Halaman

Selasa, 28 Agustus 2018

Resensi Novel "Atheis"



Memaknai Keberadaan Tuhan

       


Judul buku                               : Atheis
Jenis buku                                : Novel
Penulis                                     : Achdiat K. Mihardja
Penerbit                                    : Balai Pustaka
Cetakan                                    : ke-30
Tahun terbit                              : 2008 
Jumlah halaman                        : 250 halaman



Sinopsis 

Novel ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Hasan. Pemuda yang sangat alim seperti keluarganya. Hasan selalu melaksanakan ibadahnya dengan rajin. Namun, karena ia salah dalam bergaul yaitu saat bertemu dengan teman lamanya, Rusli, yang tidak percaya akan Tuhan, ia mulai goyah akan keyakinannya. Hal itu membuat ayahnya sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Sampai saatnya ia menikahi Kartini. Hasan merasa sulit dalam nengendalikan emosinya, sehingga pernah mengusir Kartini dari rumahnya. Akibat dari kejadian tersebut, Anwar berusaha mendekati Kartini yang membuat Hasan semakin naik darah dan memilih untuk membalas dendam kepada Anwar karena telah menganggu rumah tangganya. Padahal waktu itu tengah dalam situasi dijajah oleh Belanda. Tanpa pikir panjang, Hasan berangkat dari tempat persembunyiannya untuk membalaskan dendamnya kepada Anwar. Malangnya, ia malah tertembak saat dalam perjalanan. 

Analisis unsur intrinsik
Tema                                       : Agama
Tokoh dan Penokohan             :
      1.      Hasan
a.       Penurut
b.      Mudah terpengaruh
c.       Pencemburu
d.      Penakut
      2.      Ayah dan ibu Hasan    : Seseorang yang sangat saleh dan alim
      3.      Kartini
a.       Orang yang bebas
b.      Pengertian
      4.      Rusli
a.       Pandai berbicara
b.      Ramah
c.       Atheis
      5.      Bibi Hasan                   : Pengertian
      6.      Anwar
a.       Pandai mencuri
b.      Pemberani
Setting                          :
      1.      Waktu              : Pada  masa penjajahan Belanda
      2.      Tempat            : Bandung
      3.      Suasana           : Menyedihkan
Alur/ plot                     : Campuran
Sudut pandang             : Orang pertama

Amanat                                    :
      1.      Berbakti dan menuruti perintah kedua orang tua.
      2.      Taat dalam beribadah.
      3.      Segeralah meminta maaf apabila berbuat kesalahan.
      4.      Kita harus memiliki pendirian yang kokoh agar tidak mudah goyang/ terpengaruh.
      5.      Berhati-hati dalam memilih teman bergaul.
      6.      Sebelum mengambil keputusan hendaklah dipikirkan dahulu.

Keunggulan buku :
     1.      Apabila terdapat kata-kata dari bahasa asing dibawahnya disertai pengertian/ penjelasan kata tersebut.
   2. Terdapat beberapa gambar pada ilustrasi tertentu sehingga mempermudah pembaca untuk membayangkannya.
     3.      Alur ceritanya menarik untuk dibaca.

Penilaian terhadap Novel
Novel Atheis ini dikemas secara apik dengan tema keagamaan. Novel ini mengajarkan kita tentang pentingnya kita memahami dasar-dasar agama dari sumber aslinya yaitu Al Quran dan As Sunnah bukan hanya dari argumen-argumen orang lain tanpa disertai bukti yang jelas. Seperti Hasan yang dasar agamanya masih dirasa kurang karena dia masih terombang-ambing dengan pendapat orang lain yang mengatakan bahwa Tuhan itu kita sendiri atau biasa disebut dengan atheis. Tokoh yang diceritakan dalam novel tersebut menggambarkan potret sebagian besar umat Islam yang ada, yang beragama hanya sekadar mengikuti tradisi bukan dari Al Quran dan As Sunnah sehingga wajar pondasi keimanannya mudah goyang dengan berbagai godaan yang ada. Sesuai dengan karakter novel-novel angkatan dahulu banyak menggunakan bahasa-bahasa asing di dalamnya seperti bahasa Belanda karena dalam cerita tersebut terjadi saat masa penjajahan Belanda. Walaupun begitu, penulis sudah menuliskan arti kata dalam bahasa Indonesia yang dapat kita baca di halaman paling bawah.

Kesimpulan
Novel atheis ini menarik untuk dibaca, ceritanya disajikan dengan alur yang jelas, dan mudah dimengerti, serta mengandung pesan moral yang dapat dipelajari agar kita memiliki pendirian yang kuat, selalu berhati-hati dalam bergaul sehingga kita tidak akan terjerumus dalam hal-hal yang tidak baik.


http://uny.ac.id
https://journal.uny.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar