Halaman

Sabtu, 24 November 2018

Salah Asuhan



Judul         : Salah Asuhan
Jenis          : Novel
Penulis       : Abdoel Moeis

Novel ini menceritakan tentang Hanafi yang melecehkan adat dan budayanya sendiri. Hal tersebut terjadi lantaran saat kecil ibunya ingin agar Hanafi mendapat pendidikan yang layak dengan menyekolahkannya di HBS dan menitipkannya dengan orang barat (Eropa) sampai-sampai gaya hidupnya melebihi orang Eropa asli. Hanafi sangat mencintai Corrie, tetapi Corrie meminta untuk memutuskan pertalian dengan Hanafi, hal itu membuatnya kecewa, sedih, marah, dan merasa dipermainkan oleh Corrie sampai-sampai ia sakit. Saat itu, ibu Hanafi mendesaknya agar menikah dengan Rapiah. Setelah menikah dan mempunyai anak laki-laki bernama Syafei, Rapiah selalu menjadi tumpuan kemarahan Hanafi. Ibunya menasihati Hanafi tetapi dia hanya menanggapi dengan cemoohan. Saat itulah seekor anjing gila menggigit tangannya yang menyebabkan Hanafi harus berobat ke Betawi. Di Betawi dia bertemu dengan Corrie. Mereka sangat senang bertemu hingga menghabiskan waktu untuk bersepeda berdua.  Hanafi memohon kepada Corrie untuk mau bertunangan dengannya, karena rasa ibanya, Corrie akhirnya menerima ajakan tersebut. Sampai akhirnya Hanafi dan Corrie menikah. Namun, rumah tangga mereka sudah tidak terntram karena Hanafi yang menuduh Corrie berzina dengan orang lain. Corrie pergi ke Semarang untuk menghindari Hanafi. Hanafi mencari Corrie di Semarang dan mendapat berita bahwa Corrie terkena penyakut kolera hingga nyawanya tidak dapat tertolong.  Setelah kepergian Corrie, Hanafi kembali ke ibunya di Solok. Akibat hancur perasaannya, dia  meminum ramuan berbisa yang menyababkan terus muntah darah dan akhirnya merenggut nyawanya.


Dari novel tersebut dapat diambil pengajarannya yaitu sebaiknya kita mencintai budaya sendiri, menyukai budaya lain boleh saja asalkan jangan sampai meninggalkan budaya sendiri. Di sisi lain pula, kita tidak boleh menjadi anak yang durhaka kepada orang tua kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar