Halaman

Sabtu, 24 November 2018

Esai 4

Hidup Adalah Pilihan Atau Memilih Untuk Hidup
Dalam kehidupan, manusia selalu dihadapkan dengan persoalan mengenai permasalahan-permasalahan yang selalu muncul di saat masalah sebelumnya telah terpecahkan. Karenanya, manusia adalah makhluk yang sering dilanda kecemasan atau istilah lainnya adalah kegalauan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum siap untuk menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan terguncang dan hal itu juga sudah menjadi fitrah bagi setiap insan.
Di tengah masalah sosial yang menjerat, seperti kemiskinan, pengangguran, kenakalan remaja, tingginya angka penyakit menular, dijumpainya angka kematian akibat bunuh diri yang cukup signifikan dan menjadi masalah yang serius. Seseorang melakukan bunuh diri karena rasa putus asa tidak bisa berpikir untuk mencari alternatif penyelesaian masalah yang tengah dihadapinya. Seperti misalnya, kasus bunuh diri yang terjadi lantaran galau akibat putus cinta.
Putus cinta yang dialami oleh remaja kini dianggap sebagai suatu momok bagi mereka. Dengan anggapanjika dirinya tidak bersama dengan orang yang dicintainya, dia tidak akan bisa hidup  dan merasa dunianya hancur yang menyebabkan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Hal itu merupakan pikiran yang kuno. Masalah jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan. Apabila terjadi putus cinta itu tandanya Tuhan menyayangi kita dengan memberi tahu kita bahwa orang itu bukanlah jodoh kita. Dengan pikiran yang seperti itu, sabar dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah akan menguatkan mental dan jiwa kita agar tidak terjerumus dalam perbuatan tercela.

Belajar dari banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi mengajarkan kita untuk senantiasa memiliki iman yang kuat. Bunuh diri tidak hanya membunuh dirinya sendiri, tetapi juga membunuh keluarganya, kerabatnya, kawan-kawannya, dan orang-orang di sekitarnya dengan keputusasaan dan penyesalan. Oleh karena itu, untuk mengatasi rasa galau yang menimpa kita sebaiknya kita bersabar, menyerahkan masalah itu kepada Tuhan, senantiasa berpikir positif, dan menguatkan iman dengan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar