Peduli Pendidikan Perbaiki Masa Depan
Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur yang dapat mengatakan maju atau tidaknya suatu bangsa. Pada kenyataannya, pelaksanaan pendidikan
yang ada di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan. Masih
banyak sekolah-sekolah yang ada di pelosok Indonesia kekurangan sarana dan
prasarana serta anak-anak yang ada di sana memiliki motivasi untuk berani
bermimpi dan bercita-cita yang rendah. Untuk itu, diperlukan peran serta dari
orang tua, pemerintah, guru, dan pemuda Indonesia demi mewujudkan pendidikan
yang ideal seperti yang dicita-citakan dengan cara peduli terhadap pendidikan
demi memperbaiki masa depan menuju Indonesia yang
maju.
Salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan yaitu dengan mampu
memberikan motivasi-motivasi kepada anak-anak agar mereka memiliki keinginan
untuk bermimpi mewujudkan cita-citanya. Peran orang tua tentunya memiliki
kekuatan yang lebih besar terhadap anak mereka. Orang tua dapat mempengaruhi
pemikiran anak melalui nasihat-nasihatnya, kata-kata yang terucap, dan
perbuatan yang ditunjukkannya. Motivasi yang diberikan oleh orang tua mampu
membuat pola pikir anak menjadi lebih maju karena adanya dorongan yang memberi
mereka semangat untuk belajar. Namun, tidak
jarang ditemukan orang tua yang ada di pelosok tidak mengetahui tentang
pendidikan sehingga mereka lebih menyarankan anaknya untuk memilih langsung
bekerja di usia yang masih anak-anak.
Untuk itu, peran pemerintah juga diperlukan untuk mengatasi dan
memperbaiki masalah tersebut. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang
senantiasa memperhatikan pendidikan generasi muda terutama di daerah-daerah
yang tertinggal dan tingkat pendidikannya rendah. Memberikan bantuan berupa
dana, penyediaan sarana dan prasarana, rutin memperhatikan perkembangan
pendidikan di daerah tersebut, serta memberikan sosialisasi mengenai pentingnya
pendidikan bagi masyarakat merupakan upaya-upaya
yang dapat dilakukan untuk perbaikan pendidikan di sana.
Selanjutnya ada guru yang merupakan teladan bagi siswanya. Guru merupakan
orang tua kedua anak-anak ketika mereka berada di sekolah. Sama halnya dengan
orang tua, guru memiliki peran untuk mendidik dan mengasuh siswanya saat berada
di lingkungan sekolah. Guru dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif
bagi siswanya. Untuk itu, guru senantiasa berhati-hati dalam bertindak supaya tidak
berdampak buruk pada anak didiknya. Guru yang baik adalah guru yang senantiasa mendukung
setiap hal yang menjadi bakat maupun minat dari siswanya yang dapat
mengembangkan prestasinya.
Sejak Indonesia Mengajar yang diumumkan pada Mei 2010, kita
ditunjukkan oleh wajah baru pemuda Indonesia. Kegiatan tersebut menempatkan pemuda-pemuda
di pelosok-pelosok negeri yang sebagian besar belum terjamah listrik ataupun
sinyal telepon seluler. Walaupun begitu, masih banyak pemuda yang menyatakan
siap untuk menjadi guru di daerah terpencil tersebut. Dari keikutsertaan dalam Indonesia Mengajar, mereka mendapat pelajaran hidup yang
sangat berharga. Mereka juga telah berusaha mendorong kemajuan, mengubah masa
depan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Pendidikan
sebagai perjuangan semesta, yaitu saling membantu, saling mendukung, mensyukuri
segala perkembangan, serta memperbaiki kekurangan, diikuti dengan kesiapan
untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan tujuan dari negara Indonesia
ini. Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik
adalah tugas moral setiap orang terdidik.
Oleh karena itu, demi mewujudkan pendidikan yang memenuhi kriteria yang
baik demi mewujudkan Indonesia yang maju diperlukan kerja sama dari berbagai
pihak. Orang tua, pemerintah, guru, dan pemuda Indonesia memiliki peran penting
dalam memperbaiki pendidikan anak demi mewujudkan masa depan yang hebat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar