Halaman

Sabtu, 08 Desember 2018

Esai 6

Peduli Pendidikan Perbaiki Masa Depan

Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur yang dapat mengatakan maju atau tidaknya suatu bangsa. Pada kenyataannya, pelaksanaan pendidikan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan. Masih banyak sekolah-sekolah yang ada di pelosok Indonesia kekurangan sarana dan prasarana serta anak-anak yang ada di sana memiliki motivasi untuk berani bermimpi dan bercita-cita yang rendah. Untuk itu, diperlukan peran serta dari orang tua, pemerintah, guru, dan pemuda Indonesia demi mewujudkan pendidikan yang ideal seperti yang dicita-citakan dengan cara peduli terhadap pendidikan demi memperbaiki masa depan menuju Indonesia yang maju.
Salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan yaitu dengan mampu memberikan motivasi-motivasi kepada anak-anak agar mereka memiliki keinginan untuk bermimpi mewujudkan cita-citanya. Peran orang tua tentunya memiliki kekuatan yang lebih besar terhadap anak mereka. Orang tua dapat mempengaruhi pemikiran anak melalui nasihat-nasihatnya, kata-kata yang terucap, dan perbuatan yang ditunjukkannya. Motivasi yang diberikan oleh orang tua mampu membuat pola pikir anak menjadi lebih maju karena adanya dorongan yang memberi mereka semangat untuk belajar. Namun, tidak jarang ditemukan orang tua yang ada di pelosok tidak mengetahui tentang pendidikan sehingga mereka lebih menyarankan anaknya untuk memilih langsung bekerja di usia yang masih anak-anak.
Untuk itu, peran pemerintah juga diperlukan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah tersebut. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang senantiasa memperhatikan pendidikan generasi muda terutama di daerah-daerah yang tertinggal dan tingkat pendidikannya rendah. Memberikan bantuan berupa dana, penyediaan sarana dan prasarana, rutin memperhatikan perkembangan pendidikan di daerah tersebut, serta memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan bagi masyarakat merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan pendidikan di sana.
Selanjutnya ada guru yang merupakan teladan bagi siswanya. Guru merupakan orang tua kedua anak-anak ketika mereka berada di sekolah. Sama halnya dengan orang tua, guru memiliki peran untuk mendidik dan mengasuh siswanya saat berada di lingkungan sekolah. Guru dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif bagi siswanya. Untuk itu, guru senantiasa berhati-hati dalam bertindak supaya tidak berdampak buruk pada anak didiknya. Guru yang baik adalah guru yang senantiasa mendukung setiap hal yang menjadi bakat maupun minat dari siswanya yang dapat mengembangkan prestasinya.
Sejak Indonesia Mengajar yang diumumkan pada Mei 2010, kita ditunjukkan oleh wajah baru pemuda Indonesia. Kegiatan tersebut menempatkan pemuda-pemuda di pelosok-pelosok negeri yang sebagian besar belum terjamah listrik ataupun sinyal telepon seluler. Walaupun begitu, masih banyak pemuda yang menyatakan siap untuk menjadi guru di daerah terpencil tersebut. Dari keikutsertaan  dalam Indonesia Mengajar, mereka mendapat pelajaran hidup yang sangat berharga. Mereka juga telah berusaha mendorong kemajuan, mengubah masa depan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Pendidikan sebagai perjuangan semesta, yaitu saling membantu, saling mendukung, mensyukuri segala perkembangan, serta memperbaiki kekurangan, diikuti dengan kesiapan untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa  yang merupakan tujuan dari negara Indonesia ini. Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral setiap orang terdidik.

Oleh karena itu, demi mewujudkan pendidikan yang memenuhi kriteria yang baik demi mewujudkan Indonesia yang maju diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Orang tua, pemerintah, guru, dan pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam memperbaiki pendidikan anak demi mewujudkan masa depan yang hebat.

Minggu, 25 November 2018

Biarkan Angin Itu



Judul                   : Biarkan Angin Itu
Jenis                    : Puisi
Penulis                : Piek Ardijanto Sorprijadi
Penerbit              : PT Grasindo
Cetakan ke-        :
Tahun Terbit       : 1996
Jumlah Halaman : 118 halaman


Buku ini terdiri dari 100 judul puisi. Dengan membahas mengenai pemandangan-pemandangan alam yang ada, buku ini mengajak kita untuk selalu bersyukur dan mencintai alam ini. Selain itu, puisi-puisi yang disampaikan penyair ini mudah dipahami karena pilihan katanya yang sederhana sehingga mudah dan enak dibaca. Penyair juga konsisten dalam menyampaikan puisinya yaitu dengan  menggunakan tema pemandangan alam yang ada di pedesaan.

Esai 5

Peranan Orang Tua dalam Mengubah Kebiasaan Buruk Anak

Masa kanak-kanak merupakan usia dalam masa-masa pertumbuhan dan perkembangan. Dalam proses tumbuh dan berkembangnya anak tidak luput dari kebiasaan-kebiasaan yang belum baik terhadap diri anak. Misalnya saja dari hal yang kecil, seperti menyikat gigi sebelum tidur. Untuk dapat membentuk kebiasaan anak yang baik, diperlukan kepedulian orang tua terhadap perilaku anaknya. Orang tua memiliki peranan yang besar dalam membentuk kebiasaan kepada anak karena orang tua merupakan panutan utama yang ada dalam lingkungan keluarga. Beberapa upaya dapat dilakukan oleh orang tua untuk membentuk kebiasaan yang baik pada anak diantaranya.
Pertama, orang tua memberikan penjelasan mengenai hal yang baik dan buruk bagi anaknya. Hal yang penting untuk dilakukan adalah memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak. Dalam memberikan penjelasan, alangkah baiknya orang tua menyampaikannya dengan bahasa yang  mudah dipahami oleh anak, biasanya melalui cerita sehingga anak akan mudah mengerti dan tidak kebingungan.
Kedua, senantiasa memperhatikan hal-hal yang dilakukannya, karena sering kali hal-hal yang dilakukan oleh orang tua akan ditirukan oleh anaknya dan hal tersebut dapat menjadi sebuah kebiasaan bagi anak. Jika menginginkan anak memiliki kebiasaan yang baik, berikanlah anak dengan contoh-contoh yang positif baik dalam penggunaan bahasa yang sopan dan perilaku yang santun, serta menghindari kebiasaan buruk yang kadang dilakukan di depan anak.
Ketiga, menjaga anak dari lingkungan sosial yang kurang baik. Selain mengajarkan hal-hal yang baik terhadap anak di rumah, tentunya harus diimbangi dengan perlindungan dari pengaruh yang ada di lingkungan sekitarnya, karena akan sama saja jika anak sudah diajarkan hal yang baik di rumah tetapi terpengaruh buruk di luar rumah. Seperti keadaan saat ini, yaitu pengaruh pemakaian smarphone yang berlebihan kepada anak-anak yang mengakibatkan kecanduan.

Oleh karena itu, orang tua memiliki peranan yang besar bagi pembentukan kebiasaan yang baik pada pribadi sang anak. Dengan melalui cara memberikan penjelasan mengenai hal baik dan buruk, memperhatikan perilaku anak, dan menjaga anak dari pengaruh buruk yang berasal dari lingkungan sosialnya.

Sabtu, 24 November 2018

Esai 4

Hidup Adalah Pilihan Atau Memilih Untuk Hidup
Dalam kehidupan, manusia selalu dihadapkan dengan persoalan mengenai permasalahan-permasalahan yang selalu muncul di saat masalah sebelumnya telah terpecahkan. Karenanya, manusia adalah makhluk yang sering dilanda kecemasan atau istilah lainnya adalah kegalauan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum siap untuk menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan terguncang dan hal itu juga sudah menjadi fitrah bagi setiap insan.
Di tengah masalah sosial yang menjerat, seperti kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, tingginya angka penyakit menular, dijumpainya angka kematian akibat bunuh diri yang cukup signifikan dan menjadi masalah yang serius. Seseorang melakukan bunuh diri karena rasa putus asa tidak bisa berpikir untuk mencari alternatif penyelesaian masalah yang tengah dihadapinya. Seperti misalnya, kasus bunuh diri yang terjadi lantaran galau akibat putus cinta.
Putus cinta yang dialami oleh remaja kini dianggap sebagai suatu momok bagi mereka. Dengan anggapanjika dirinya tidak bersama dengan orang yang dicintainya, dia tidak akan bisa hidup  dan merasa dunianya hancur yang menyebabkan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Hal itu merupakan pikiran yang kuno. Masalah jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan. Apabila terjadi putus cinta itu tandanya Tuhan menyayangi kita dengan memberi tahu kita bahwa orang itu bukanlah jodoh kita. Dengan pikiran yang seperti itu, sabar dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah akan menguatkan mental dan jiwa kita agar tidak terjerumus dalam perbuatan tercela.

Belajar dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi mengajarkan kita untuk senantiasa memiliki iman yang kuat. Bunuh diri tidak hanya membunuh dirinya sendiri, tetapi juga membunuh keluarganya, kerabatnya, kawan-kawannya, dan orang-orang di sekitarnya dengan keputusasaan dan penyesalan. Oleh karena itu, untuk mengatasi rasa galau yang menimpa kita sebaiknya kita bersabar, menyerahkan masalah itu kepada Tuhan, senantiasa berpikir positif, dan menguatkan iman dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Esai 3

Peran Teknologi Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

          Kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan guna melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang akan memajukan bangsa ini. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan khususnya dalam bidang pendidikan. Memanfaatkan teknologi dengan mengembangkan media pembelajaran merupakan langkah yang dinilai efektif mengingat bahwa saat ini kira telah memasuki era revolusi industri 4.0, di mana kita dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan global dalam hal pendidikan yang berkualitas. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan melalui teknologi dengan pengembangan media pembelajaran.
          Pertama, penggunaan media belajar dalam jaringan (daring) berupa e-learning. Dengan e-learning, peserta didik tidak perlu berada di kelas untuk menyimak setiap kali guru mengajar. Pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakannya belajar jarak jauh dengan menggunakan internet untuk menghubungkan peserta didik dengan guru atau pendidiknya. E-learning juga dapat mengefisiensikan waktu pembelajaran juga dapat menghemat biaya yang dikeluarkan dalam proses pendidikan.
          Kedua, menerapkan konsep pendidikan digital yang berhubungan dengan multimedia berupa e-book, visual, audio, maupun audiovisual, serta cara berpikir logika. Dalam konteks e-book misalnya, peserta didik dapat dengan mudah memperoleh buku tersebut dengan mengunduhnya di internet. Media pembelajaran dalam bentuk visual, audio, maupun audiovisual dengan memanfaatkan cara berpikir peserta didik.
          Ketiga, pengadaan aplikasi-aplikasi pendidikan dengan fasilitas seperti lembaga bimbingan belajar. Zaman sekarang ini banyak lembaga-lembaga bimbingan belajar dengan mematok biaya yang tidak sedikit. Hal itu menyebabkan tidak semua peserta didik dapat menfapatkan tambahan pelajaran. Namun, sekarang ini hampir semua peserta didik difasilitasi oleh orang tua mereka dengan dibelikannya smartphone. Dengan smartphone tesebut, peserta didik dapat menggunakan aplikasi-aplikasi pendidikan yang menyediakan fasilitas layaknya bimbingan belajar dengan harga yang terjangkau, cepat, mudah, efisien, dan hanya dengan smartphone dan jaringan internet.

          Dengan demikian, kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi dengan pengembangan media pembelajaran. Langkah yang dapat dikembangkan, diantaranya pembelajaran berbasis e-learning, konsep pendidikan digital dengan basis multimedia, dan pengadaan aplikasi-aplikasi pendidikan seperti lembaga bimbingan belajar. Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut, anak-anak yang ada di seluruh Indonesia dapat memiliki mutu dan kualitas pendidikan yang sama. 

Esai 2

Harapan Seorang Guru Honorer

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian semua orang. Dalam hal ini, terutama guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun lamanya untuk mendidik siswa-siswanya di sekolah. Adapun beberapa alasan mengapa guru honorer memiliki keinginan untuk diangkat menjadi guru tetap atau PNS.
Pertama, selisih dan perbandingan gaji guru tetap atau PNS dengan guru honorer terpaut jauh yaitu rata-rata gaji guru tetap atau PNS berkisar antara Rp 3.000.000 atau lebih per bulannya, sedangkan gaji guru honorer hanya berkisar Rp 300.000 per bulannya bahkan bisa kurang dari itu. Gaji guru honorer dapat dikatakan kalah dengan gaji buruh yang dapat mencapai Rp 1.000.000 lebih per bulannya. Akibat dari kesenjangan gaji tersebut, tidak jarang para guru honorer melakukan demo menuntut keadilan untuknya.
Kedua, menjadi PNS berarti hal apapun berupa tunjangan hidup dan lain-laninnya akan ditanggung oleh pemerintah. Seorang PNS tidak perlu merasa khawatir tentang biaya-biaya yang timbul baik dalam konteks kebahagiaan misalnya pernikahan, kelahiran anak akan diberikan hal untuk cuti, sedangkan dalam konteks musibah misalnya kecelakaan PNS tidak perlu khawatir akan biayanya yang sangat mahal karena mereka memiliki Akses Kesehatan (Askes).
Ketiga, PNS memiliki kemudahan dalam peminjaman uang di bank. Selain itu, untuk PNS yang sudah professional tentunya akan mendapatkan tunjangan sertifikasi. Di samping itu, jika menjadi PNS risiko pemecatan kerja tentunya rendah.

Pemerintah memberikan kesempatan kepada guru-guru honorer yang berusia lebih dari 35 tahun yang ingin mengabdi untuk negara melalui pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perizinan Kerja (PPPK) yang melalui seleksi setelah selesainya seleksi CPNS 2018 ini. Selain itu, ada imbauan dari Mendikbud kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk tidak lagi mengangkat guru honorer. Semua ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan dengan berbagai pihak. Dengan demikian, banyak dari guru-guru honorer di Indonesia menginginkan menjadi guru tetap atau PNS.

Esai 1

Malangnya Pendidikan Indonesia

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat. dengan pendidikan, kita dapat membentuk karakter bangsa. semakin baik kualitas pendidikan, maka semakin maju pula negara kita. Namun, pada kenyataannya pendidikan di negara kita masih belum merata dengan disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu diantaranya adalah faktor kurangnya perhatian pemerintah dan pandangan masyarakat itu sendiri mengenai pendidikan.
Faktor kurangnya perhatian pemerintah ditunjukkan dengan ketidakpedulian pemerintah terhadap pendidikan yang ada di daerah-daerah terpencil. Hal tersebut diperkuat dengan bukti buruknya fasilitas, sarana, dan prasarana pembelajaran yang ada di sekolah-sekolah terpencil sangat jauh dari kata kelayakan. Kebutuhan akan tenaga pengajar maupun buku-buku pembelajaran juga belum memadai. Kondisi sekolah juga memprihatinkan, seperti dinding yang terbuat dari kayu dan berlubang-lubang, lantainya masih berupa tanah, atapnya berlubang dan rapuh sehingga sering bocor. Tentunya bangunan yang tidak kokoh itu akan membahayakan keselamatan peserta didik.
Dilihat dari faktor masyarakat itu sendiri yaitu dengan ketidakpedulian dan ketidakpemahaman akan pentingnyaa pendidikan bagi anak-anaknya. Mereka cenderung mengajak anak-anak mereka untuk membantu mencari uang dengan cara bekerja. Padahal usia anak-anak seharusnya masih perlu belajar dan belum siap untuk bekerja tetapi terpaksa karena tuntutan ekonomi yang mendesak misalnya untuk keperluan makan sehari-hari.
Dengan inisiatif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, sebenarnya mampu mengupayakan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Misalnya yaitu dengan pendirian sekolah sanggar alam seperti yang ada di Kasihan, Bantul. Ada juga seorang masyarakat yang membuka sebuah sekolah pendidikan non formal yang ada di daerah Jember. Hal tersebut dilakukan karena mereka sadar akan pentingnya pendidikan bagi masyarakat terutama anak-anak. Wakaupun mereka mendirikan sekolah itu tanpa bantuan dari pemerintah, tetap saja mereka juga memerlukan bantuan pemerintah untuk meningkatkan fasilitas, sarana, dan prasarana dalam memaksimalkan proses pembelajaran serta memerlukan tenaga pengajar yang lebih banyak.
Oleh karena itu, pendidikan sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah. Meskipun sudah ada sekolah formal, masyarakat dapat mengembangkannya dengan baaik yaitu masyarakat kita mengadakan sekolah pendidikan non formal misalnya dengan mendirikan sebuah sanggar belajar. Baik sanggar untuk belajar mata pelajaran yang diajarkan di sekolah formal maupun sanggar-sanggar dalam hal mengasah keterampilan anak-anak, misalnya sanggar tari, teater, bela diri, kesenian, pustaka baca, ataupun yang lainnya yang dapat membentuk karakter yang lebih baik untuk anak-anak.

Di Bawah Lindungan Ka’bah



Judul         : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Jenis          : Novel
Penulis       : Hamka

Novel ini menceritakan seorang Hamid yang merupakan anak yatim dan miskin. Dia dianggap seperti keluarga sendiri oleh Haji Jafar yang kaya-raya. Hamid sangat menyayangi Zainab, yang merupakan anak dari Haji Jafar. Ketika keduanya beranjak remaja, dalam hati masing-masing mulai tumbuh perasaan lain. Hamid tidak berani mengutarakan isi hatinya kepada Zainab sebab dia menyadari bahwa Zainab merupakan anak orang terkaya dan terpandang, sedangkan dia hanyalah berasal dari keluarga biasa dan miskin.
Tanpa memberi tahu siapa pun, Hamid meninggalkan kampungnya menuju Siantar, Medan. Setelah Haji Jafar, orang yang selama ini banyak menolongnya, berpulang ke rahmatullah, tak lama kemudian ibu kandung yang dicintainya juga meninggal. Hamid kini tinggal sebatang kara. Ayahnya telah meninggal ketika ia berusia empat tahun.
Dalam kemalangannya itu, Mak Asiah dan anaknya, Zainab, tetap menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Oleh karena itu, Mak Asiah begitu yakin terhadap Hamid untuk dapat membujuk Zainab agar mau dikawinkan dengan saudara dari pihak mendiang suaminya. Dengan berat hati, Hamid mengutarakan maksud itu walaupun yang sebenarnya, ia sangat mencintai Zainab.
Setelah melakukan perjalanan ke Medan, Hamid meneruskan perjalanannya ke Singapura dan akhirnya ia sampailah di tanah suci, Mekah. Di Mekah ia tinggal dengan seorang Syekh, yang pekerjaanya menyewakan tempat bagi orang-orang yang akan menunaikan ibadah haji. Tanpa diduga, teman sekampungnya, menyewa pula tempat Syekh itu. Orang yang baru datang itu bernama Saleh, suami Rosna, yang hendak menuntut ilmu agama di Mesir setelah ibadah haji selesai.
Dari pertemuan yang tak disangka-sangka itu, ternyata banyak sekali berita dari kampung halaman-terutama berita tentang Zainab-yang sejak ditinggalkan Hamid dan tidak jadi dikawinkan dengan saudara ayahnya itu, kini sedang dalam keadaan sakit-sakitan dan keadaannya semakin parah. Disusul dengan keadaan kesehatan Hamid yang juga terganggu. Walaupun demikian, Hamid tetap menjalankan perintah suci itu. Sekembalinya Hamid dari Arafah, suhu badanya semakin tinggi. Hamid tak mau menyentuh makanan sehingga badanya semakin lemah. Pada saat yang sama, surat dari Rosna diterima Saleh yang menerangkan bahwa Zainab telah wafat.
Ketika akan berangkat ke Mina, Hamid tak sadarkan diri. Temannya, Saleh, terpaksa mengupah orang Badui untuk membawa Hamid ke Mina. Dari situ mereka menuju Masjidil Haram-kemudian mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali. Tepat di antara pintu ka’bah dan batu hitam, kedua orang Badui itu diminta berhenti. Hamid mengulurkan tangannya, memegang kiswah sambil memanjatkan doa yang panjang, semakin lama suara Hamid semakin terdengar pelan. Sesaat kemudian, Hamid menutup matanya untuk selama-lamanya.



Sebuah Lorong di Kotaku



Judul         : Sebuah Lorong di Kotaku
Jenis          : Novel
Penulis       : Nh. Dini
     
Novel ini menceritakan seorang kedua orang tua yang mengagumi pendapa lindung adem. Kami hidup tentram dalam bimbingan ibu yang penuh kelembutan dan ayah yang bijaksana. Suatu hari mereka pergi ke rumah kakek yang ada di desa dengan menumpang kereta api dan andong. Karili sangat gembira setelah sampai di rumah kakek. Ayah pun tak lupa menanyakan kesehatan sang kakek. Hari kedua aku diajak paman Sarosa melihat isi kebun kakek. Banyak yang saya lakukan di rumah kakek. Lalu kami langsung ke Madiun pergi ke rumah Pakde. Selesai berkunjung ke rumah Pakde, Dini dan keluarganya kembali pulang ke rumahnya.
Suatu hari ketika saya asyik bermain bersama teman-teman, Maryam memaksa pulang karena kami akan mengungsi ke kampung Batan. Semua kantor dan sekolah ditutup. Kekurangan bahan makanan mulai terasa. Indonesia tidak lagi diduduki Belanda melainkan oleh Jepang. Belanda menyerah kepada Jepang dan seluruh daerah jajahan Belanda jatuh ke tangan Jepang. “Bangsa berkulit kuning yang datang dari utara akan tinggal disini seumur jagung”. Sekali lagi saya tidak mengerti maksud kata-kata itu. Kuterka sebuah pertanyaan, satu ketidakpastian mengenai apa yang bakal terjadi.


Novel ini bertemakan mengenai kasih sayang yang diberikan kepada Dini. Kasih sayang tersebut digambarkan dengan perlakuan ibu dan ayah terhadap anak-anaknya terutama kepada Dini. Latar saat itu juga masih saat terjadi penjajahan oleh Belanda dan Jepang. Ditengah suasana yang seperti itu dapat diambil pelajaran yaitu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan, mengajarkan untuk hidup sederhana dan taat pada aturan yang berlaku, memiliki rasa peduli, dan tolong menolong antar sesama.

Nyanyian Malam




Judul         : Nyanyian Malam
Jenis          : Cerpen
Penulis       : Ahmad Tohari


      Buku kumpulan cerpen ini terdiri dari sepuluh judul cerpen dengan mengangkat tema sosial kemasyarakatan. Cerpen-cerpen ini menceritakan mengenai kehidupan masyarakat, seperti kisah seorang pengemis yang menderita, pekerjaan sebagai pelacur demi memenuhi kebutuhannya, seorang anak kecil yang mencuri padi untuk memberi makan ibu dan adik-adiknya, kisah para penipu demi mewujudkan impiannya untuk pulang ke kampung halamannya, kepercayaan akan dukun, kisah seorang novelis baru yang kesulitan ekonomi karena karyanya hanya dijual dengan harga yang sangat murah, perubahan sifat seseorang yang dulunya rendah hati menjadi orang yang dibenci masyarakat karena sifatnya yang mengganggu masyarakat karena tuntutan pekerjaannya, dan lainnya. Dengan kisah-kisah tersebut penulis menceritakan peristiwa-peristiwa sosial kemasyarakatan yang terjadi bahkan  masih dapat ditemukan pada saat ini. Mengajak kita untuk bercermin mengenai kegiatan sosial kita agar dapat memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan berhati mulia.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck



Judul         : Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Jenis          : Novel
Penulis       : Hamka

Novel ini diawali pertemuan antara Zainuddin dan Hayati, sampai mereka saling jatuh cinta. Hubungan kasih antar keduanya tidak disetujui oleh keluarga dari Hayati, karena Zainuddin dianggap tidak mempunyai suku dan berbeda adatnya dengan keluarga Hayati. Dulu ayah dari Zainuddin asli keturunan Minangkabau, ayah Zainuddin menikah tidak dengan orang yang sama dengan sukunya. Dari situ Zainuddin dianggap anak orang Mengkasar, namun di Mengkasar orang-orang daerah situ tidak pula menganggap Zainuddin sebagai orang Mengkasar, mereka menganggap Zainuddin orang Padang dan terbuang dari Minangkabau.
Akhirnya Hayati menikah dengan Azis, Azis adalah kakak dari Khadijah, sahabatnya yang tinggal di Padang Panjang atas pilihan Hayati yang terpaksa dan keputusan keluarganya yang sudah sepakat menerima Azis dan tentu saja sudah menolak lamaran dari Zainuddin. Azis anak orang kaya yang masih satu suku. Diawal pernikahan Hayati dan Azis sangat bahagia karena Azis pandai sekali menyenangkan hati Hayati. Namun Hayati tidak tahu jika Azis suaminya itu adalah tipe orang yang suka membuang uang, berjudi, mabuk-mabukkan dan senang main perempuan.
Saat itu lamaran Zainuddin lewat surat telah dibalas oleh keluarga Hayati, isi dalam surat itu adalah sebuah penolakan akan keinginannya untuk meminang Hayati, saat itu juga Zainuddin tahu bahwa Hayati telah menikah dan Zainuddin pun jatuh sakit. Sakit yang diderita berbeda dari orang sakit biasanya, sakitnya seperti orang gila yang selalu memanggil nama Hayati dimanapun dan kapanpun. Atas permintaan dokter serta kerluarga Zainuddin dan izin dari Azis suaminya akhirnya Hayati pun menjenguk Zainuddin. Dengan begitu saja sakit yang diderita Zainuddin seketika sembuh. Setelah menyadari Hayati sudah milik orang lain, Zainuddin pun bertekad melupakan dan akan memulai lembaran baru di kehidupannya. Setelah beberapa kali berusaha akhirnya Zainuddin menjadi penulis yang terkenal di tanah Jawa. Seiring berjalannya waktu juga akhirnya Azis bangkrut karena wataknya yang seperti itu, kemudian rela menceraikan Hayati demi Zainuddin yang telah banyak membantunya saat itu dan Azis bunuh diri di sebuah hotel. Zainuddin menolak untuk menerima Hayati demi membalas dendamnya terhadap Hayati atas pengkhianatan yang dilakukan Hayati.
Zainuddin menginginkan Hayati untuk pulang ke daerah asalnya, namun sebenarnya Hayati menolak pulang dengan perasaan sedih menaiki kapal Van Der Wijck. Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanan tetapi Hayati berhasil selamat. Dia meninggal setelah Zainuddin mengajarkannya mengucap kalimat syahadat. Setelah hayati meninggal dalam peristiwa itu, Zainuddin setiap hari mendatangi kubur Hayati, Zainuddin semakin rapuh dan sakit-sakitan, Zainuddin yang terkenal dengan karya-karya hikayatnya kini lemah oleh harapan bersama Hayati. Setahun kemudian Zainuddin meninggal dunia. Zainuddin pun dikubur bersama cintanya yang abadi di samping kubur Hayati.


Novel ini mengajarkan kita agar tidak berbuat jahat kepada orang lain walaupun orang lain itu telah mengejek bahkan menghina kita, juga mengajarkan agar tidak selalu terpuruk saat tertimpa musibah atau kesedihan dan berusaha bangkit untuk mengatasinya.

Kubah



Judul         : Kubah
Jenis          : Novel
Penulis       : Ahmad Tohari

      Novel ini menceritakan mengenai Karman yang menjadi tahanan politik selama dua belas tahun. Marni, istri Karman memutuskan untuk menikah dengan Parta setelah lima tahun ditinggalkannya karena sudah tidak mampu menghidupi keluarganya tanpa seorang suami. Saat muda, Karman adalah anak yang baik, rajin, dan taat beribadah. Ia bekerja di tempat Haji Bakir dan menjadi teman anaknya, Rifah. Haji Bakir memperlakukan Karman dengan sangat baik layaknya anaknya sendiri.
Seiring berjalannya waktu, Karman mulai mencintai Rifah. Ia pun melamar Rifah tetapi terlambat karena Rifah sudah dipersunting Abdul Rahman. Ia juga marah lantaran lamarannya ditolak Haji Bakir. Datanglah Margo yang memprovokasi Karman dan mengatakan bahwa Haji Bakiradalah orang yang jahat. Hal itulah yang menjadi titik awal Karman terpengaruh ajaran Margo. Sekarang Karman sudah tidak mau beribadah di masjid Haji Bakir. Lama kelamaan ia pun mulai meninggalkan perintah agamanya dan telah masuk menjadi anggota partai komunis. Ia  juga menikah dengan Marni, wanita yang taat beragama, tertapi tidak pernah mempermasalahkan Karman yang tidak pernah beribadah lagi.
            Pada saat orang-orang partai komunis ditankap, Karman bersembunyi selama berhari-hari. Sampai akhirnya dia ditangkap dalam keadaan sakit-sakitan dan kemudian ia dipenjara selama dua belas tahun. Saat sudah keluar dari penjara, ia pulang ke rumah sepupunya dan menjumpai anak sulungnya, Rudio.
Suatu ketika, Tini, anak kedua Karman dengan Marni dilamar oleh Jabir yang merupakan anak dari Rifah dan Abdul Rahman cucu Haji Bakir. Meski Abdul Rahman sudah meninggal, Karman merasa sangat sungkan bersama Haji Bakir karena pernah mencintai Rifah dan perbuatannya yang sangat keterlaluan dengan kebaikan yang telah Haji Bakir berikan. Haji Bakir telah melupakan semua kejadian itu dan memaafkan Karman, ia pun lemerasa lega. Karman telah kembali berbaur seutuhnya dengan masyarakat desa Pegaten, ia juga membantu merenofasi masjid Haji Bakir dengan membuatkan kubah yang indah untuk masjid itu.


Yang menarik dalam novel ini adalah alur yang dipermainkan oleh Ahmad Tohari. Walaupun permainan alur ini sering dimainkan, hal itu tidak membuat bingung pembacanya justru menjadikan novel ini unik dan menarik untuk dibaca dengan kisahnya yang sangat bagus dan bahasanya yang mudah untuk dipahami. Selain itu, pada novel ini juga banyak terkandung nolai-nilai moral dan sosial yaitu dengan memaafkan orang yang berbuat salah, senantiasa menerima kembali niat baik orang yang dulunya sempat keluar dari tata karma.

Belenggu



Judul         : Belenggu
Jenis          : Roman
Penulis       : Armijn Pane

Dokter Sukartono (Tono) adalah seorang dokter yang baik, bijaksana, dan dermawan. Namun, kesibukannya menyebabkan ia dan istrinya, Sumartini tidak pernah akur. Mereka sering salah paham dan suka bertengakar. Tono memperistri Tini karena kecantikan, kecerdasan, dan keceriaan diantara mereka. Tini bersedia diperistri Tono karena ingin melupakan masa lalunya yang kurang baik.
Kekacauan bertambah dengan hadirnya Rohayah alias Siti Hayati, seorang penyanyi keroncong, yang juga seorang wanita panggilan. Ia mencintai Tono sejak dahulu. Namun ia menjadi korban kawin paksa dan jatuh ke limbah kenistaan. Hubungan Yah dengan Tono diketahui oleh Sumartini. Panas hatinya mengethui hubungan gelap suaminya dengan wanita bernama Yah. Dia berniat hendak memaki Yah sebab telah menggangu suaminya. Akan tetapi, setelah bertatap muka dengan Yah, perasaan dendamnya menjadi luluh.
Sepulang dari pertemuan dengan Yah, Tini mulai berintropeksi terhadap dirinya. Dia merasa malu dan bersalah kepada suaminya, merasa dirinya belum pernah memberi kasih sayang yang tulus pada suaminya, bahkan selalu kasar pada suaminya. Dia merasa telah gagal menjadi Istri
dan mutuskan untuk berpisah dengan suaminya.
Sedih hati Dokter Sukartono akibat perceraian tersebut dan bertambah sedih saat Yah juga pergi dengan meninggalkan sepucuk surat yang mengabarkan jika dia mencintai Dokter Sukartono dan akan meninggalkan tanah air selama-lamanya dan pergi ke Calidonia.
Dokter Sukartono merasa sedih dalam kesendiriannya. Sumartini telah pergi ke Surabaya. Dia mengabdi pada sebuah panti asuhan yatim piatu, sedangkan Yah pergi ke negeri Calidonia.


Dalam rumah tangga haruslah saling menghargai antara suami dan istri sehingga rumah tangga yang dijalin dapat berlangsung harmonis.