alur cerita. Novel ini bukanlah bacaan ringan seperti teenlit-teenlit. Namun, novel ini menyajiakan sesuatu yang berbeda yang membuat kita lebih terbuka terhadap fakta sejarah yang terjadi di Indonesia. Dengan latar G30S PKI,
kita diajak kembali ke masa tersebut. Melihat peristiwa-peristiwa apa saja yang
terjadi pasca G30S PKI. Penangkapan-penangkapan terhadap orang-orang PKI
termasuk sastrawan-sastrawan yang tergabung dalam komunitas Lekra. Bagaimana
para sastrawan tersebut ditangkapi padahal mereka tidak terlibat dalam
peristiwa G30S PKI yang kebenaran sejarahnya tentang peristiwa tersebut saja
masih dipertanyakan. Tidak sedikit sastrawan yang mencari perlindungan dalam
lindungan politik ataupun lari keluar negeri.
24. Judul : Harry
Potter dan Batu Bertuah
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Harry adalah anak tunggal dari pasangan James
Potter dan Lily Evant, kedua orang tuanya tewas terbunuh oleh sang penguasa
kegelapan "Lord Voldemort" saat terjadi pertempuran antara penyihir
putih dengan para pelahap maut. Harry sendiri hampir saja terbunuh pada saat
pertempuran itu, tapi ajaibnya ketika mantra kutukan kematian dilakukan
Voldemort kepada dirinya, kutukan tersebut malah berbalik arah menyerang
Voldemort sendiri sehingga jiwanya terlepas dari tubuh asli, sedangkan Harry
selamat dengan hanya meninggalkan bekas luka seperti sambaran kilat
dikepalanya, inilah yamg membuat Harry mendapat julukan "anak yang
bertahan hidup".
Setelah kejadian itu Harry pun menjadi yatim piatu.
Anak yang bertahan hidup ini akhirnya tinggal dan diasuh oleh keluarga bibi
Petunia dan paman Vernon. Selama sepuluh tahun disana, Harry belum pernah
diperlakukan secara baik, bahkan Dudley, anak super gemuk yang juga sepupu
Harry selalu berbuat keras terhadap dirinya.
Suatu hari saat ulang tahunnya yang kesebelas,
Harry tiba-tiba saja didatangi seorang manusia setengah raksasa, orang itu
membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan bibi Harry dengan mengatakan
bahwa Harry adalah seorang Penyihir. Sontak saja hal ini membuat kaget paman
dan bibinya, bagaimana mungkin rahasia yang mereka jaga selama ini terungkap
begitu saja. Singkatnya, Harry dibawa oleh Hagrid si manusia setengah raksasa
menuju kesebuah tempat yang sangat asing, disana ia diperkenalkan dengan sebuah
sekolah sihir bernama Hogwarts beserta segala komunitas sihir yang tersembunyi
selama ini.
Disisi lain kehidupannya di Hogwarts, Harry tinggal
di asrama Gryffindor bersama dua sahabat baiknya, Ronald Weasley yang terkenal
konyol dan lucu serta Hermione Granger yang cerdas luar biasa walaupun berdarah
muggle. Selain sahabat, ternyata Harry juga mempunyai musuh di Hogwarts, anak
asrama Slytherin yang berwajah pucat dan Severus Snape, seorang guru ramuan
Hogwarts yang dulu sempat mengabdi menjadi pelahap maut. Mereka berdua sering
ingin mencelakai Harry, tetapi selalu gagal.
Di akhir kisahnya, Harry berhasil tahu bahwa ada seseorang yang ingin
mencuri “sorcerer stone”, batu bertuah, yang disembunyikan di Hogwarts adalah Voldemort.
Komentar:
Novel ini merupakan novel yang sangat mendunia, dan menurut saya cerita
dalam novel ini sangatlah menarik Setelah membaca novelnya, saya melihat
filmnya, dan hasilnya cerita yang ada di dalam novel dan yang ditayangkan dalam
film sama persis dari awalan ceritanya hingga akhir cerita. Hal tersebut tentu
tidak membuat kecewa penggemar dari serial novel Harry Potter. Selain sebagai hiburan, novel Harry Potter dan
Batu Bertuah ini juga akan melatih daya Imajinasi kita karna bentuk ceritanya yang
imajinatif dan hayalan. Selain itu, amanat yang terkandung juga cukup bagus,
yaitu tentang perjuangan hidup dan persahabatan.
25. Judul : Harry
Potter dan Pangeran Berdarah Campuran
Penulis : J.K. Rowling
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Novel ini
dimulai dengan suasana yang
mencekam, dimana penyihir hitam paling berbahaya sepanjang masa Voldermort
beserta para Pelahap Maut melakukan kekacauan besar di seluruh negara Britania
Raya Inggris. Hal ini membuat pihak kementrian sihir pun kewalahan menghadapi
aksi mereka. Para muggle merasakan keberadaan mereka, tak
terkecuali dengan kepala sekolah sihir Hogwarts, Albus Dumbledore. Dari kejadian itu Dumbledore berusaha melindungi para siswanya termasuk
siswa kesayangannya Harry Potter.
Untuk menjatuhkan Voldermort, sang kepala sekolah membutuhkan bantuan Harry
Potter. Untuk itu, Hogwarts
membutuhkan guru baru di bidang ilmu ramuan. Diangkatlah kembali guru yang
sebelumnya pensiun yaitu Profesor Horace Slughorn. Kemauan Profesor Slughron
untuk kembali karena bantuan Harry yang telah membuat guru tersebut tertarik
untuk kembali mengajar.
Slughorn meminjamkan Harry buku teks tua Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan
yang bertuliskan nama pemiliknya, Pangeran Berdarah Campuran. Catatan-catatan
kecil dari pemilik buku yang berbakat itu membantu Harry menjadi unggul di
kelas Ramuan, dan mendapatkan reputasi melebihi Hermione. Sebagai hadiah, Slughorn memberikannya hadiah sebotol kecil Felix Felicis,
cairan keberuntungan.
Akhirnya Dumbledore mulai memberikan Harry pelajaran privat. Pelajaran ini
berupa pengetahuan mengenai masa lalu Voldemort dan diberikan dalam bentuk
memasuki kopi memori-memori orang-orang yang pernah berkaitan dengan masa lalu
Voldemort. Salah satu memori yang merupakan kopi dari memori Slughorn memiliki
bagian yang hilang. Dumbledore menugasi Harry untuk mengusahakan memori itu
dari Slughorn. Itulah alasan sebenarnya sang kepala sekolah mengajak kembali Slughorn
untuk kembali mengajar, yang tak lain adalah untuk mendapatkan memori Slughron.
Di mana memori tersebut bisa digunakan untuk mengungkap masa lalu Tom Riddle
alias Lord Voldermort.
Setelah lama berusaha, akhirnya Harry berhasil mendapatkan potongan memori
itu dari Slughorn. Dumbeldore berspekulasi bahwa Voldemort telah membagi
jiwanya menjadi tujuh bagian, dan menyimpan enam bagian dari jiwanya dalam
Horcrux untuk memastikan bahwa dirinya hidup abadi, sementara bagian ketujuh
tetap ada di tubuhnya. Dua Horcrux telah dihancurkan, yang pertama adalah buku
harian Tom Riddle yang dihancurkan oleh Harry dan cincin milik Marvolo Gaunt
oleh Dumbledore.
Kembali pada kisah Harry dan sahabat-sahabatnya. Harry berkenalan dengan
Lavender Brown yang merupakan gadis baru murid dari Gryffindor. Harry lebih
mencintai Ginny Weasley, adik dari Ron
Wesley, tetapi sayangnya
Ginny malah memilih Dean Thomas. Cerita makin berkembang di saat kecemburuan
Hermione Granger pada Ron yang lebih memilih kencan dengan Lavender. Akhirnya
Ron dan Hermione sering bercekcok, tapi percekcokan tersebut tak berlangusng
lama karena Ron diputus oleh Lavender karena kesalah pahaman Lavender.
Setelah puas memberikan kisah percintaan Harry dan sahabat-sahabatnya,
saatnya kembali pada misi Dumbledore dan Harry Potter yang ingin memburu
Horcux. Untuk mendapatkan Horcrux itu (sebuah liontin kalung warisan Salazar
Slytherin), kondisi Dumbledore menjadi sangat lemah akibat harus meminum
semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut.
Setelah Horcux didapatkan akhirnya mereka segera kembali Hogwarts. Mereka
disergap Draco Malfoy di atas Menara Astronomi. Draco mengakui bahwa ia telah
membukakan jalan bagi para pelahap maut untuk memasuki Hogwarts. Walaupun Dumbledore menemukan bahwa anak laki-laki yang nyata-nyata ketakutan
itu telah terpaksa untuk membantu anak buah Voldemort.
Para Pelahap Maut tiba dan mendesak Draco untuk menyelesaikan
misinya-membunuh Dumbledore. Belum sempat Draco membunuh Dumnledore, akhirnya Snape tiba. Tiba-tiba Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan
pembunuh avada kedavra. Tewasnya Dumbledore, menyebabkan manteranya yang
menahan Harry terangkat. Harry terbebaskan dan mengejar Snape. Keduanya berduel
singkat. Di saat itulah diketahui siapa sebenarnya Pangeran berdarah campuran
tersebut, yang tak lain adalah Snape.
Harry menemukan Horcrux liontin kalung di tubuh Dumbledore dan mendapati
bahwa itu adalah Horcrux palsu. Di liontin itu, di tempat untuk meletakkan
foto, ditemukan secarik perkamen dengan catatan yang menyebut penulisnya dengan
inisial R.A.B.
Komentar:
Novel ini sungguh-sungguh menarik, memancing rasa ingin tau yang
dimiliki pembaca. Pembaca diajak untuk berimajinasi membayangkan apa yang
terjadi waktu itu. Dalam novel ini, penulis banyak mengejutkan pembaca dengan
mengungkapkan hal-hal yang tidak terduga. Di akhir cerita, pembaca dikejutkan
dengan kenyataan bahwa Pofesor Snape adalah pangeran berdarah campuran yang
memiliki buku ramuan yang selama ini digunakan oleh Harry. Lebih mengejutkan
lagi ketika Snape mengeluarkan mantra yang membuat Dumbledore meninggal. Dengan
begitu, pembaca akan lebih penasaran lagi dengan kelanjutan ceritanya dalam
buku ketujuh serial Harry Potter.
26. Judul : Padang
Ilalang di Belakang Rumah
Penulis : Nh. Dini
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Dini hidup dalam keluaraga yang sangat rukun dan berkecukupan. Dini adalah
anak bungsu dari lima bersaudara. Kakaknya yang paling tua adalah Heratih,
Nugroho, Maryam, dan yang terakhir adalah Teguh. Pada saat penjajahan Jepang
ini, Dini masih duduk di bangku SD. Rumah orang tua Dini lumayan besar dan
mempunyai halaman yang cukup luas di depan dan di belakang rumah.
Keluarga Dini merupakan keluarga yang cukup kaya yang berada di
desanya. Sejak Jepang datang ke Indonesia, keadaan ekonomi keluarga Dini
mengalami kemunduran. Hal ini
menyebabkan kedua orang tuanya harus bekerja keras. Ibunya mulai membuat kue kering dan membatik untuk memenuhi kebutuhan
keluarga. Selain itu halaman yang cukup luas di depan dan belakang rumah
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Halaman belakang dijadikan tempat
untuk membuat kue dan membatik.
Saat terjadi
pemberontakan yang dilakukan oleh anak bangsa, suasana jadi menakutkan karena
Jepang sering sekali melakukan tembakan- tembakan. Banyak mayat yang tergeletak di jalan- jalan, semua warga harus mematikan lampu pada malam hari dan harus
menyerahkan harta benda kepada Jepang. Orang tua Dini
melarang anak- anaknya untuk
keluar rumah karena suasana pada saat itu sangat menakutkan. Hanya
ayahnya bersama dengan warga- warga yang
lain yang keluar dan memberi informasi yang terjadi kepada keluarga yang ada di
rumah. Setelah beberapa hari, keadan mulai tenang kembali dan ada kabar yang
sangat menggembirakan yaitu Indonesia telah merdeka
Komentar :
Novel ini menceritakan bagaimana kehangatan suatu keluarga dapat terjalin
dengan baik. Cerita yang disajikan banyak memberikan
pelajaran bagaimana arti saudara, arti kebersamaan dan kerukunan. Banyak
teladan yang dapat diambil ketika membaca novel ini, seperti usaha sang ibu
untuk mempertahankan hidup keluargannya dan sang ayah yang berusaha
melindungi keluarganya ketika suasana perang menggema. Serta pembantunya yang
tetap setia menemani penulis saat keadaannya masih kaya hingga kurang mampu. Cerita dalam
novel ini menggambarkan sebuah keluarga yang luar biasa di tengah suasana
perang yang mencekam.
27. Judul : Hujan
Bulan Juni
Penulis : Sapardji Djoko
Damono
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Novel ini menceritakan Sarwono, lelaki keturunan Jawa tulen, dengan Pingkan yang sejatinya mempunyai darah Manado dari
ayahnya dan darah Jawa yang
berasal dari ibunya. Sarwono merupakan dosen Antropolog di sebuah universitas.
Di sanalah ia bertemu dengan Pingkan, adik sahabatnya sendiri yang bernama
Toar. Pingkan juga sebagai dosen muda Jepang di universitas yang sama. Karena
sering bertemu itulah mereka menjadi akrab. Mereka sama-sama tahu bahwa mereka
saling mencintai walau menunjukkannya dengan cara berbeda.
Cerita cinta mereka penuh dengan liku karena banyak perbedaan, diantaranya
karena latar belakang, suku, dan agama. Bahkan orang tua Pingkan selalu
menyudutkan Pingkan agar tidak melanjutkan hubungannya dengan Sarwono dan
menjodohkan dengan lelaki bernama Katsuo yang juga menyukai Pingkan.
Pingkan adalah
orang yang pandai, ia dikirim oleh prodinya untuk melanjutkan studi di Jepang.
Sarwono merasa gamang. Terlebih saat ia mendengar bahwa Katsuo, lelaki Jepang
yang pernah dekat dengan Pingkan akan menjadi dosen di Universitas Kyoto,
kampus yang akan dimasuki oleh Pingkan. Pada akhir cerita, diceritakan mengenai
keadaan Sarwono yang tidak baik-baik saja karena sering merokok dan ada flek di
paru-parunya Ia pun memiliki penyakit paru-paru basah. Dia harus menahan rindu
kepada Pingkan sekaligus melawan penyakitnya sendiri.
Komentar:
Novel ini menarik untuk dibaca, diketahui pula
setelah membaca novel ini banyak kalimat-kalimatnya yang terdengar seperti puisi.
Hal tersebut terkadang menyebabkan pembaca agak kesulitan memaknai maksud dari
ceritanya tanpa membacanya secara menyeluruh. Membaca novel
ini mengharuskan berpikir sendiri bagaiamana akhir dari kisah Sarwono dan Pingkan, tetapi kita akan ikut hanyut dalam permainan kata yang penulis ciptakan. Penulis mengangkat konflik budaya dan sosial dalam novel ini, seperti perbedaan
agama dan keturunan dalam perjuangan cinta.
28. Judul : Cinta
Dalam Gelas
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Novel ini
menceritakan tentang Maryamah, seorang perempuan yang kuat dan sabar. Ayahnya telah
meninggal dunia membuat Maryamah ikut membesarkan adik-adiknya dengan jerih
payah yang ia lakukan dengan mendulang timah. Hingga adik-adiknya berkeluarga
dan diboyong oleh suami mereka. Tinggal Maryamah sendiri yang belum menikah
membuat sang ibu merasa sedih melihat keadaannya. Akhirnya
Maryamah menerima lamaran Matarom, meskipun rumah
tangganya kandas karena perilaku Matarom yang tidak baik.
Permainan catur adalah hal penting di kampung Belitong. Permainan ini
menjadi tradisi 17 Agustus yang dapat mengangkat derajat seseorang jika
menjuarai perlombaan catur tersebut. Permainan catur selalu diadakan
diwarung-warung kopi, karena kopi wajib hukumnya untuk orang Melayu. Maryamah berniat mengikuti lomba catur 17 Agustus, meskipun seumur-umur ia
belum pernah bermain catur karena hidupnya hanya untuk mendulang timah. Satu
satunya faktor yaitu Ia ingin mengalahkan Matarom, mantan suaminya yang selalu
berlaku kasar sejak mereka menikah dan Maryamah ingin memberi pelajaran
melewati permainan catur.
Matarom adalah jawara catur kampung belitong, sedangkan Maryamah hanyalah
seorang perempuan yang memiliki tekad kuad untuk mengangkat harga dirinya. Maryamah kemudian berurusan dengan seorang preman pasar pagi, seorang
lelaki yang bercita-cita menjadi teknisi antena parabola, dan seorang grand
master catur perempuan tingkat dunia yang berasal dari Georgia. Dalam cerita
ini tersangkut pula presiden perempuan Republik Indonesia, Kapten CHIP, dan dua
ekor burung merpati.
Awalnya sulit
bagi Maryamah mempelajari catur namun sifat kerja keras dan pantang menyerah
yang melekat kuat dalam dirinya membuat dia terus belajar walau selalu kalah
melawan Ikal. Pada akhirnya Maryamah telah mahir bermain catur, namun perbedaan
gender yang menghalangi Maryamah mengikuti perlombaan catur tersebut karena
sebelumnya belum pernah ada perempuan yang berani bermain catur melawan
laki-laki. Atas usaha kerasnya, akhirnya Maryamah berhasil mengikuti Perlombaan
catur dan menjadi juara mengalahkan Matarom. Kemenangan Maryamah telah
mengangkat harkat dan martabatnya
sebagai perempuan yang sejak remaja menjadi bulan-bulanan kaum
laki-laki.
Komentar:
Novel Cinta di Dalam Gelas menceritakan tentang kehidupan orang Melayu
tulen yang penuh dengan impian dan harapan, banyak sekali motivasi hidup dan
mengajarkan kepada kita bahwa belajar tidaklah memandang usia. Buku ini mampu menjangkau semua kalangan masyarakat. Kisah nyata yang
berada dilingkungan penulis membuat cerita ini menarik dibaca. Segeralah beli dan baca buku ini karena pembaca dapat memperoleh banyak
sekali motivasi hidup yang berguna dalam kehidupan.
29. Judul : Sang
Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Novel ini mengisahkan tentang tiga orang pemuda yang berjuang meraih
mimpi-mimpi dalam hidup mereka. Ketiga pemuda tersebut adalah Ikal, Arai, and
Jimbron. Mimpi-mimpi itu bermula dari sebuah desa kecil yang ada di pulau
Belitong. Ketika itu Ikal, Arai, dan Jimbron sedang belajar di dalam kelas yang
dibimbing oleh seorang guru bernama Julian Balia. Guru inilah yang menumbuhkan
bibit-bibit mimpi bagi Ikal, Arai, dan Jimbron untuk berani bermimpi
setinggi-tingginya. Ia berkata kepada anak-anak didiknya bahwa manusia harus
berani bermimpi.
Akibat nasehat inspiratif yang dilontarkan oleh guru mereka, maka bibit-bibit mimpi
dalam diri Ikal, Jimbron, dan Arai pun mulai tumbuh. Arai memantik semangat
kedua sahabatnya tersebut dengan kata-kata inspiratif seperti yang telah
dilontarkan oleh Pak Julian Balia. Arai bermimpi suatu saat nanti ia akan
berkeliling dunia dengan menjelajahi Eropa dan Afrika. Ikal pun terkesima
dengan mimpi yang ditularkan oleh Arai. Kemudian Arai pun menjelaskan langkah-langkah
yang harus mereka tapaki mulai saat ini demi mimpi-mimpi tersebut. Pertama-tama
mereka harus menyelesaikan sekolah, melanjutkan pendidikan perguruan tinggi,
dan mencari beasiswa S-2 di luar negeri. Mimpi Arai dan Ikal lantas tertuju
pada universitas Sorbone Paris yang juga akan menjadi tujuan mereka berikutnya.
Ikal terpengaruh oleh mimpi Arai dan berniat untuk mengikuti sahabatnya itu.
Sementara Jimbron masih menyembunyikan mimpi apa yang hendak ia kejar.
Upaya untuk terus bersekolah sampai lulus SMA dilakukan oleh ketiga remaja
itu dengan kerja keras dan air mata. Arai, Jimbron, dan Ikal adalah anak-anak
dari keluarga miskin yang mengharuskan mereka untuk bekerja demi memenuhi
kebutuhan sekolah. Sepulang sekolah ketiga sahabat itu bekerja serabutan di
warung kopi dan tempat pelelangan ikan. Tak jarang mereka menjadi kuli panggul
di pelabuhan. Semua itu mereka lakukan demi mimpi-mimpi yang sedang mereka
kejar. Arai dan Ikal sudah memantapkan hati untuk berlayar ke Jakarta dan
mencari kerja sambilan sebagai batu loncatan berkuliah di Universitas
Indonesia.
Ketika hendak berlayar dengan menggunakan kapal tumpangan, perpisahan
mengharukan antara Arai, ikal, dan Jimbron tak terelakkan lagi. Jimbron
memutuskan untuk tetap tinggal di Belitong dan meneruskan mimpinya di tempat
asalnya tersebut. Ia memberikan dua buah tabungan berbentuk kuda kepada Arai
dan Ikal dengan mengatakan sesuatu hal yang sangat mengharukan. “kalian berdua
akan pergi ke Paris dengan menggunakan kudaku,” begitu kata Jimbron yang disambut
dengan peluk dan tangis Arai dan Ikal.
Perjuangan
dalam meraih mimpi-mimpi itu pada akhirnya membuahkan hasil. Beberapa tahun
berlalu setelah Ikal lulus dari Universitas Indonesia dan sekembalinya Arai
dari Kalimantan, kedua sahabat itu dipertemukan kembali di sebuah ruang
wawancara penerima beasiswa S2 di Universitas Sorebone. Akhirnya kuda pemberian
Jimbron benar-benar membawa mereka berdua pergi ke Paris. Petualangan Arai dan
Ikal berikutnya membawa mereka menjelajahi benua Eropa dan Afrika sebagaimana
mimpi yang telah mereka tetapkan beberapa tahun yang lalu.
Komentar:
Keunggulan yang ada pada
novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata ini terletak pada penggunaan gaya bahasa
kepenulisan yang khas seperti halnya pada novel sebelumnya yakni Laskar
Pelangi. Dalam novel ini juga menyajikan tentang pesan moral yang sangat kuat yakni
beranilah bermimpi dan berjuang untuk meraihnya. Mimpi, harapan, kerja keras,
dan doa yang berjalan beriringan akan menemui hasil yang memuaskan. Dalam novel
ini banyak mencontohkan tokoh-tokoh inspiratif diantaranya adalah Arai yang
selalu menumbuhkan mimpi-mimpi, Ikal yang setia terhadap sahabatnya, Jimbron
yang penuh perhatian, Pak Julian Balia yang seorang guru inspiratif, dan masih
banyak lagi. Novel ini cocok dibaca oleh
semua kalangan terutama pada segmentasi remaja. Di dalam novel ini termuat nilai-nilai
positif diantaranya ialah pantang menyerah, gigih, berani menetapkan tujuan/ target, berani bermimpi, mengajarkan tentang dedikasi, dan lain sebagainya.
30. Judul : Hafalan
Shalat Delisa
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Novel ini menceritakan seorang anak perempuan berumur enam tahun yang
bernama Delisa. Delisa adalah seorang anak yang lugu, polos, dan suka bertanya.
Ia anak bungsu dari empat bersaudara dalam keluarganya, kakak-kakaknya bernama
Cut Fatimah, Cut Zahra, dan Cut Aisyah. Mereka berdomisili di Aceh, tepatnya di
Lhok Nga. Abinya bernama Usman dan uminya bernama Salamah.
Delisa mendapatkan tugas dari Ibu Guru Nur, yakni tugas menghafal bacaan
sholat. Ummi yang berjanji akan memberikan hadiah jika ia berhasil menghafalkan
bacaan sholat membuat semangat Delisa untuk menghafal. Ummi telah menyiapkan
hadiah kalung emas dua gram berliontin D untuk Delisa, sedangkan Abi akan
membelikan sepeda untuk hafalan sholatnya jikalau lulus. Ketika Delisa mempraktikkan hafalan sholatnya di depan kelas, tiba-tiba Gempa
bumi berkekuatan 8,9 SR yang disertai tsunami melanda bumi Aceh. Seketika
keadaan berubah. Ketakutan dan kecemasan menerpa setiap jiwa saat itu.
Namun, Delisa tetap melanjutkan hafalan sholatnya. Ketika hendak sujud yang
pertama, air itu telah menghanyutkan semua yang ada, menghempaskan Delisa.
Shalat Delisa belum sempurna. Delisa kehilangan Ummi dan kakak-kakaknya. Enam
hari Delisa tergolek antara sadar dan tidak. Ketika tubuhnya ditemukan oleh
prajurit Smith yang kemudian menjadi mualaf dan berganti nama menjadi prajurit
Salam. Bahkan pancaran cahaya Delisa telah mampu memberikan hidayah pada Smith
untuk bermualaf.
Beberapa waktu lamanya Delisa tidak sadarkan diri, keadaannya tidak kunjung
membaik juga tidak sebaliknya. Sampai ketika seorang ibu yang di rawat
sebelahnya melakukan sholat tahajud, pada bacaan sholat dimana hari itu hafalan
shalat Delisa terputus, kesadaran dan kesehatan Delisa terbangun. Kaki Delisa
harus diamputasi. Delisa menerima tanpa mengeluh. Luka jahitan dan lebam
disekujur tubuhnya tidak membuatnya berputus asa. Bahkan kondisi ini telah
membawa ke pertemuan dengan Abinya. Pertemuan yang mengharukan. Abi tidak
menyangka Delisa lebih kuat menerima semuanya. Menerima takdir yang telah
digariskan oleh Allah.
Beberapa bulan setelah kejadian tsunami yang melanda Lhok Nga, Delisa sudah
bisa menerima keadaan itu. Ia memulai kembali kehidupan dari awal bersama
abinya. Hidup di barak pengungsian yang didirikan sukarelawan lokal maupun
asing. Hidup dengan orang-orang yang senasib, mereka korban tsunami yang
kehilangan keluarga, sahabat, teman dan orang-orang terdekat. Beberapa bulan
kemudian, Delisa mulai masuk sekolah kembali. Sekolah yang dibuka oleh tenaga
sukarelawan. Delisa ingin menghafal bacaan sholatnya. Akan tetapi susah, tampak
lebih rumit dari sebelumnya. Delisa benar-benar lupa, tidak bisa mengingatnya.
Lupa juga akan kalung berliontin D untuk delisa, lupa akan sepeda yang di
janjikan abi. Delisa hanya ingin menghafal bacaan sholatnya.
Akhirnya, Delisa mendapatkan kembali hafalan sholatnya. Sebelumnya malam itu Delisa
bermimpi bertemu dengan umminya, yang menunjukkan kalung itu dan permintaan
untuk menyelesaikan tugas menghafal bacaan sholatnya. Kekuatan itu telah
membawa Delisa pada kemudahan menghafalnya. Hafalan sholat karena Allah, bukan
karena sebatang coklat, sebuah kalung, ataupun sepeda. Suatu ketika, Delisa
sedang mencuci tangan di tepian sungai, Delisa melihat ada pantulan cahaya
matahari sore dari sebuah benda, cahaya itu menarik perhatian Delisa untuk
mendekat. Delisa menemukan kalung D untuk Delisa dalam genggaman tangan manusia
yang sudah tinggal tulang. Tangan manusia yang sudah tinggal tulang itu tidak
lain adalah milik Ummi Delisa. Delisa sangat terkejut.
Komentar:
Novel ini menarik untuk dibaca, dengan
bahasanya yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami. Tulisan-tulisannya
dikemas dengan baik sehingga mampu menyentuh hati pembacanya. Dalam novel ini
terkandung nilai-nilai religious dan nilai-nilai sosial. Menceritakan mengenai
keharmonisan dalam keluarga, mengajarkan kita untuk saling tolong-menolong, dan
hidup rukun dengan tetangga, serta mengingatkan kita untuk beribadah kepada
Tuhan secara ikhlas tanpa ada imbalan apapun, selalu tabah dan tidak mudah
menyerah ketika dihadapkan dengan ujian yang berat sekalipun.
31. Judul : Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Sejak kecil Sabari jatuh hati pada Marlena, gadis cantik pujaanya. Inilah awal mula semua kisah hebat ini. Sabari, yang
jago puisi adalah Isaac Newtonnya pelajaran Bahasa
Indonesia. Dalam segala situasi, kemampuan berbahasa
Sabari tidak boleh dipertanyakan. Ketika ujian,
Marlena mengambil kertas jawaban Sabari begitu saja dan menyalin semua
jawabannya. Di sanalah mereka pertama kali bertemu.
Marlena sedikitpun tidak tertarik pada Sabari. Jangankan tertarik, justru dia jijik. Hebatnya,
Sabari tidak pernah menyerah. Dengan
kemampuannya berpuisi dia selalu menciptakan kalimat-kalimat indah untuk pujaan
hatinya itu. Kisah cinta masa SMP itu ternyata tidak
berakhir sampai di sana. Hingga tamat sekolah pun, Sabari tetap mengejar-ngejar
Marlena. Segala cara dilakukan Sabari untuk merebut hati Marlena, termasuk
dengan cara bekerja di tempat Markoni sang juragan batu bata. Markoni adalah
ayah Marlena.
Sabari bekerja dengan baik dan langsung menjadi pegawai teladan. Markoni menghadiahinya medali. Sabari dengan
banggu mengalungkan medali itu ketika bekerja sembari berharap Marlena
terpukau.Jangankan terpukau, selirik pun Marlena tidak peduli. Kejadian aneh
memang selalu terjadi.Marlena hamil. Entah siapa
lelaki itu, tidak ada yang tahu. Demi menutup
aib keluarga, Marlena terpaksa menikah dengan Sabari. Sosok Sabari yang
demikian hebat mau saja menerima Marlena dan anak yang dikandungnya itu apa
adanya.
Lahirlah anak beruntung itu. Namanya Zorro. Sekalipun bukan anak
kandungnya, Sabari justru merawat Zorro dengan baik. Zorro adalah anak kesayangannya. Tapi Marlena
tetaplah Marlena.Sediktipun dia tidak peduli dengan Sabari. Bahkan, dia
meninggalkan Sabari dan Zorro begitu saja, lalu menikah lagi dengan lelaki
lain. Yang membuat Sabari nyaris gila adalah suatu hari, Zorro direbut kembali
oleh Marlena. Marlena ingin menikah dengan lelaki
lain (untuk kesekian kalinya) dan Zorro akan berada di pelukan ibunda. Zorro besar bersama ibunya. Sosok Sabari
masih samar-samar di ingatanya karena dia masih terlalu kecil ketika berada di
pangkuann Sabari.
Sabari
benar-benar gila. Pertama dia
kehilangan Marlena.Tidak apa-apa, masih ada Zorro yang menjadi penghibur
hatinya. Kemudian dia kehilangan Zorro anaknya itu. Setelah itu
semua yang dimilikinya pergi meninggalkannya, termasuk kucingnya.
Komentar:
Buku ini begitu mendidik, sekaligus menghibur. Mendidik kita supaya menjadi manusia yang tahu adat, tahu bagaimana harus
menjalani hidup, tahu bagaiman harus memosisikan orang-orang yang ada di
sekitar kita, khususnya mereka yang mencintai kita. Buku ini adalah gambaran sempurna tentang cinta ayah kepada anaknya. Memang
tidak begitu mengharukan, tetapi apa yang terjadi pada Sabari adalah sesuatu
yang unik, indah, memilukan, membahagiakan, di waktu yang bersamaan.
32. Judul : Sitti
Nurbaya
Penulis : Marah Roesli
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini menceritakan mengeni Sitti Nurbaya yang merupakan anak saudagar
kaya, Baginda Sulaiman. Sejak kecil, Sitti Nurbaya berteman akrab dengan
Samsulbahri, putra Sutan Mahmud Syah. Hubungan mereka yang seperti kakak-adik
berubah menjadi cinta kasih, Samsulbahri menyatakan perasaannya kepada Sitti
Nurbaya sebelum ia pergi ke Jakarta untuk melanjutkan studinya. Munculah Datuk
Maringgih yang tidak senang dengan kesuksesan Baginda Sulaiman. Melalui kaki
tangannya, ia menghancurkan segala usaha milik Baginda Sulaiman. Hal tersebut
membuat Baginda Sulaiman jatuh miskin. Tentu saja Datuk Maringgih masih saja
membuat jebakan yaitu dengan meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman.
Akibat tidak bisa melunasi utangnya tepat waktu, Datuk Maringgih mengancam
Baginda Sulaiman agar dipenjara atau menjadikan anaknya menjadi istrinya. Hal
itu didengar oleh Sitti Nurbaya dan ia bersedia menjadi istri Datuk Maringgih
asal ayahnya tidak dipenjara. Pernikahan mereka tidak lebih sebagai perniagaan.
Mendengar kabar pernikahan dan penderitaan yang dikirimkan Nurbaya kepada
Samsul, membuatnya sangat sedih dan membuatnya ingin segera menemui Sitti
Nurbaya. Sayangnya hal itu diketahui oleh Datuk Maringgih yang pada akhirnya
menimbulkan keributan sampai hal itu terdengar oleh Baginda Sulaiman yang
menyebabkannya terkejut dan jatuh dari tangga hingga ia meninggal. Akibat
peristiwa itu membuat Samsulbahri pergi ke Jakarta karena ayahnya sangat marah
kepadanya. Nurbaya juga ingin menyusulnya ke Jakarta tetapi itu menjadi akhir
dari kehidupannya karena sebelum pergi ia telah diracun oleh Datuk Maringgih
yang membuatnya meninggal dunia.
Sepuluh tahun
kemudian di Kota Padang sering terjadi kejahatan yang didalangi Datuk
Maringgih. Samsulbahri yang kini namanya berubah menjadi Letnan Mas ditugaskan
untuk mengamankan Padang. Setelah mereka berdua bertemu terjadilah pertempuran
yang menyebabkan keduanya meninggal dunia. Pada akhirnya, Samsulbahri
dimakamkan di samping makam Nurbaya. Di akhir cerita, kelima tokoh yaitu ayah
Nurbaya, Sitti Nurbaya, ibu Samsulbahri, Samsulbahri, dan ayah Samsulbahri
dimakamkan berjajaran.
Komentar:
Novel ini mengisahkan tentang kisah mengharukan dalam mengungkap
dimensi-dimensi kompleks dari manusia menyangkut cinta, kekejaman, dan kisah
tragisnya, yaitu mengenai kisah cinta antara Sitti Nurbaya dengan Samsulbahri
yang murni karena cinta mereka tidak pernah padam walau maut telah melanda
mereka. Novel Sitti Nurbaya menggambarkan secara rinci telah memberikan
sebuah pengalaman yang sangat penting terhadap kehidupan sosial, karena kisah
tersebut menggambarkan nilai-nilai baik, sosial budaya, agama dan pendidikan. Ada pula moral yang dapat diambil yaitu rela mengorbankan apa saja terutama
hal itu dilakukan demi orang tuanya sebagai upaya berbakti kepada
orang tua.
33. Judul : Katak
Hendak Jadi Lembu
Penulis : Nur Sutan Iskandar
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini
menceritakan tentang Haji Hasbullah yang dengan
berat hati menerima pinangan dari sahabat karibnya Haji Zakaria. Alasan
berat hati menerima pinangan itu karena Suria, anak Haji Zakaria, mempunyai
sifat yang kurang baik, manja, suka berfoya-foya, dan tinggi
hati. Dan juga Zubaidah, anak Haji Hasbullah, sebenarnya ingin mencari
jodoh sendiri namun karena Zubaidah tergolong anak patuh maka ia menurut saja
kehendak ayahnya.
Setelah
lahir anak pertama dan kematian Haji Zakaria, Suria meninggalkan Zubaidah
seorang diri merawat Abdulhalim. Suria pergi karena ingin berfoya-foya,
menyenangkan hatinya dengan warisan yang ia terima dari sepeninggal ayahnya.
Namun, setelah
hartanya habis ia kembali ke Haji Hasbullah dan Zubaidah, meminta maaf serasa
menyesal dan tak akan mengulangi kesalahan lagi. Setelah permintaan maaf
diterima bukannya berubah baik, malah semakin
parah.
Pada waktu
itu, Suria telah bekeja sebagai juru tulis di
kantor asisten kabupaten. Penghasilannya yang kecil selalu tak mencukupi
kebutuhan keluarganya. Abdulhalim tepaksa dibawa kakeknya dan disekolahkan di
sekolah Belanda, lalu dilanjutkan ke sekolah bergengsi di Bandung. Sementara
itu, lahirlah anak Suria yang kedua dan ketiga, nama mereka adalah Saleh dan
Aminah. Oleh Suria, keduanya disekolahkan di HIS. Itu semua dilakukan Suria
hanya karena ia ingin dipandang dan dihormati masyarakat. Suria tidak melihat keadaan
keluarganya yang memiliki utang yang semakin lama semakin menumpuk. Untuk
menutupi utang-utang suami dan biaya sekolah anak-anaknya, Zubaedah sering
bekirim surat pada ayahnya, meminta agar dikirimi uang.
Seringkali
terjadi petengkaran mulut antara Zubaedah dan Suria. Zubaedah
tak kuat lagi menahan malu kepada para penagih yang selalu datang ke rumahnya. Utang
Suria terus menggunung. Apalagi
karena Suria berani membeli barang-barang lelangan atasannya. Untuk
melunasi hutang-hutang itu, Suria menjadi gelap mata. Ia
mengambil uang kas di kantornya. Perbuatannya itu diketahui atasannya.
Kemudian, ketika Suria dipanggil atasannya, ia bahkan mengajukan permohonan
behenti bekerja. Rupanya, Suria telah merencanakan semua itu sebelumnya. Dalam
pikirannya, setelah behasil menggelapkan uang kas, ia akan membawa istri dan
anak anaknya pindah ke rumah Abulhalim yang kini telah bekerja dan telah pula
berkeluarga. Suria mengirim surat kepada anaknya dan mengutarakan maksudnya
itu. Sebagai seorang anak yang ingin membalas budi orang tua, Abdulhalim sama
sekali tak merasa berkeberatan dengan keinginan ayahnya. Mulai saat itu, Suria
tinggal di rumah anaknya.
Orang tua
itu rupanya benar-benar tak tahu diri. Ia tetap bersikap sepeti tuan
rumah. Adapun Abulhalim dan menantunya dianggap sebagai anak yang harus patuh
pada orang tua, sekalipun Abdulhalim sebagai kepala rumah tangga. Tak kuasa
Zubaedah melihat tingkah laku suaminya yang sering mencampuri urusan
rumah tangga anaknya. Hal itu pula yang membuat kehidupan rumah
tangga anaknya mulai sering diwarnai percekcokan. Tekanan batin itu pula yang
mengantarkan Zubaedah menghembuskan napasnya yang terakhir. Ia meninggal di
hadapan semua keluarganya.
Kematian
istrinya telah membuat Suria merasa sangat malu terhadap kelakuannya sendiri.
Ia telah mengganggu ketentraman kehidupan rumah tangga anaknya. Ia pula yang
menyebabkan istrinya menderita hingga maut menjemputnya. Perasaan malu yang tak
tertanggungkan itu, memaksa Suria mengambil keputusan, ia pergi
entah ke mana.
Komentar:
Melalui novel ini, pengarang menyampaikan aspek
pendidikan untuk pembaca, yaitu ketika kita memiliki penghasilan yang sedikit,
janganlah melakukan pengeluaran melebihi penghasilan. Selain itu, kita juga
tidak boleh berfoya-foya, ingin selalu terlihat kaya di depan orang lain, lebih
baik harta yang dimiliki digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat. Menjadi
seorang pribadi yang baik, sudah seharusnya mampu bertanggung jawab dan tidak
suka mencampuri urusan orang lain, serta tabah dalam menghadapi setiap masalah
dan juga menerimanya dengan ikhlas. Dalam novel ini juga pengarang seperti
hendak melakukan kritik terhadap orang Sunda atau bangsawan Sunda yang tidak
mau bekerja keras dan lebih suka dilayani. Hal itu tampak dari gambaran sosok
pribadi Suria yang suka dilayani dan tidak mau bekerja keras tetapi ingin
terlihat kaya dimata masyarakat.
34. Judul : Orang-Orang
Proyek
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Novel ini menceritakan seorang Insinyur Kabul, sebagai Kepala Pelaksana
proyek. Mantan
aktivis kampus itu kini harus berhadap-hadapan dengan realita di lapangan yang
sangat jauh dari idealisme yang selama ini ia yakini dan perjuangkan
kebenarannya. Di lapangan, banyak hal yang harus dikompromikan, kendati kerap
tak sesuai dengan suara hatinya. Kabul sadar sepenuhnya proyek yang
ditanganinya ini sarat korupsi dan manipulasi sebagaimana terjadi pada banyak
proyek di tanah air.
Masalah timbul
pada Insinyur Kabul. Ia harus bermuka-muka dengan para perongrong dari partai
GLM (Golongan Lestari Menang) selaku penguasa daerah setmpat. Kabul dituntut
untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Cibawor itu dengan menggunakan barang
bahan yang tersedia sebelum HUT GLM. Kabul paham
betul, mutu barang bahan tersebut tidak layak pakai dan akan berakibat fatal
kelak. Tetapi orang-orang GLM tak mau tahu. Mereka tetap berkeras dengan target
itu. Batin Kabul berperang antara memenangkan idealismenya atau berkompromi
dengan segala penyimpangan itu. Kabul harus menentukan sikap dan ia sadar benar
konsekuensi pilihannya nanti. Jika ia menuruti kemauan orang-orang GLM itu,
berarti ia telah melacurkan idealismenya serta mengorbankan hak rakyat Cibawor
untuk mendapatkan jembatan yang baik. Jika ia menolak, itu berarti ia harus hengkang dari proyek itu dan kehilangan
pekerjaannya.
Komentar:
Novel ini mengajak pembaca untuk
bersikap kritis terhadap adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam
proyek-proyek yang ada. Selain menyajikan cerita tentang berpikir lebih maju yaitu mengangkat masalah korupsi dalam pembangunan
jembatan oleh orang-orang proyek yang juga didalamnya ada kisah percintaan
Bahasa yang digunakan sederhana sehingga pembaca lebih mudah memahami cerita yang disampaikan. Apabila sekedar membaca pada awal buku, pembaca dapat tertipu dalam
menentukan tokoh utamanya, tetapi penekanan tokoh dapat dilihat pada bagian cerita selanjutnya. Tokoh
utamanya Kabul yang menjadi kepala pelaksana pembangunan. Cerita dalam novel ini
berisi sedikit sindiran terhadap korupsi orang-orang proyek.
35. Judul : Sengsara
Membawa Nikmat
Penulis : Tulis Sutan
Sati
Penerbit : Balai Pustaka
Novel ini
menceritakan tentang dua orang pemuda
yang saling bermusuhan. Midun anak miskin, yang memiliki sifat yang baik,
sopan, sabar, dan taat menjalankan perintah Agama. Midun sangat pandai
memainkan silat. Sementara Kacak adalah anak orang kaya, ibunya menjadi
penghulu laras di daerah nya. Kacak anak yang sombong dan bangga dengan
kekayaan yang masih milik keluarganya. Kacak selalu ingin menang
sendiri dan tidak senang melihat orang lain yang melebihi dirinya. Melihat
perbedaan dua karakter itu, wajarlah jika masyarakat lebih senang dan
menghormati Midun daripada Kacak.
Kacak selalu iri dengan Midun karena orang-orang lebih
menyukai Midun daripada dirinya hal itulah yang menjadi pangkal dari
permusuhann diantara mereka. Pada suatu hari, Midun memukul
seorang laki-laki gila yang mengacau di pasar. Kesempatan itu dipergunakan
oleh Kacak untuk mengadu kepada tuanku Laras agar Midun dihukum. Karena orang
gila itu masih sekeluarga dengan Tuanku Laras, maka pengaduan Kacak itu
diterima hingga Midun pun dihukumlah.
Hukuman yang diterima Midun tidak membuat Kacak berhenti. Kacak
masih sangat membenci Midun dan selalu mencari kesempatan untuk mencelakainya.
Berkat kesabaran midunlah semua pancingan Kacak tidak pernah ditanggapinya. Midun
selalu ingat nasihat Haji Abbas guru mengajinya dan pendekar Sutan seorang
jagoan silat di kampungnya. Midun beranggap bahwa ilmu silat yang
dimilikinya tidak untuk berkelahi dan mencari musuh, tetapi untuk membela
diri dan mencari teman.
Suatu hari, istri Kacak terjatuh ke dalam sungai dan ia hampir
terbawa arus, Midun yang sedang berada di dekat tempat kejadian berusaha
menyelamatkan wanita itu. Kacak yang mengetahuinya, menuduh Midun memperkosa
istrinya, sehingga membuat Midun dipenjara. Hingga di sini Kacak belum juga
puas. Ia tidak rela bila Midun masih berada di kampong itu. Keberadan Midun
menjadi penghalang bagi Kacak untuk berbuat sesuka hati di kampong mereka.
Untuk itu, Kacak menyewa seorang pembunuh bayaran bernama Lenggang untuk
melenyapkan jiwa Midun.
Ketika Midun dan Maun sahabatnya sedang menonton pacuan di
Bukittinggi, secara tiba-tiba mereka diserang oleh Lenggang, perkelahian pun
terjadi. Mereka kemudian ditangkap oleh tentara Kompeni dengan tuduan membuat
huru-hara. Midun dan Lenggan di jatuhi hukuman penjara di Padang. Sedangkan
Maun bebas dari tuduhan karena Midun sengaja tidak melibatkan Maun dalam hal
itu. Di dalam penjara Midun mendapat perlakuan yang tidak wajar. Begitu masuk
ia sudah diadukan dengan si ganjil jagoan di penjara itu. Tetapi untung Midun
dapat mengalahkannya. Sehingga seisi penjara menjadi segan terhadapnya.
Midun menemukan seuntai kalung berlian yang ternyata milik seorang
gadis bernama Halimah yang rumahnya tidak jauh dari penjara. Begitu Midun sudah
selesai menjalani masa tahanannya, Halimah meminta kepada Midun supaya
melarikan diri dari rumah. Atas pertolongan Pak Karto petugas bagian dapur
penjara, mereka berhasil melarikan diri ke Jawa dan kemudian pergi ke Bogor
menemui ayah Halimah seorang bekas pensiunan Wedana. Di sana mereka diterima
dengan baik. Midun diminta tinggal di rumah itu. Midun merasa malu tinggal di
rumah itu bila hanya untuk menumpang makan dan tidur saja, sehingga ia memutuskan
untuk pergi dari rumah itu dan mencari pekerjaan di Jakarta.
Tanpa berprasangka buruk, Midun mmenerima tawaran syekh itu yang
akan meminjami uang sebagai modal. Dengan modal hasil pinjaman dari orang Arab
itu, Midun membuka usaha dagang. Berkat ketekunannya, usaha Midun berkembang
pesat sehingga membuat syekh itu iri. Ia pun menagih utang Midun dengan jumlah
melebihi besarnya pinjaman Midun. Midun menolak karena hutangnya dihitung
berlipat ganda. Gagal menagih syekh menagih dengan cara lain, ia bersedia Midun
tidak membayar hutang (dianggap lunas) jika Midun menyerahkan Halimah kepadanya,
karena tidak ingin, orang Arab itu mengadukannya ke kompeni, dan Midun ditahan.
Setelah dari tahanan, suatu ketika Midun sedang berjalan-jalan di
pasar baru. Di sana ia melihat seorang pribumi yang mengamuk dan menyerang
Sinyo Belanda. Ketika melihat Sinyo Bleanda tewrdesak, Midun menolongnya. Sinyo
Belanda selamat. Ternyat kemudian diketahui bahwa orang tua Sinyo Belanda itu
adalah Hoofscommissaris di Betawi. Dan sebagai tanda terima kasih, Midun
ditawari kerja di sana sebagai Sekertaris. Tak lama kemudian Midun menikahi
Halimah. Midun dipindahkan menjadi menteri kebijakan di tanjung priok.
Sekembalinya ke Betawi, Midun mendatangi Hoofscommissaris untuk
meminta agar ia di pindahkan ke bukittinggi, dengan alasan mau bekerja di tanah
kelahirannya. Kebetulan oleh Asisten Resident Bukittingi ia ditempatkan sebagai
asisten Demang di daerahnya. Tentu saja hal ini membuat kalang kabut Kacak.
Karena malu dan takut, kecurangannya menggelapkan uang negara terbongkar oleh
Midun, akhirnya Kacak pergi meninggalkan daerah itu, dan tak pernah kembali
lagi. Seteah berkumpul kenbali dengan seluruh keluarga dan para sahabatnya,
mulailah Midun memerintah negeri itu dengan gelar Datuk Paduka Raja.
Komentar:
Seperti judulnya, yaitu
”Sengsara Membawa Nikmat” tokoh utama,
Midun, selalu dihadapkan dengan penderitaan-penderitaan yaitu dengan
bolak-balik dipenjara, disiksa, dijahati, dan bahkan difitnah. Namun, semua itu
tidak membuat Midun dendam kepada yang menyakitinya, ia tetap sabar dan terus
berusaha. Perwatakan tokoh yang disampaikan sangat jelas tentang penggambarannya
di sini. Selain itu, dalam novel ini mengajarkan
kita arti dari kesabaran dan buah dari apa yang kita lakukan.
36. Judul : Surat Kecil
Untuk Tuhan
Penulis : Agnes Davonar
Penerbit : AD Publisher
Novel ini mengisahkan
tentang perjuangan gadis remaja yang berusaha melawan kanker ganas. Gadis itu
bernama Keke. Usianya baru 13 tahun, orangnya sangatlah enerjik dan periang.
Dia tinggal bersama dengan kedua kakak laki-lakinya yaitu Chiki dan Chika
beserta sang ayah Joddy yang baru-baru cerai dengan ibunya Keke. Pada suatu
hari, Keke terkena penyakit mata dari kakaknya. Keke kira itu cuma penyakit
mata biasa saja dan dia pun tidak khawatir dengan penyakit matanya itu.
Parahnya, saat
Keke bermain bola voli dengan teman-temannya, tiba-tiba dia jatuh pingsan dan
langsung dilarikan ke rumah sakit oleh sang ayah. Saat peristiwa itulah ayahnya
mengetahui bahwa anak perempuannya terkena penyakit kanker yang sangat ganas
yaitu kanker jaringan lunak (Rabdomiosarkoma). Sebab timbulnya kanker ini belum
diketahui. Dokter memberikan saran agar Keke secepat mungkin untuk menjalankan
operasi agar nyawa Keke bisa diselamatkan. Akan tetapi, sang ayah ingin mencari
jalan lain untuk menyembuhkan anak kesayangnnya itu, sebab apabila dioperasi
akan ada risiko sebagian wajah dan mata kirinya akan hilang.
Sang ayah
Joddy berulang kali pengobatan alternatif untuk menyembuhkan anaknya, sayangnya
tak ada satu pun yang bisa menyelamatkan putrinya itu. Kondisi Keke justru
semakin memburuk. Keke yang tidak mengetahui bahwa dia mengidap kanker pun
curiga mengenai penyakit yang di deritanya. Sampai ketika pengobatan di Banten,
Keke mengetahui penyakit yang dialaminya sebab sang pemilik pengobatan
keceplosan meberi tahu mengenai penyakit yang dialami Keke. Dari situ hati Keke
langsung terasa hancur, dengan tegar Keke tidak menunjukan rasa hancur kepada
orang-orang yang mengantarnya.
Ayah Keke
bukan tipe orang yang gampang menyerah. Pada akhirnya ayahnya bertemu dengan
dokter spesialis untuk menyembuhkan putrinya itu. Dokter itu pun awalnya
menyarankan untuk melakukan operasi. Tapi Joddy bersikeras untuk mencari jalan
lain selain operasi. Akhirnya dokter menyaranka untuk melakukan kemoterapi
meski tidak menjamin akan sembuh total.
Dia selalu
tabah dalam menahan rasa sakit akibat efek dari terapinya itu. Dengan usianya
yang masih 15 tahun, Keke bisa dibilang anak yang sangat tabah dan kuat. Sampai
Keke mendapatkan kesembuhan, tapi itu hanya sementara, jelang beberapa bulan,
Keke dinyatakan kembali terinfeksi dengan penyakit yang sama. Dia pun coba
membuat hati ayahnya bergembira dengan menghiburnya untuk tidak sedih dan dia
siap untuk menjalankan segala cobaan yang di berikan Tuhan kepadanya. Meskipun
itu semua hanyalah kebohongan. Hati keke sebenarnya belum siap untuk menerima
semua cobaan itu.
Tapi inilah
yang membuat gadis 15 tahun itu tetap kuat sampai dengan akhir hidupnya. Para
dokter dari luar negeri pun sudah tak sanggup untuk menangani penyakit yang di
derita Keke. Dia pun tetap bersemangat menjalani sisa hidupnya. Keke pun tetap
mengikuti ujian yang di adakan di sekolahnya dan ia mendapatkan peringkat
ketiga. Pada hari terakhir ujian Keke di bantu oleh Pak Iyus, sebab Keke tak
bisa menggerakan tangannya lagi. Hingga akhirnya Keke pun meninggal dunia.
Komentar:
Novel ini dapat memberikan inspirasi dan
pembelajaran bagi pembaca ketika menghadapi ujian yang diberikan kepada kita,
kita harus sabar dan tabah seperti yang dialami oleh Keke dalam novel tersebut.
Cerita dalam novel ini berakhir dengan kesedihan ditandai dengan meninggalnya
Keke. Hal tersebut membuat pembaca merasa sangat sedih dan terharu ketika Keke
meninggal dalam keadaan sedang mengerjakan ujian. Diketahui, novel ini diangkat
dari kehidupan nyata dan sangat menyentuh.
37. Judul : Burung-Burung
Manyar
Penulis : Y.B.
Mangunwijaya
Penerbit : Djambatan
Novel ini
mengisahkan percintaan dari seorang tokoh bernama Setadewa atau kerap disebut
Teto. Diceritakan bahwa Teto atau Satadewa adalah anak dari seorang kapten
prajurit Berlanda (Brajabasuki) yang mempunyai hubungan dengan Larasati (Atik),
yang juga anak seorang Tentara namun mempunyai darah keraton Surakarta.
Hubungan keduanya sudah dimulai semenjak mereka kecil, karena keluarga mereka
sudah saling mengenal.
Suatu saat
Jepang menguasai Indonesia. Ayah Teto, kapten Brajabasuki ditangkap Jepang.
Sedangkan ibunya dijadikan gundik oleh salah satu tentara Jepang. Hal inilah
yang lantas menyebabkan Teto benci kepada Jepang. Semenjak itu, Teto diasuh
oleh keluarga Atik yang berdomisili di Jakarta. Mulai ada hubungan spesial
antara Teto dan Atik karena mereka tinggal dalam satu rumah. Beranjak dewasa,
Teto mendaftarkan diri menjadi tentara KNIL. Ia bertemu dengan mayor Vanbruggen
yang dulu mencintai ibunya yang bernama Marice. Sementara, Atik beranjak
menjadi perempuan yang gandrung akan kemerdekaan Indonesia. Ia kagum akan
sosok-sosok bangsa Indonesia seperti Sukarno, Hatta, atau Syahrir. Kemudian,
Atik menjadi asisten dalam kantor perdana menteri Syahrir.
Teto dan Atik
terpisahkan oleh dunia yang berbeda. Hubungan mereka juga menjadi renggang
karena dunia yang mereka geluti berbeda. Atik sudah menaruh hati kepada Teto
dan berharap Teto akan melamarnya. Namun itu tidak pernah terjadi. Atik sudah
menikah dengan seorang ahli geologi bernama Jana. Mereka sudah dikarunia tiga
anak yang diberi nama Teto, Padmi, dan Kris. Salah satu anak mereka diberi nama
sama dengan Teto (Setadewa), untuk mengenang kebersamaan Atik dengan Teto dulu.
Saat Atik menikah, nama Teto belum benar-benar hilang dari hatinya. Jana pun
memaklumi hal ini.
Teto, dalam
hubungannya dengan Verbrugen, dipertemukan kembali dengan ibunya yang ternyata
masih hidup dan berada di rumah sakit jiwa di Magelang. Walaupun Verbruggen
tidak menikah dengan ibu Teto, namun rasa cintanya tetap besar. Tak lama
kemudian ibunya meninggal. Perang pasca kemerdekaan telah usai. Teto
meninggalkan Indonesia untuk belajar di luar negeri. Sekembalinya ke Indonesia
ia menjadi seorang direktur sebuah perusahaan minyak.
Sebuah momen
yang tepat. Ketika Teto kembali ke Indonesia, ternyata Atik akan melakukan
ujian tesisnya tentang burung Manyar. Teto menghadiri ujian tersebut bersama
tamu undangan lain. Ia masih terpesona ketika melihat Atik berada di atas
podium untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para penguji. Tanpa
disadari, Atik juga melihat Teto di antara tamu undangan. Selepas ujian, Atik
menghampiri Teto yang menginap di salah satu rumah temannya. Sontak pertemuan
keduanya adalah pertemuan yang emosional dan intim. Bagaikan sepasang kekasih
yang lama tidak berjumpa, mereka berpelukan dan disaksikan oleh Jana. Sebagai
suami yang paham akan keadaan istrinya, Jana sangat memaklumi kondisi Atik yang
begitu merindukan Teto.
Pertemuan hari
itu mengawali keakraban antara Teto, Atik, Jana, dan ibu Antana. Keakraban di
antara Teto dan keluarga itu terjalin dengan amat baik. Mereka saling bercerita
tentang keadaan masing-masing, dan Teto dikenalkan pada tiga anak Atik. Sampai
pada sebuah hal bahwa ayah Jana yang sedang sakit, ingin anaknya pergi naik
Haji. Permintaan yang sulit karena sebelumnya Jana dipecat dari perusahaan
tempat ia bekerja karena suatu alasan.
Akhirnya, Jana
dan Atik pergi Haji bersama-sama. Namun, kabar buruk menimpa mereka. Pesawat
yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Kolombo, Sri Lanka. Ayah Jana
meninggal tidak lama setelah kejadian itu. Kini Teto memiliki peninggalan Atik
yang berharga yaitu Teto kecil, Padmi, dan Kris.
Komentar:
Dalam novel ini, penulis menggunakan gaya
bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna, tidak berbelit dan mudah dipahami
oleh pembaca. Karakter-karakter tokoh yang ditampilkan dalam Burung-Burung
Manyar selalu membawa pembaca kepada konflik maupun alur yang diusung.
Latar cerita yang mengambil sekitar masa revolusi membuat masih adanya unsur
asing dalam cerita tersebut, seperti istilah-istilah dalam bahasa Belanda.
Selain itu, ada pula kata-kata dalam bahasa Jawa yang diangkat dalam roman ini.
Konflik yang ditampilkan antara dalam sosok utama dalam diri Setadewa semakin
menarik, antara konflik dengan individu dan konflik dengan situasi yang sangat
kompleks. Dalam novel ini, penulis
menyampaikan tentang lika-liku kehidupan yang dilalui oleh manusia. Novel ini
juga mengandung amanat jadilah manusia yang mampu dan sanggup menjalani
kehidupannya dengan baik serta siap menerima risiko apapun dari perbuatan yang
telah dilakukannya.
38. Judul : Tak Putus Dirundung Malang
Penulis : Sutan Takdir Alisjbhana
Penerbit : PT Dian Rakyat
Novel ini mengisahkan kehidupan
dua bersaudara, Mansur dan Laminah, kakak-adik, anak dari Madang. Mereka sejak
kecil ditinggal ibu. Lalu ayah meninggal saat mereka sang Kakak kira-kira
berumur 8-9 tahunan. Sang adik masih kecil. Sejak kepergian ayah, mereka
tinggal dengan Tante. Di situ mereka hidup tidak tenang. Mansur dipaksa bekerja
keras, menggembala di padang, dan mencari kayu bakar, sedangkan adik, Laminah,
dipaksa menjaga sepupunya yang masih kecil.
Mereka juga sering berkunjung
ke rumah Tante yang berdekatan. Waktu itu Tante dan suaminya sayang sama
mereka. Mereka dimanja. Namun, ketika ayah tidak ada, sikap suami Tante
berubah. Dia menjadi bengis dan kadang-kadang tidak menaruh iba pada anak yatim
piatu itu. Laminah yang jadi korban, dipukul karena membuat anaknya luka.
Padahal anaknya menginjak pisau saat bermain dengan Laminah. Apa boleh buat,
sang kakak makin besar dan tangguh. Mereka berlindung di rumah sepasang
kakek-nenek yang amat sayang pada mereka sebelum berangkat ke Bengkulu untuk
mencari pekerjaan. Saya salut dengan kegigihan-perjuangan sang kaka beradik
dalam novel ini.
Komentar:
Kisah yang diceritakan dalam
novel ini membawa pesan perjuangan dan kejujuran. Sesuai judulnya “Tak Putus
Dirundung Malang”, kisah kedua kakak-adik ini berakhir tragis. Mereka
selalu dirundung duka. Banyak cobaan hidup yang mereka alami. Sampai akhirnya
adik bunuh diri dengan cara mencebur ke laut karena stres sang kakak
dipenjarakan. Kemudian sang kakak kecewa karena harus hidup sendiri. Baginya
tidak ada arti kalau adik telah tiada. Dia pergi dengan kapal lalu mencebur ke
laut. Kru penyelamat kapal berusaha menolongnya namun gagal. Dari cerita ini
dapat diambil amanatnya yaitu jadilah manusia
yang sabar, bertawakal, dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi dan
menjalani semua cobaan dalam hidup dan kehidupan karena dibalik semua cobaan
itu ada hikmahnya dan dibalik kesusahan itu ada kemudahan.
39. Judul : Perahu Kertas
Penulis : Dewi Lestari
Penerbit : Bentang
Pustaka
Novel ini menceritakan kisah Kugy, Eko, dan Noni. Kugy merupakan seorang
gadis yang suka berkhayal. Dia bercita-cita untuk menjadi seorang penulis
dongeng, sebuah cita-cita yang mungkin oleh sebagian orang pada masa sekarang
sudah dianggap hal yang aneh dan tidak cukup menghasilkan uang. Kugy juga menganggap
dirinya agen Neptunus, dan selalu menulis surat dan melipatnya menjadi sebuah
perahu kertas yang kemudian berlayar untuk disampaikannya pesan tersebut ke
Neptunus. Eko dan Noni adalah sepasang kekasih sekaligus sahabat dari Kugy. Eko
merupakan teman Kugy semenjak SMP dan Noni adalah sahabat Kugy dari kecil.
Kisah ini
bermulai saat Kugy diterima untuk berkuliah di salah satu perguruan tinggi di
Bandung, satu kampus dengan Eko dan Noni. Eko memiliki sepupu bernama Keenan
yang juga berkuliah ditempat yang sama. Pertemuan Kugy dan Keenan terjadi saat
Eko, Noni dan Kugy menjemput Keenan di stasiun Bandung.Keenan merupakan seorang
pelukis yang muda yang berbakat, namun ayahnya tidak menyetujui Keenan menjadi seorang
pelukis. Pertemuan tersebut menjadi awal kisah cinta Kugy dan Keenan, kisah
cinta yang begitu rumit untuk diungkapkan.
Kugy, Keenan,
Eko, dan Noni menjadi bersahabat dan salalu mengisi waktu bersama. Kugy dan
Keenan menjadi begitu dekat, sering bertemu dan saling menyukai dan mengagumi
satu sama lain. Keenan kagum dengan keinginan Kugy untuk menjadi penulis cerita
dongeng. Begitu-pun dengan Kugy yang kagum dengan lukisan Keenan. Keenan dengan
antusias membaca dongeng dari Kugy.
Satu kelemahan
Kugy dalam cita- citanya adalah, dia tidak bisa menggambarkan tokoh dari
dongengnya. Hingga Keenan terinspirasi membuatkan gambar dari cerita dongeng
Kugy. Keduanya saling kagum hingga timbul persaan cinta yang begitu dalam. Saat
hubungan keduanya semakin dekat, konflik muncul diantara kisah mereka. Eko dan
Noni berencana menjodohkan Keenan dengan sepupu Noni, Wanda. Wanda merupakan
gadis cantik anak pemilik sebuah galeri terkenal di Jakarta.
Hal itu
membuat Kugy merasa hancur dan sakit hati, melihat Keenan dan Wanda yang setiap
harinya semakin dekat. Kugy menutupi perasaannya dengan menjauh dari Keenan,
Eko dan Noni. Membuat hubungan persahabatan mereka menjadi retak. Puncaknya,
Kugy tidak hadir dalam acara ulang tahun Noni yang membuat keduanya saling
berdiam diri ketika bertemu, dan tidak saling menyapa.
Kugy
memutuskan untuk menyelesaikan kuliahnya lebih cepat untuk melupakan segala
kenangan dan persahabatnnya walaupun itu membuatnya sakit. Sedangkan Keenan
yang putus asa atas sikap Wanda memutuskan untuk meninggalkan Bandung dan pergi
ke Bali. Di Bali, Keenan tinggal bersama Pak Wayan, teman Ibunya yang sudah
dianggap seperti keluarganya sendiri. Butuh waktu lama untuk Keenan kembali
melukis. Dalam pikirannya hanya ada Kugy dan beserta kisah dongengnya yang
selalu menjadi inspirasi baginya untuk melukis.
Keenan
akhirnya memberanikan diri untuk kembali melukis, karena adanya Luhde,
keponakkan Bapak Wayan. Luhde begitu terinspirasi dengan Kugy membuat Keenan
melabuhkan hatinya untuk Luhde. Disisi lain, Kugy yang sudah menyelesaikan
kuliahnya menjalin hubungan dengan remi, bos dari Kugy. Remi juga merupakan
pengagum lukisan Keenan, dan menjadi pembeli pertama lukisan Keenan. Kugy tidak
mengetahui bahwa Remi mengenal Keenan. Keenan tidak mengetahui bahwa pacar
sekaligus calon istri Remi adalah Kugy. Hingga pada suatu saat hati mereka
saling memilih, dan Remi memutuskan untuk membatalkan lamaran pernikahannya
dengan Kugy. Luhde pun memutuskan untuk merelakan dan meninggalkan Keenan.
Secara tidak sengaja Keenan dan Kugy bertemu disuatu tempat dan menjadi akhir
petualangan cinta agen Neptunus.
Komentar:
Cerita dalam novel ini penuh dengan
konflik batin, sulit untuk melepaskan perasaan yang sudah tertanam begitu dalam
di hati seseorang. Penggambaran tokoh, latar, dan alur yang begitu kreatif dan
jelas membuat para pembaca mudah untuk menikmatinya. Dengan pelukisan latar
waktu dan tempat yang sangat mendetail tetapi tidak berlebihan, menambah daya
tarik dari novel in dan membuat seolah pembaca ikut terlibat di dalamnya. Novel
ini juga mengajarkan bahwa kita harus yakin dengan apa yang kita lakukan. Hobi
adalah pekerjaan paling menyenangkan. Menjadi diri sendiri, bebas dan berkarya
apapun hasilnya, namun kepuasan batin dan menyenangkan orang banyak dengan
hasil karya pribadi yang mencerminkan diri sendiri adalah makna kehidupan dan
hasil yang berharga dan tak ternilai dengan materi. Novel ini juga mengajarkan
arti persahabatan, bahwa sesungguhnya sahabat walaupun dalam masa sulit
sekalipun, tak akan bisa melihat sahabatnya terluka.
40. Judul : Maut dan Cinta
Penulis : Mochtar Lubis
Penerbit : Yayasan Obor
Indonesia
Novel ini
berkisah tentang seorang anggota dinas rahasia TNI berpangkat mayor, Sadeli. Ia
menyamar sebagai pedagang penjual hasil bumi ke luar negeri. Tugasnya
mengumpulkan dana, mencari senjata, alat-alat komunikasi dan membuka hubungan
udara bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan kembali oleh
Belanda.
Di Singapura,
Sadeli berhasil mengumpulkan obat-obatan dan alat-alat komunikasi. Dibantu
Alinurdin, seorang wartawan yang juga memperkenalkan perjuangan rakyat
Indonesia dan berhasil mendapatkan simpati orang-orang di luar dan dalam
negeri. Sadeli menemui Umar Yunus bawahannya yang mengenyam hidup mewah dan
berfoya-foya. Umar Yunus lupa daratan karena terjebak oleh Mr. Yo yang
menyodorkan wanita cantik, Ritalu.
Dikemukakannya
tentang tugasnya oleh Sadeli bahwa ia menyamar sebagai pedagang untuk membantu
perjuangan RI. Diperintahkannya supaya Umar Yunus mengirim senjata,
obat-obatan, dan alat-alat komunikasi ke Indonesia. Ia sendiri akan ke Bangkok
untuk mencari seorang penerbang Amerika yang berpengalaman, untuk membuka jalur
penerbangan luar negeri ke Indonesia. Sadeli tidak mudah mendapatkan orang yang
dicarinya, tetapi akhirnya ia berhasil meyakinkan Dave Wayne, seorang pendeta
dan penerbang. Sadeli dapat membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia
adalah mutlak, bangsa mana pun tidak boleh menindas bangsa lain, walaupun itu
bangsanya sendiri. Sadeli pun berhasil meyakinkan Dave tentang agama,
komunikasi, nazi, dan tata kehidupan dunia masa datang, termasuk Indonesia.
Sadeli
menyusun rute penerbangan beserta tiga orang wartawan asing untuk memberitahukan
dunia luar tentang revolusi Indonesia. Sementara itu ia menuntut agar Umar
Yunus mengembalikan uang negara yang telah disalahgunakannya sebanyak 500 dolar
dan berhenti dari dinas intelijen karena ia menyalahgunakan jabatannya. Dalam
tugas mengantarkan senjata dan alat komunikasi ke Riau, Sadeli membawa Umar
Yunus dengan speedboat dan bermaksud menghadapkan Umar Yunus ke Pengadilan
Militer. Di tengah laut mereka mendapat serangan convert Belanda. Berjatuhan
kurban dalam speedboat dan mereka terdesak ke pantai. Peristiwa ini sangat
berkesan dan menyadarkan Umar Yunus. Di hadapannya sendiri ia menyaksikan
temannya mati tertembak dalam suasana yang sangat kritis. Sadeli mendengar
kata-kata pengakuan Umar Yunus, bahwa Sadeli memang benar. Ia bersedia menjadi
apa saja untuk membantu Sadeli membela tanah air. Umar Yunus kembali bertugas
aktif dan sebaik-baiknya sebagai anggota dinas rahasia TNI sekalipun pangkatnya
diturunkan menjadi letnan.
Akibat
perjanjian Linggarjati keadaan di Indonesia tidak menguntungkan. Hal ini
membuat Sadeli bekerja lebih keras di luar negeri. Untung saja penilaian Dave
bahwa Indonesia ada di pihak yang benar. Sadeli mendapat perintah untuk membeli
Catarina, pesawat terbang yang dapat mendarat di permukaan air. Untuk itu, ia
harus pergi ke Hongkong. Dalam tugas itu ia berjumpa dengan Maria, seorang
gadis cantik dan menarik. Kalau selama ini kasih mesra Sadeli belum tersentuh,
kali ini ia terpikat kepada Maria. Mereka pun sama-sama jatuh cinta. Setelah
selesai mengurus pembelian Catarina, Sadeli kembali ke Singapura dan
melangsungkan pernikahan dengan Maria.
Sementara itu,
perkembangan di tanah air tidak menggembirakan. Kota Yogyakarta diduduki
Belanda dan pemerintahan RI pindah ke Bukit Tinggi.Di Singapura Sadeli bekerja
lebih keras, berjuang lebih giat. Dalam perjuangannya itu, Sadeli melihat Maria
membantu dengan sungguh-sungguh untuk membela nusa, bangsa, dan negara yang
baru baginya.
Komentar:
Novel ini begitu erat dengan perjuangan yang
menggambarkan situasi pada masa itu, yaitu saat penjajahan. Selain itu, dalam
novel digambarkan situasi negara yang mengalami kekurangan bahan sandang dan
pangan. Tidak hanya kekuatan dalam menghadapi musuh
yang dibutuhkan negara, tetapi cinta juga memiliki peran dalam memberi semangat
semua orang. Dilihat dari bahasa yang digunakan sudah agak mudah
dipahami disbanding karya lain yang juga seangkatan dengan karya ini. Menceritakan
revolusioner dalam bentuk dan isi, membuang tradisi lama dan menciptakan bentuk
baru sesuai dengan getaran kemerdekaan. Selain itu, bahasanya yang digunakan
terkesan pendek tetapi berbobot. Novel ini layak untuk dibaca, penulis
menuliskan cerita sesuai keadaan saat itu sehingga dapat membawa perasaan
pembaca ke masa dahulu.
Apabila teman lelaki saya pergi, saya berasa kehilangan dan patah hati, tidak pasti sama ada hubungan saya boleh dipulihkan. Saya berpaling kepada Ilekhojie untuk mendapatkan bantuan melalui WhatsApp (+2348147400259) mengharapkan keajaiban. Melalui ritual pendamaian yang kuat, Ilekhojie berusaha untuk menyembuhkan kesakitan antara kami dan membuka pintu untuk komunikasi. Dalam beberapa hari, bekas saya tiba-tiba menghubungi, menunjukkan penyesalan yang tulus dan keinginan untuk berdamai. Ritual itu seolah-olah meruntuhkan dinding yang telah memisahkan kami dan membawa persefahaman kembali ke dalam hubungan kami. Terima kasih kepada bimbingan rohani Ilekhojie dan kuasa ritual, kami dapat membina semula cinta kami di atas asas yang lebih kukuh. Proses itu bukan sahaja membawa bekas saya kembali tetapi juga menyembuhkan luka emosi yang menghalang kami daripada bergerak ke hadapan. Saya sentiasa bersyukur atas kebijaksanaan dan sokongan yang saya terima, yang menghidupkan semula harapan apabila saya fikir semuanya telah hilang. Pengalaman ini mengajar saya bahawa dengan iman dan campur tangan rohani yang betul, perhubungan yang terputus boleh mencari jalan kembali kepada keharmonian dan kebahagiaan. E-mel: dia (gethelp05@gmail.com
BalasHapus