Memaknai Keberadaan Tuhan
Judul buku : Atheis
Jenis buku : Novel
Penulis : Achdiat K. Mihardja
Penerbit : Balai Pustaka
Cetakan : ke-30
Tahun terbit : 2008
Jumlah halaman : 250 halaman
Sinopsis
Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Hasan. Pemuda
yang sangat alim seperti keluarganya. Hasan selalu melaksanakan ibadahnya
dengan rajin. Namun, karena ia salah dalam bergaul yaitu saat bertemu dengan
teman lamanya, Rusli, yang tidak percaya akan Tuhan, ia mulai goyah akan
keyakinannya. Hal itu membuat ayahnya sakit sampai akhirnya meninggal dunia.
Sampai saatnya ia menikahi Kartini. Hasan merasa sulit dalam nengendalikan
emosinya, sehingga pernah mengusir Kartini dari rumahnya. Akibat dari kejadian
tersebut, Anwar berusaha mendekati Kartini yang membuat Hasan semakin naik
darah dan memilih untuk membalas dendam kepada Anwar karena telah menganggu
rumah tangganya. Padahal waktu itu tengah dalam situasi dijajah oleh Belanda.
Tanpa pikir panjang, Hasan berangkat dari tempat persembunyiannya untuk
membalaskan dendamnya kepada Anwar. Malangnya, ia malah tertembak saat dalam
perjalanan.
Analisis unsur
intrinsik
Tema : Agama
Tokoh dan
Penokohan :
1. Hasan
a. Penurut
b. Mudah terpengaruh
c. Pencemburu
d. Penakut
2. Ayah dan ibu Hasan : Seseorang yang sangat saleh dan alim
3. Kartini
a. Orang yang bebas
b. Pengertian
4. Rusli
a. Pandai berbicara
b. Ramah
c. Atheis
5. Bibi Hasan :
Pengertian
6. Anwar
a. Pandai mencuri
b. Pemberani
Setting :
1. Waktu :
Pada masa penjajahan Belanda
2. Tempat :
Bandung
3. Suasana :
Menyedihkan
Alur/ plot : Campuran
Sudut pandang :
Orang pertama
Amanat :
1. Berbakti dan menuruti perintah kedua orang
tua.
2. Taat dalam beribadah.
3. Segeralah meminta maaf apabila berbuat
kesalahan.
4. Kita harus memiliki pendirian yang kokoh
agar tidak mudah goyang/ terpengaruh.
5. Berhati-hati dalam memilih teman bergaul.
6. Sebelum mengambil keputusan hendaklah
dipikirkan dahulu.
Keunggulan buku
:
1.
Apabila terdapat kata-kata dari
bahasa asing dibawahnya disertai pengertian/ penjelasan kata tersebut.
2. Terdapat beberapa gambar pada
ilustrasi tertentu sehingga mempermudah pembaca untuk membayangkannya.
3.
Alur ceritanya menarik untuk dibaca.
Penilaian terhadap Novel
Novel Atheis ini dikemas secara apik dengan tema
keagamaan. Novel ini mengajarkan kita tentang pentingnya kita memahami
dasar-dasar agama dari sumber aslinya yaitu Al Quran dan As Sunnah bukan hanya
dari argumen-argumen orang lain tanpa disertai bukti yang jelas. Seperti Hasan
yang dasar agamanya masih dirasa kurang karena dia masih terombang-ambing
dengan pendapat orang lain yang mengatakan bahwa Tuhan itu kita sendiri atau
biasa disebut dengan atheis. Tokoh yang diceritakan dalam novel tersebut menggambarkan
potret sebagian besar umat Islam yang ada, yang beragama hanya sekadar
mengikuti tradisi bukan dari Al Quran dan As Sunnah sehingga wajar pondasi
keimanannya mudah goyang dengan berbagai godaan yang ada. Sesuai dengan
karakter novel-novel angkatan dahulu banyak menggunakan bahasa-bahasa asing di
dalamnya seperti bahasa Belanda karena dalam cerita tersebut terjadi saat masa
penjajahan Belanda. Walaupun begitu, penulis sudah menuliskan arti kata dalam
bahasa Indonesia yang dapat kita baca di halaman paling bawah.
Kesimpulan
Novel atheis ini menarik untuk dibaca, ceritanya disajikan
dengan alur yang jelas, dan mudah dimengerti, serta mengandung pesan moral yang
dapat dipelajari agar kita memiliki pendirian yang kuat, selalu berhati-hati
dalam bergaul sehingga kita tidak akan terjerumus dalam hal-hal yang tidak baik.
http://uny.ac.id
https://journal.uny.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar