Judul : Salah Asuhan
Jenis : Novel
Penulis : Abdoel Moeis
Novel ini menceritakan tentang Hanafi yang melecehkan adat dan
budayanya sendiri. Hal tersebut terjadi lantaran saat kecil ibunya ingin agar
Hanafi mendapat pendidikan yang layak dengan menyekolahkannya di HBS dan
menitipkannya dengan orang barat (Eropa) sampai-sampai gaya hidupnya melebihi
orang Eropa asli. Hanafi sangat mencintai Corrie, tetapi Corrie meminta untuk
memutuskan pertalian dengan Hanafi, hal itu membuatnya kecewa, sedih, marah,
dan merasa dipermainkan oleh Corrie sampai-sampai ia sakit. Saat itu, ibu Hanafi
mendesaknya agar menikah dengan Rapiah. Setelah menikah dan mempunyai anak
laki-laki bernama Syafei, Rapiah selalu menjadi tumpuan kemarahan Hanafi.
Ibunya menasihati Hanafi tetapi dia hanya menanggapi dengan cemoohan. Saat
itulah seekor anjing gila menggigit tangannya yang menyebabkan Hanafi harus
berobat ke Betawi. Di Betawi dia bertemu dengan Corrie. Mereka sangat senang
bertemu hingga menghabiskan waktu untuk bersepeda berdua. Hanafi memohon kepada Corrie untuk mau
bertunangan dengannya, karena rasa ibanya, Corrie akhirnya menerima ajakan
tersebut. Sampai akhirnya Hanafi dan Corrie menikah. Namun, rumah tangga mereka
sudah tidak terntram karena Hanafi yang menuduh Corrie berzina dengan orang
lain. Corrie pergi ke Semarang untuk menghindari Hanafi. Hanafi mencari Corrie
di Semarang dan mendapat berita bahwa Corrie terkena penyakut kolera hingga
nyawanya tidak dapat tertolong. Setelah
kepergian Corrie, Hanafi kembali ke ibunya di Solok. Akibat hancur perasaannya,
dia meminum ramuan berbisa yang menyababkan
terus muntah darah dan akhirnya merenggut nyawanya.
Dari novel tersebut dapat diambil pengajarannya yaitu sebaiknya
kita mencintai budaya sendiri, menyukai budaya lain boleh saja asalkan jangan
sampai meninggalkan budaya sendiri. Di sisi lain pula, kita tidak boleh menjadi
anak yang durhaka kepada orang tua kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar